
Ayah, kumerindukanmu.
Elok Dewi
Tak terasa air mata menetes di pipiku
Air mata itu mengalir
Tak henti
Sambil ku menatap gambar ini
Gambar ini
Gambar seorang ayah
Menggendong anaknya
Yang sudah tidur
Gambar ini
Mengingatkan ku pada puluhan tahun yang lalu
Seakan gambar orang tua ini
Adalah gambar ayahku
Dan gambar anak kecil itu adalah gambarku
Aku begitu dekat dengan ayahku
Dari kecil hingga aku berkeluarga.
Ayah bersamaku.
Walau terkadang ayah juga bersama saudaraku
Ketika kecil aku selalu manja pada ayahku
Selalu dipangku dan di gendong
Malam harinya
Kami makan bersama keluarga
Bercanda bersama
Nonton bersama
Sampai diriku tertidur
Ayah selalu mengangkatku ke kamar
Kadang memang aku tertidur
Kadang aku pura pura
Walau ketahuan sama ayah
Ayah tidak marah
Hanya tersenyum dan mencium dengan sayang diriku
Aku suka di gendong ayah.
Kadang aku sengaja tidur di luar
Menunggu ayah
Yang lagi lembur
Sampai kelas empat SD
Aku masih suka digendong
Ketika mulai memasuki kelas lima SD
Alhamdulillah aku mengerti.
Begitu indah masa kecilku.
Kenangan bersama ayahku
Tiba masanya, ketika ayah sudah tua dan sakit
Aku dan saudara
Atau bersama suamiku
Menggendong ayah
Untuk dimandikan
Turun dari mobil
‘Tuk makan di rumah makan
Atau ke pantai ‘tuk minum kelapa muda
Babe, itu panggilan kesayangan kami untuk mu
Candamu
Nasehatmu
Begitu kurindu
Tapi semua kerinduanku
Kubalut dengan doa
Kutumpahkan di atas sajadah ku
Sepertiga malamku
Adalah saksinya
Betapa
Uraian air mata ini
Untaian doa ini
Pembalut rinduku padamu Be
Be, ku begitu menyayangimu
Tapi Allah lebih menyayangimu
Syurga Allah ku harapkan untukmu, Be
Semoga Allah menempatkanmu di Syurga
Semoga kita berkumpul di Syurga
Insyaallah Aamiin
Anakmu, yang merindukan mu, Be
Tanpa batas waktu
Jauh di mata dekat di doa
#perindusurga
#semogaistiqomah
#baitijannati
Padang, 22092021











