Pentigraf_Belanja Tanpa Uang

Cerpen470 Dilihat

Belanja Tanpa Uang

Oleh: E. Hasanah

Secangkir kopi dan pisang goreng menghangatkan pagi. Sambil menanak nasi untuk sarapan, biasanya Emak ngobrol ngaler ngidul dengan Pak Su. Dari mulai membicarakan anak, pekerjaan, sampai hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari. Tiba-tiba Pak Su bilang, kayaknya kita sudah 3 mingguan ya tidak ke rumah ibu. Mumpung hari minggu, kita ke sana yuk sekarang, ajaknya. Emak juga sudah kangen ketemu ibu jadi Emak hanya meng-iya-kan saja.

 

Selesai sarapan dan membereskan persiapan perjalanan, Emak dan Pak Su berangkat ke rumah ibu yang lumayan jauh karena beda provinsi. Akan menghabiskan waktu sekitar 4 jam dengan kendaraan. Dari rumah tidak membawa apapun untuk oleh-oleh ibu, bahkan untuk bekal di jalan juga tidak. Gampang banyak yang jualan, mampir saja nanti.

 

Di perjalanan saat melewati toko dan deretan pedagang, Pak Su memberhentikan mobilnya. Mak beli dulu roti, buah-buahan, dan apa saja untuk oleh-oleh ibu katanya. Jangan lupa beli juga air minum dan makanan ringan buat kita, kata Pak Su. Iya, mana uangnya Pak, kata Emak. Lho kan yang biasa pegang uang Emak, jawabnya enteng. Wah ini Pak Su bisanya hanya ngajak dan minta saja, pikir Emak. Tapi Emak turun juga dari mobil sambil sedikit ngedumel, mau belanja yang dikatakan Pak Su tadi. Bakal kebobolan nih pikirnya. Di minimarket Emak memilih belanjaan untuk oleh-oleh dan makanan ringan bekal di perjalanan. Barang belanjaan dibawa ke cashier, Emak membuka tasnya untuk mengambil uang. Emak pucat dompetnya di tas tidak ada. Waduh bagaimana ini? Sambil terbata Emak bilang kepada cashier, Mbak maaf ini belanjaan titip sebentar, saya ambil dulu dompet ketinggalan, kata Emak. Bergegas Emak menghampiri Pak Su di mobil. Pak dompet Emak gak kebawa di tas yang dipakai kemarin, jadi minta uang untuk bayar belanjaan. Bapak juga gak bawa uang Mak, timpalnya. Waduh… Pak bagaimana ini? Emak bingung. Ini pakai ATM saja bayarnya, jangan pakai uang, kata Pak Su. Ah Pak Su bikin jantungan saja.

Sukabumi, 27 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

1 komentar