Bekaca Pada Na Willa

Sebuah Refleksi Film Anak Terbaru

Terbaru19 Dilihat

Berkaca Pada Na Willa 

Kegiatan Nonton bareng digelar oleh  teman Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) bekerjasama dengan Visinema dengan judul Film NA WILLA, Di AEON Tanjung Barat, Jakarta, Rabu_25/03/2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru yang tergabung dalam komunitas tersebut karena Film NA WILLA syarat akan Budaya Positif untuk Pendidikan Anak.

Film Ini memiliki perpektif yang murni dan jujur, di dalamnya kita dapat melihat dunia dalam mata anak kecil yang murni sampai akhir,  sifat tokoh Willa yang selalu ingin tau membawa kita untuk terus menjelajahi perbedaan ras dan budaya disekitarnya.  Film yang diadaptasi dari serial buku karya Reda Gaudiamo ini,berlatar belakang tahun 1960-an dengan detail nostalgia yang khas. Mulai dari suara radio , aroma dapur, hingga interaksi sederhana di lingkungan rumah. Ini menciptakan rasa hangat yang universal, dan sangat nikmat bagi yang menontonnya.

Isu keberagaman dalam film ini disampaikan dengan sangat lembut, Film ini menunjukkan bahwa bagi seorang anak, perbedaan itu hanyalah bagian dari keseharian yang bisa diterima dengan rasa syukur, bukan berupa konflik yang membebani. Terliahat dari bebasnya Willa dalam asuhan seorang ibu keturunan Jawa Ambon dan Ayah seornag Tionghoa.

Film ini syarat akan pelajaran bagi anak dan orang tua, serta guru tentang bagaimana kita memahami realitas di mata anak anak, dan bagaimana kita menanggapi dan menyentuh mereka untuk mengarahkannya. Diantaranya pelajaran untuk anak :

  1. Film ini mengajarkan anak bahwa tidak apa-apa untuk bertanya dan merasa tidak tahu. Ini membantu anak memvalidasi perasaan mereka sendiri tanpa rasa takut dihakimi.
  2. Dalam film ini anak belajar tentang melihat perbedaan itu alami. Willa tidak melihat perbedaan sebagai “masalah”, melainkan sebagai realitas keseharian yang kaya warna.
  3. Tokoh Willa aktif dalam bertanya berbagai hal , menjadi pengamat yang kritis pada lingkungannya, serta melakukan kreatifitas dan mengisi hari harinya dengan bercakap-cakap, bermain, belajar bersama , ini bisa menjadi contoh bagi anak masakini yang tergantung pada garget

Pelajaran bagi orangtua dan guru di sekolah dalam film ini,

  1. film ini menjadi pengingat untuk mendengarkan anak dengan sungguh-sungguh. Cara orang dewasa merespons pertanyaan “ajaib” Willa menunjukkan betapa pentingnya ruang aman bagi anak untuk berpendapat. Sehingga muncul kepercayaan bahwa orang tua atau guru adalah sumber informasi yang aman.
  1. Kita tidak perlu buru buru menghakimi atau memberi solusi saat anak bertanya, tetapi lebih ke menghidupkan diskusi dan tetap berbicara dengan lembut, tentunya dengan tatapan kasih sayang dan senyuman.
  2. Orang tua atau guru dapat melihat bagaimana anak memandang kita dari matanya, anak akan banyak belajar dari sifat orang tuanya oleh karena itu kita harus menunjukan empati dan tanggung jawab kita.

Pendidikan terkadang tidak melulu didalam kelas atau di dalam buku, namun pula dalam bentuk Film atau tontonan dapat menjadi obat Mujarab dalam membentuk karakter positif anak dengan cara yang simple. Keren untuk ide nonton barengnya untuk Komunitas Guru Belajar Nusantara, semoga ide-ide segar dalam memotivasi semangat guru untuk belajar terus bertumbuh.

Penulis : Dr. Wulan Widaningsih.

Tinggalkan Balasan

1 komentar