MENGENAL GENRE PUISI 2.0 DAN CONTOHNYA

Literasi728 Dilihat

Calon Buku Saya, mohon doanya segera terbit, terimakasih.

Oleh. Hariyanto

BERKENALAN DENGAN GENRE PUISI 2.0

SALAM LITERASI,

Sebenarnya simpel dan mudah menulis puisi 2.0 jika sudah tahu resepnya.  Tetapi proses mengenal lalu mengerti itu menjadi tidak mudah untuk mendapatkan resepnya.

Puisi yang digagas oleh Prof. Dr. Endang Kasupardi ini mensyaratkan satu bait puisinya hanya ada 20 kata saja, tidak boleh lebih, namiun jika kurang 20 kata diperbolehkan.

Isi puisi adalah tentang obyek benda nyata, yang ditulis dengan fokus. Penulisan fokus ini membuat seseorang menjadi lebih “teliti” agar tidak salah menjadi menggambarkan dirinya sendiri. Boleh menggambarkan sikapnya terhadap benda tersebut, namun biasanya ada di akhir baitnya. Itu pun dapat dibenarkan karena menyangkut aspek “rasa” Dengan perbandingan 60 : 40 rasio penggambaran obyek dengan logika dan ilmiah sebanyak 60 % dan 40 % aspek rasa.

Fokus pada obyek tertentu tentu membuat puisi seperti kelihatan “sederhana” baik dalam kata dan bahasanya, dan juga isinya. Namun puisi sederhana ini yang diibaratkan sebuah tesis ini adalah Abstraknya; harus tetap mampu menggambarkan obyek atau peristiwa menyeluruh. Sehingga kata dan bahasa sederhana harus diberi kelebihan dengan memunculkan majas, atau diksi dan rima. Tidak lupa pada pemenggala]n kalimat secara tepat. Dengan cara itulah puisi kecil dan sederhana ini menjadi lebih bernilai, berbobot dan “berjiwa”

Menurut pengalaman penulis sebagai guru di SD, puisi 2.0 ini cocok dan sesuai diajarkan pada siswa SD kelas tinggi , 4 5 6. Bentuknya yang sederhana dengan pembatasan jumlah kata tidak lebih 20 kata maka siswa menjadi tidak terbebani. Apalagi tidak dituntut harus langsung bagus dengan menggunakan majas dan irama, dan diksi. Prinsipnya mengenalkan puisi sederhana kepada siswa adalah menyuruh siswa tidak takut menuliskan. Pokok ditulis saja, dalam kasus puisi 2.0 ini asala tidak melebihi 20 kata. Prinsip ini akan membuat siswa percaya diri dan pada akhirnya mempu menulis puisi secara lebih baik lagi.

Begitu pula Dr. Endang Kasupardi….selalu menekankan kepada yang berminat dengan puisi 2.0 agar tulis saja sebanyak-banyaknya. Pada saatnya nanti akanmenemukan formulanya dan bentuk puisi yang indah. Bukan sekedar indah namun sudah bernilai sastra dengan diksi kuat dan majas serta irama tertentu.

Maka prinsip tulis-tulis-tulis  menjadi model motivasi dengan sedikit merubah redaksi menjadi: kuantitas-kuantitas-kuantitas baru KUALITAS. Itulah rangkaian kata yang sering diberikan oleh Dr. Endang Kasupari penggagas Puis 2.0.

Berikut ini ada beberapa contoh puisi 2.0 dari tulisan beberapa sahabat yang bisa dijadikan panuan dan referensi penulisan puisi 2.0. Semoga bermanfaat. Aamiin

SALAM LITERASI

Blitar, 25 Januari 2022

Hariyanto

Contoh beberapa PUISI 2.0

CERITA HUJAN

Oleh , Lestari

dan

awan pun menitik

menjadi butir-butir air

yang menggelincir dari ujung genting

lalu

mengalir menuju hilir

TERBANGUN

Oleh. Rasopset

cahaya menyelinap

melalui celah jendela

lalu

melepaskan lelap

yang terkuncidalam

mimpi

LEGENDA SINGASARI

Oleh. Hariyanto

keris sakti itu

ada wajah

mpu gandring

dan ken arok

membangun tahta baru

di atas batu hitam

berlumur darah

balas dendam

 

R O B

Oleh. Hariyanto

genangan perlahan

menyapu bibir pantai

membasuh mata kaki

hingga berhari-hari

menitip salam

para nelayan

5.RUMAH

Oleh, Hariyanto

Istana megah itu

Kini menggigil sepi

Menyambut dinginnya malam

Sendirian

Satu-satu putra mahkotnya

Berkuda jauh

Membangun mahligai.

Tinggalkan Balasan