Catatan kesiswaan 1
Cerita 3 Tahun yang lalu Angkatan 2018

Breemm……..breem ……bunyi knalpot Roda Dua pada saat mesin dipanaskan. Sembari mengelap kaca dan body Roda Dua . hal Itu serangkaian aktivitas sebelum berangkat kesekolah alias mengajar.
Seperti biasanya sehari- hari. Saya melakukan kegiatan rutinintas baik sebagai pengajar, Pendidik maupun sebagai Koordinator Kesiswaan di salah satu Sekolah Negeri. Kalau dari rumah lumayan jauh 22 Km. Singkat cerita.
Mulai dari Hari Senin sampai dengan sabtu selain mengajar siswa. Saya juga memantau, Membimbing, mengarahkan siswa maklum sebagai Koordinator Kesiswaan. Walaupun sebagai Koordinator Kesiswaan saya merasa ada tanggung jawab yang harus saya emban dan dilaksanakan.
Mulai dari merekap Absen Siswa per bulan dari setiap masing-masing kelas, sampai dengan menangani siswa yang bermasalah alias perlu bimbimngan eksta. Apakah mengenai masalah yang telat, Alpa, bolos,lompat pagar, sampai dengan penyelesaian konflik atau sebagai mediator siswa yang bermasalah. Baik terhadap orangtua, dan walikelas.
Pernah ketika itu, waktu Koordinator BK dan anggota Bknya masing cuti hamil sampai dengan Dinas Luar. Pada saat itu ada penumpukan masalah kesiswaan. Ada yang berkelahi, lompat pagar, panggilan Orang tua 1 dan 2.
Dalam waktu bersamaan masalah tersebut harus diselesaikan. Ya Allah dalam hati kecilku, sambil menarik nafas Astafirullahalazim..sampai-sampai saya stress dan tensi terasa naik, Suhu badan terasa panas . Ohh.. coba bayangkan atau bahkan rasaakan dalam waktu bersamaan harus diselesaikan.
Parahnya waktu itu belum ada sistem penangan kesiswaan yang memadai, dan kesadaran guru bidang Study dan Walikelas masing Rendah mengenai Kenakalan siswa. Endak mau diambil pusing begitulah prinsipnya.
Gubrak.. kejongkang saya selama tiga hari. Begitu dicek tensi darah saya 160 uhhhhh.. sambil istifar. Kebetulan ortu seorang mantri desa yang tugasnya dibidang Kesehatan. Ortu bilang ama saya. Kik beguwai suwa akal dang sua otot goh. Artinya kalau bekerja harus smart bukan otot aja pakai akal lah.dari peristiwa tersebut saya mulai sadar akan sebuah sistem , ide, dan gagasan. Dalam menyikapi setiap persoalan dan masalah kesiswaan. Saya sadar akan kekurangan dan kelemahan apalagi kita sebagai manusia biasa. Perlu kerjasama dan kekuatan.













