
Calon Buku Saya, mohon doanya segera terbit, terimakasih.
Oleh. Hariyanto
BERKENALAN DENGAN GENRE PUISI 2.0
SALAM LITERASI,
Sebenarnya simpel dan mudah menulis puisi 2.0 jika sudah tahu resepnya. Tetapi proses mengenal lalu mengerti itu menjadi tidak mudah untuk mendapatkan resepnya.
Puisi yang digagas oleh Prof. Dr. Endang Kasupardi ini mensyaratkan satu bait puisinya hanya ada 20 kata saja, tidak boleh lebih, namiun jika kurang 20 kata diperbolehkan.
Isi puisi adalah tentang obyek benda nyata, yang ditulis dengan fokus. Penulisan fokus ini membuat seseorang menjadi lebih “teliti” agar tidak salah menjadi menggambarkan dirinya sendiri. Boleh menggambarkan sikapnya terhadap benda tersebut, namun biasanya ada di akhir baitnya. Itu pun dapat dibenarkan karena menyangkut aspek “rasa” Dengan perbandingan 60 : 40 rasio penggambaran obyek dengan logika dan ilmiah sebanyak 60 % dan 40 % aspek rasa.
Fokus pada obyek tertentu tentu membuat puisi seperti kelihatan “sederhana” baik dalam kata dan bahasanya, dan juga isinya. Namun puisi sederhana ini yang diibaratkan sebuah tesis ini adalah Abstraknya; harus tetap mampu menggambarkan obyek atau peristiwa menyeluruh. Sehingga kata dan bahasa sederhana harus diberi kelebihan dengan memunculkan majas, atau diksi dan rima. Tidak lupa pada pemenggala]n kalimat secara tepat. Dengan cara itulah puisi kecil dan sederhana ini menjadi lebih bernilai, berbobot dan “berjiwa”
Menurut pengalaman penulis sebagai guru di SD, puisi 2.0 ini cocok dan sesuai diajarkan pada siswa SD kelas tinggi , 4 5 6. Bentuknya yang sederhana dengan pembatasan jumlah kata tidak lebih 20 kata maka siswa menjadi tidak terbebani. Apalagi tidak dituntut harus langsung bagus dengan menggunakan majas dan irama, dan diksi. Prinsipnya mengenalkan puisi sederhana kepada siswa adalah menyuruh siswa tidak takut menuliskan. Pokok ditulis saja, dalam kasus puisi 2.0 ini asala tidak melebihi 20 kata. Prinsip ini akan membuat siswa percaya diri dan pada akhirnya mempu menulis puisi secara lebih baik lagi.
Begitu pula Dr. Endang Kasupardi….selalu menekankan kepada yang berminat dengan puisi 2.0 agar tulis saja sebanyak-banyaknya. Pada saatnya nanti akanmenemukan formulanya dan bentuk puisi yang indah. Bukan sekedar indah namun sudah bernilai sastra dengan diksi kuat dan majas serta irama tertentu.
Maka prinsip tulis-tulis-tulis menjadi model motivasi dengan sedikit merubah redaksi menjadi: kuantitas-kuantitas-kuantitas baru KUALITAS. Itulah rangkaian kata yang sering diberikan oleh Dr. Endang Kasupari penggagas Puis 2.0.
Berikut ini ada beberapa contoh puisi 2.0 dari tulisan beberapa sahabat yang bisa dijadikan panuan dan referensi penulisan puisi 2.0. Semoga bermanfaat. Aamiin
SALAM LITERASI
Blitar, 25 Januari 2022
Hariyanto
Contoh beberapa PUISI 2.0
CERITA HUJAN
Oleh , Lestari
dan
awan pun menitik
menjadi butir-butir air
yang menggelincir dari ujung genting
lalu
mengalir menuju hilir
TERBANGUN
Oleh. Rasopset
cahaya menyelinap
melalui celah jendela
lalu
melepaskan lelap
yang terkuncidalam
mimpi
LEGENDA SINGASARI
Oleh. Hariyanto
keris sakti itu
ada wajah
mpu gandring
dan ken arok
membangun tahta baru
di atas batu hitam
berlumur darah
balas dendam
R O B
Oleh. Hariyanto
genangan perlahan
menyapu bibir pantai
membasuh mata kaki
hingga berhari-hari
menitip salam
para nelayan
5.RUMAH
Oleh, Hariyanto
Istana megah itu
Kini menggigil sepi
Menyambut dinginnya malam
Sendirian
Satu-satu putra mahkotnya
Berkuda jauh
Membangun mahligai.













