Bukan Sekedar Peraturan Kelas, Melainkan Keyakinan Kelas

Ketika pertama kali mendengar istilah keyakinan kelas dalam Pendidikan Guru Penggerak, saya sempat berpikir apa bedanya dengan peraturan kelas? Lalu, mengapa harus ada keyakinan kelas? Tak cukup kah sekedar peraturan kelas?

Setelah mempelajari kembali ditambah penguatan saat penyegaran pengajar praktik serta belajar mandiri di platform merdeka mengajar, saya lalu yakin bahwa memang sebaiknya dibuat keyakinan kelas, bukan sekedar peraturan kelas.

Menurut Anda, mengapa ada peraturan menggunakan helm bagi pengendara motor? Mengapa ada peraturan jaga jarak dan menggunakan masker saat pandemi? Bukankah jawabannya untuk keselamatan? Kesehatan? Dsb?

Nah, keselamatan dan kesehatan adalah nilai-nilai yang bersifat universal. Tak terbatas suku, ras, agama, dll. Nilai-nilai ini diyakini ada. Orang Jawa, Sunda, Batak, Medan, meski berbeda latar belakang, kemungkinan besar akan tetap sepakat bahwa jika memakai helm saat mengendarai motor akan lebih aman dan terjamin keselamatannya.

Nilai-nilai yang diyakini, akan membuat seseorang memiliki motivasi internal. Dengan begitu, ia tak akan sekedar menjalankan peraturan, melainkan yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah benar untuk keselamatan.

Oleh karena itu, dalam penanaman disiplin di kelas, sebaiknya dibuat keyakinan kelas. Bagaimana caranya? Mari simak inti sari yang saya dapatkan dari Platform Merdeka Mengajar berikut:

  • Buka ruang diskusi. Libatkan warga kelas untuk mengutarakan apa-apa saja yang akan dijadikan peraturan kelas.
  • Catat usulan murid. Sebisa mungkin ganti kalimat negatif menjadi kalimat positif. Misal “tidak mengganggu teman yang sedang belajar” diganti dengan “menghargai teman yang sedang belajar”.
  • Rumuskan keyakinan kelas (sarikan dari peraturan kelas yang diusulkan siswa)
  • Misal peraturan “mengerjakan tugas dari guru” dan “melaksanakan piket” bisa dibuat keyakinan kelas seperti “disiplin”
  • Tinjau ulang keyakinan kelas (sebaiknya cukup 3-7 keyakinan kelas saja agar mudah diingat dan bisa dilaksanakan oleh warga kelas).
  • Buat pernyataan keyakinan, misal “Kami siswa siswi kelas VIII F adalah siswa yang disiplin”
  • Tanda tangan (bisa oleh seluruh warga kelas atau perwakilan sebagai tanda kesepakatan bersama)

Saat membuat keyakinan kelas, pastikan bahwa keyakinan kelas yang disepakati adalah yang bisa diterapkan, gunakan kalimat positif, dan tidak terlalu banyak.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan