Curhatan Si Penyair Pilu

Terbaru908 Dilihat

 Curhatan si penyair pilu

KMAC -1

#KarenaMenulisAkuCeria

 

Wahai puan yang bijaksana lagi rupawan

Dengarkan kisah semilir ku bertuan

Seteguk air kopi menjadi penghangat dikala sunyi yang bersahutan

Ku mulai dari barisan yang terdepan

Bermula pahit yang ku rasa tak sanggup ku telan

Nyaris terluka teramat menyakitkan

Tumpah air mata tiada hentian

Bagaimana nasibku memendam luka dibalik senyum yang mengesankan

Wahai puan yang berhati lembut nan elegan

Harus bagaimana jalan yang kutempuh dalam 

Gundah asa menelan

Hampir ku pupus dalam keheningan

Wahai puan jika mampu masalah ini kau tahan

Aku akan merasa sedikit kelonggaran

Biarkan puan selesaikan dengan perlahan

Walau harus bertempur dengan kenyataan

Tak mengapa jika diambang akhir harus berhenti penantian 

Setidaknya sudah berusaha dalam pencapaian

Wahai puan.. Bagaimana daku ini

Meminjam pada kesunyian

Lantas ia membuat ku dalam kesendirian

Wahai puan.. 

Dengarkanlah ranah ku berpijak pada 

Dinding bisu yang tak pupus oleh waktu

Ku menyepi di sudut barisan lemari

Yang melihatku dengan kesinisan

Mampukah ku bertahan pada setiap tombak kesakitan? 

Ku harap puan dapat membantu ku

Dalam hati yang penuh kehancuran

Setidaknya ada seberkas kisah baru

Yang menjadi nyata kuatku dalam melangkah

Aku si pilu ingin menjadi si ceria kembali

Dengarlah curhatan ku 

Aku si penyair pilu yang pada akhirnya 

Harus merasakan  kembali titik lemah ku. 

 

Jeunieb, 12 Feb 2023..

Acehhh

Tinggalkan Balasan

4 komentar