Terbaru407 Dilihat

 

MARAH

KARYA: CUT NISAUL RAFIQA

ACEH, 8 JULI 2022

Tulisan ke-2 monolog

 

DUDUK DI KURSI TUA, MATA TAJAM KE DEPAN, SAMBIL MEMAINKAN JEMARI DAN MEMEGANG BENDA TAJAM

Hidupku telah hancur, ketika mimpi ku telah direbut oleh orang-orang yang tak berprikemanusiaan. Mereka menenggelamkan ku dengan hinaan, cacian,dan mencelakaiku. Mereka menyebutku seorang anak tanpa ayah atau disebut anak haram. Padahal ayah ku mati sebab kecelakaan. Ibu ku mati terbunuh dengan biadabnya di depan mataku. Ketika aku berumur 9 tahun. Ibuku diikat di sebuah pohon di hutan belantara. Kemudian mereka memukul ibuku tanpa ampun. Ibu ku membaca zikir tanpa henti . air matanya berlinang membasahi wajah sayunya. Ibuku sangat kuat. Aku menjerit menangis melihat itu semua. Salah satu dari mereka menahan ku. Aku menyaksikan itu semua. Aku tidak bisa membantu ibuku (MENETESKAN AIR MATA).  Kemudian mereka menancap kayu yang tajam lalu menusuk ibuku. Hingga ibuku mati di sana. Saat terakhir ibuku ditusuk dengan sadisnya, aku dapat mendengar lafal syahadat dari bibirnya lalu ia tersenyum kepadaku. Aku pun pingsan dan tak berdaya menyaksikan itu semua.   (TATAPAN TAJAM DAN MENGEPAL TANGAN). Aku membenci mereka semua. Ada yang menjebak ibu ku. Ibu ku seorang wanita yang baik. Ibu ku dan aku kembali ke desa karena ayahku telah meninggal akibat kecelakaan. Salah satu dari mereka menghasut warga da mengatakan bahwa ibu seorang wanita murahan. Ibuku tidak  hanya diam setiap. Suatu ketika ada seorang juragan yang menyukai ibuku yang berparas ayu dan sholehah. Lalu ia mendatangi kami untuk melamar ibuku menjadi istrinya yang ke-4. Ibuku menolak secara halus. Tetapi juragan itu sangat marah. Hingga akhirnya dia menggunakan berbagai cara untuk memiliki ibuku. Namun itu semua gagal rencananya. Sebulan kemudian juragan itu menjebak ibuku. Lalu juragan memberi tahu kepada semua warga bahwa ibuku telah berzina dan pada waktu itulah tragedi pun terjadi di depan mataku (TATAPAN KOSONG).  Mereka membuat ku menjadi sebatang kara. Mereka membuatku tanpa kasih sayang orang tua. Kalian pikir aku si pecundang. Tunggu pembalasanku (MENGEPAL TANGAN).

 

BANGKIT DARI TEMPAT DUDUK, MENENDANG KURSI 

Dasar mereka orang-orang jahat. Lihat bekas ini masih menempel di tubuh kurus ku. Mereka menganiaya ku tanpa belas kasih. Luka ini, luka ini, luka ini. Mereka pun mengobrak ambrik hati ku dengan penghinaan yang tiada henti setiap hari. Aku dikucilkan. Aku diasingkan di gubuk tua ini. Mereka selalu mengawasiku.  Namun tidak lagi, sudah cukup aku merasakan ini semua. Akan ku lakukan sesuatu dan pergi dari tempat ini (KETAWA).

 

MALAM YANG SUNYI IA TIDUR  TANPA BERALAS APAPUN. KETIKA TIDUR IA PUN BERMIMPI TENTANG PENYIKSAAN IBU

“Ibu.. ibu.. ibu.. jangan bunuh ibu ku”. 

Ku mohon jangan membunuh ibu ku. Ibu ku tidak bersalah. Kenapa kalian kejam sekali?

“Diam kau haram, kami tidak mau di desa kami ada kemaksiatan”

“Ibu ku tidak bersalah, dia difitnah. Kenapa kalian tidak mencari kebenarannya?

Ibu… ibu.. ibu…bersabarlah bu, aku anak mu akan melakukan sesuatu (TERKEJUT DAN TERBANGUN).

Allahu Rabbi… setiap hari kisah tragismu hadir di dalam mimpi. Apa yang harus ku lakukan Ya ALLAH. Mampukah aku melewati semuanya. Setiap tetesan air mata ibu ku. Aku ingin membalas semua perbuatan mereka (MENANGIS DAN TATAPAN TAJAM). Aku harus membalasnya, harus membalasnya, biar mereka tahu gimana sakit yang kurasa. 

KELUAR DARI GUBUK SAMBIL MENGEDIP-NGEDIP

Setelah shalat subuh aku harus keluar dari gubuk ini. Aku akan cari strategi untuk membalaskannya. Lalu aku keluar dari gubuk tua sambil mengedip-ngedip. Alhamdulillah aku berhasil lolos. Aku berlari tanpa henti untuk keluar dari desa yang dipenuhi manusia jahat. Saat aku telah sampai di desa lain. Aku melihat satu pondok pesantren walaupun tidak besar. Namun di tempat ini sangat sejuk dan damai. Kemudian aku singgah di tempat tersebut. Kebetulan sekali aku melihat seorang kiai. Setelah aku beri salam. Aku bersalaman dengannya. Lalu aku ceritakan semua yang menimpa diriku (SAMBIL MENANGIS). Kiai tersebut menetes air mata mendengar kisahku. Aku juga berkata kepada beliau.  Bahwa aku akan membalas dendam atas semua itu. Kiai tersebut memegang tanganku dan memberi nasihat kepadaku. Aku tidak dapat membendung lagi air mata aku peluk kiai tersebut. Aku menangis sejadi-jadinya melepas semua amarahku. 

NASIHAT KIAI

“Wahai anak muda, sebenarnya engkau adalah lelaki yang baik. Sungguh luar biasa engkau. Dalam amarah yang menguasaimu atas apa yang menimpamu. Engkau tidak pernah meninggalkan salat. Kamu tahu nak, hal yang paling terbesar menimpamu adalah hawa nafsumu yang membangkitkan hatimu untuk dendam. Inilah garis takdirmu nak. Apakah engkau sanggup melewatinya dengan berbagai macam cobaan yang menimpamu. Ketahuilah Allah mengujimu menjadi seorang lelaki yang dapat meningkatkan keimananmu. Pada hari ini engkau diberi petunjuk oleh Allah. Di hari ini kita dipertemukan. Mari nak hapus setiap dendam yang ada di dirimu. Mulailah dengan menanamkan hati pemaaf. Maafkan semua orang yang telah menyakitimu. Yakinlah nak, suatu saat nanti mereka akan mendapat balasannya. Kamu hanya perlu mendoakan mereka supaya mendapat hidayah”.

MENANGIS TERSEDU-SEDU

“Terima kasih banyak pak, telah membuka mata hati saya”. Aku beristighfar sejadi-jadinya aku menangis. Selama ini aku terhanyut dengan amarah. Sekian lama aku melupakan didikan ibu ku. Aku sadar itu semua hanyalah kepuasan semata. Jika aku benar-benar membalaskan dendam di tengah kemarahanku. Maka aku akan seperti mereka dan aku akan tersesat di jalan yang tidak benar. Sekarang aku akan melupakan semua dendam yang menimpaku. Akan aku buka lembaran baru. aku berjanji kepada kiai akan mengabdi di pondok pesantren ini. 

4 TAHUN KEMUDIAN, MENJADI SEORANG GURU NGAJI DI PONDOK PESANTREN TERSEBUT

Alhamdulillah dengan izin Allah, aku telah menjadi seorang guru pesantren di pondok tersebut. Aku sangat bahagia bisa mengabdi di sini. Aku mendengar kabar juragan mati mengenaskan. Warga di desa sana mengalami penyakit menular. Ya allah inilah semua balasan yang mereka lakukan untukku. Ya Allah aku memaafkan mereka. Sembuhlah mereka. Semoga kedepannya mereka menjadi orang baik. (MENENGADAH TANGAN KE LANGIT SAMBIL BERDOA).

PADA HAKIKATNYA AMARAH ITU HANYALAH BAHAGIAN EMOSIONAL. NAMUN AMARAH ITU BENTUK DARI NAFSU YANG TELAH MENGGEBU-GEBU UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN.JIKA KAMU MENGIKUTI AMARAH MAKA SIAP-SIAP KAMU MERASAKAN KEHANCURAN YANG MENIMPAMU. OLEH SEBAB ITU BASMI AMARAH DENGAN BENTENG KEIMANAN SELALU MENDEKAT DIRI KEPADA ALLAH DAN APA YANG MENIMPAMU ADALAH TAKDIR DARINYA. SEMUA TAKDIR AKAN MEMPEROLEH KEINDAHAN HIKMAH YANG INDAH DI DALAMNYA. MAKA KONTROL AMARAH MU SELALU DENGAN MENANAMKAN BENIH SIFAT TERPUJI. JIKA KAMU MAMPU MELALUINYA INSYAALLAH KAMU AKAN BAHAGIA BAIK DI DUNIA MAUPUN  DI AKHIRAT NANTI.  

 

 MARAH

KARYA: CUT NISAUL RAFIQA

ACEH, 8 JULI 2022

Tulisan ke-2 monolog

 

DUDUK DI KURSI TUA, MATA TAJAM KE DEPAN, SAMBIL MEMAINKAN JEMARI DAN MEMEGANG BENDA TAJAM

Hidupku telah hancur, ketika mimpi ku telah direbut oleh orang-orang yang tak berprikemanusiaan. Mereka menenggelamkan ku dengan hinaan, cacian,dan mencelakaiku. Mereka menyebutku seorang anak tanpa ayah atau disebut anak haram. Padahal ayah ku mati sebab kecelakaan. Ibu ku mati terbunuh dengan biadabnya di depan mataku. Ketika aku berumur 9 tahun. Ibuku diikat di sebuah pohon di hutan belantara. Kemudian mereka memukul ibuku tanpa ampun. Ibu ku membaca zikir tanpa henti . air matanya berlinang membasahi wajah sayunya. Ibuku sangat kuat. Aku menjerit menangis melihat itu semua. Salah satu dari mereka menahan ku. Aku menyaksikan itu semua. Aku tidak bisa membantu ibuku (MENETESKAN AIR MATA).  Kemudian mereka menancap kayu yang tajam lalu menusuk ibuku. Hingga ibuku mati di sana. Saat terakhir ibuku ditusuk dengan sadisnya, aku dapat mendengar lafal syahadat dari bibirnya lalu ia tersenyum kepadaku. Aku pun pingsan dan tak berdaya menyaksikan itu semua.   (TATAPAN TAJAM DAN MENGEPAL TANGAN). Aku membenci mereka semua. Ada yang menjebak ibu ku. Ibu ku seorang wanita yang baik. Ibu ku dan aku kembali ke desa karena ayahku telah meninggal akibat kecelakaan. Salah satu dari mereka menghasut warga da mengatakan bahwa ibu seorang wanita murahan. Ibuku tidak  hanya diam setiap. Suatu ketika ada seorang juragan yang menyukai ibuku yang berparas ayu dan sholehah. Lalu ia mendatangi kami untuk melamar ibuku menjadi istrinya yang ke-4. Ibuku menolak secara halus. Tetapi juragan itu sangat marah. Hingga akhirnya dia menggunakan berbagai cara untuk memiliki ibuku. Namun itu semua gagal rencananya. Sebulan kemudian juragan itu menjebak ibuku. Lalu juragan memberi tahu kepada semua warga bahwa ibuku telah berzina dan pada waktu itulah tragedi pun terjadi di depan mataku (TATAPAN KOSONG).  Mereka membuat ku menjadi sebatang kara. Mereka membuatku tanpa kasih sayang orang tua. Kalian pikir aku si pecundang. Tunggu pembalasanku (MENGEPAL TANGAN).

 

BANGKIT DARI TEMPAT DUDUK, MENENDANG KURSI 

Dasar mereka orang-orang jahat. Lihat bekas ini masih menempel di tubuh kurus ku. Mereka menganiaya ku tanpa belas kasih. Luka ini, luka ini, luka ini. Mereka pun mengobrak ambrik hati ku dengan penghinaan yang tiada henti setiap hari. Aku dikucilkan. Aku diasingkan di gubuk tua ini. Mereka selalu mengawasiku.  Namun tidak lagi, sudah cukup aku merasakan ini semua. Akan ku lakukan sesuatu dan pergi dari tempat ini (KETAWA).

 

MALAM YANG SUNYI IA TIDUR  TANPA BERALAS APAPUN. KETIKA TIDUR IA PUN BERMIMPI TENTANG PENYIKSAAN IBU

“Ibu.. ibu.. ibu.. jangan bunuh ibu ku”. 

Ku mohon jangan membunuh ibu ku. Ibu ku tidak bersalah. Kenapa kalian kejam sekali?

“Diam kau haram, kami tidak mau di desa kami ada kemaksiatan”

“Ibu ku tidak bersalah, dia difitnah. Kenapa kalian tidak mencari kebenarannya?

Ibu… ibu.. ibu…bersabarlah bu, aku anak mu akan melakukan sesuatu (TERKEJUT DAN TERBANGUN).

Allahu Rabbi… setiap hari kisah tragismu hadir di dalam mimpi. Apa yang harus ku lakukan Ya ALLAH. Mampukah aku melewati semuanya. Setiap tetesan air mata ibu ku. Aku ingin membalas semua perbuatan mereka (MENANGIS DAN TATAPAN TAJAM). Aku harus membalasnya, harus membalasnya, biar mereka tahu gimana sakit yang kurasa. 

KELUAR DARI GUBUK SAMBIL MENGEDIP-NGEDIP

Setelah shalat subuh aku harus keluar dari gubuk ini. Aku akan cari strategi untuk membalaskannya. Lalu aku keluar dari gubuk tua sambil mengedip-ngedip. Alhamdulillah aku berhasil lolos. Aku berlari tanpa henti untuk keluar dari desa yang dipenuhi manusia jahat. Saat aku telah sampai di desa lain. Aku melihat satu pondok pesantren walaupun tidak besar. Namun di tempat ini sangat sejuk dan damai. Kemudian aku singgah di tempat tersebut. Kebetulan sekali aku melihat seorang kiai. Setelah aku beri salam. Aku bersalaman dengannya. Lalu aku ceritakan semua yang menimpa diriku (SAMBIL MENANGIS). Kiai tersebut menetes air mata mendengar kisahku. Aku juga berkata kepada beliau.  Bahwa aku akan membalas dendam atas semua itu. Kiai tersebut memegang tanganku dan memberi nasihat kepadaku. Aku tidak dapat membendung lagi air mata aku peluk kiai tersebut. Aku menangis sejadi-jadinya melepas semua amarahku. 

NASIHAT KIAI

“Wahai anak muda, sebenarnya engkau adalah lelaki yang baik. Sungguh luar biasa engkau. Dalam amarah yang menguasaimu atas apa yang menimpamu. Engkau tidak pernah meninggalkan salat. Kamu tahu nak, hal yang paling terbesar menimpamu adalah hawa nafsumu yang membangkitkan hatimu untuk dendam. Inilah garis takdirmu nak. Apakah engkau sanggup melewatinya dengan berbagai macam cobaan yang menimpamu. Ketahuilah Allah mengujimu menjadi seorang lelaki yang dapat meningkatkan keimananmu. Pada hari ini engkau diberi petunjuk oleh Allah. Di hari ini kita dipertemukan. Mari nak hapus setiap dendam yang ada di dirimu. Mulailah dengan menanamkan hati pemaaf. Maafkan semua orang yang telah menyakitimu. Yakinlah nak, suatu saat nanti mereka akan mendapat balasannya. Kamu hanya perlu mendoakan mereka supaya mendapat hidayah”.

MENANGIS TERSEDU-SEDU

“Terima kasih banyak pak, telah membuka mata hati saya”. Aku beristighfar sejadi-jadinya aku menangis. Selama ini aku terhanyut dengan amarah. Sekian lama aku melupakan didikan ibu ku. Aku sadar itu semua hanyalah kepuasan semata. Jika aku benar-benar membalaskan dendam di tengah kemarahanku. Maka aku akan seperti mereka dan aku akan tersesat di jalan yang tidak benar. Sekarang aku akan melupakan semua dendam yang menimpaku. Akan aku buka lembaran baru. aku berjanji kepada kiai akan mengabdi di pondok pesantren ini. 

4 TAHUN KEMUDIAN, MENJADI SEORANG GURU NGAJI DI PONDOK PESANTREN TERSEBUT

Alhamdulillah dengan izin Allah, aku telah menjadi seorang guru pesantren di pondok tersebut. Aku sangat bahagia bisa mengabdi di sini. Aku mendengar kabar juragan mati mengenaskan. Warga di desa sana mengalami penyakit menular. Ya allah inilah semua balasan yang mereka lakukan untukku. Ya Allah aku memaafkan mereka. Sembuhlah mereka. Semoga kedepannya mereka menjadi orang baik. (MENENGADAH TANGAN KE LANGIT SAMBIL BERDOA).

PADA HAKIKATNYA AMARAH ITU HANYALAH BAHAGIAN EMOSIONAL. NAMUN AMARAH ITU BENTUK DARI NAFSU YANG TELAH MENGGEBU-GEBU UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN.JIKA KAMU MENGIKUTI AMARAH MAKA SIAP-SIAP KAMU MERASAKAN KEHANCURAN YANG MENIMPAMU. OLEH SEBAB ITU BASMI AMARAH DENGAN BENTENG KEIMANAN SELALU MENDEKAT DIRI KEPADA ALLAH DAN APA YANG MENIMPAMU ADALAH TAKDIR DARINYA. SEMUA TAKDIR AKAN MEMPEROLEH KEINDAHAN HIKMAH YANG INDAH DI DALAMNYA. MAKA KONTROL AMARAH MU SELALU DENGAN MENANAMKAN BENIH SIFAT TERPUJI. JIKA KAMU MAMPU MELALUINYA INSYAALLAH KAMU AKAN BAHAGIA BAIK DI DUNIA MAUPUN  DI AKHIRAT NANTI.  

 

Tinggalkan Balasan