Apa Kabar Monstera Ibu-ibu?

Terbaru558 Dilihat

 

Ketika Monstera Obliqua, capai harga tertinggi 15 juta rupiah. Maka, para ibu, baik yang benar-benar penggemar bunga maupun yang tertular, berburu si monstera sampai ke seluruh penjuru negeri. Saking mahalnya, tak ayal monstera jadi incaran si “panjang tangan”. Bertambah repot jugalah kaum bapak, sebab kaum ibu meminta penjagaan berlapis untuk monstera.

Aku, sedari awal tidak begitu tertarik dengan hiruk pikuknya monstera dengan segala jenis spesiesnya. Sebab, ada beberapa alasan maka tidak ikut tenggelam dalam riuh rendahnya jenis tanaman tak berbunga tersebut. Alasan pertama adalah, dulu…di kampungku nun jauh disana, sekitar 17 kilo meter sebelum Parapat, beraneka ragam monstera sering kutemui disemak-semak. Bagiku, monstera itu tak lebih tak kurang adalah sejenis keladi yang umbinya tak lazim dikonsumsi. Kedua, rumah kami sama sekali tidak memiliki halaman, bahkan teras. Dan yang terakhir, sayang dong uangnya dibelikan buat si monstera, lebih bagus dibelikan laptop baru.

Dan kini, pada kemana monsteranya ibu-ibu?. Aku yakin, bahwa hari ini, jika diberikan gratispun, orang akan berpikir untuk menerima monstera dan kawan-kawannya. Jika dihitung, habis berapa ya ibu-ibu untuk belanja monstera, pot, tanah, pupuk, dan sebagainya demi tampilan menawan dari “spesies keladi” tersebut?.

Maka, berhati-hatilah dengan sesuatu yang tiba-tiba fenomenal, ibarat tangga lagu, selalu bertengger di top one. Demikian halnya ketika muncul anak muda tajir hanya dengan mengandalkan ‘jualan wajah’ di market place. Kenalilah apa yang disebut dengan bisnis monyet (monkey bussines).

Yuk belajar dari sejarah, belajar dari hal-hal yang membuat kita lalai, hingga tanpa terasa menghamburkan rupiah demi rupiah yang semestinya bisa lebih bermanfaat. Gitu aja deh ibu-ibu, plis, jangan marah ya, sesama ibu-ibu gak boleh marahan. Salam literasi dari bumi Kualuh, basimpul kuat babontuk elok.

Tinggalkan Balasan