Ada Bedanya

Terbaru316 Dilihat

Melayani sepenuh rasa dan sepenuh hati adalah niat hati yang terdalam yang akan selalu dijaga biar terus membara. Berkorban sedikit dengan apa saja yang bisa dikorbankan. Waktu, materi dan yang lainnya. Terkadang keluarga sendiri juga terkorbankan demi sebuah amanah yang tak biasa yaitu menjadi seorang pendidik.

Mendidik sangat jauh berbeda dengan mengajar. Mengajar cukup transfer ilmu yang dimiliki sebaliknya mendidik lebih dari sekedar transfer ilmu. Hal terkecil dari siswa pendidik tahu. Walaupun hanya sekedar mengingatkan untuk membersihkan pusar.

Begitulah menjadi pendidik, hal kecilpun diperhatikan. Tiada yang mampu menjalani profesi selain seseorang yang telah biasa mengolah rasa. Sehingga mendidik bukan lagi sekedar profesi melainkan kewajiban.

Untuk suatu perubahan besar maka ada yang perlu diperjuangkan. Pengorbanan tak perlu dihitung lagi karena pengorbanan itu tidak ada yang mampu menggantikannya. Maka patutlah kiranya memperjuangan perubahan besar yang akan terjadi dimasa depan.

Saat ini pengorbanan seolah-olah tak berarti. Namun siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi dimasa depan? Semua masih rahasiaNya. Pengorbanan yang tulus maka akan dibalas lebih olehNya.

Untuk para peserta didik, saat ini memang belum tumbuh tampak nyata akan arti sebuah kesuksesan namun yakinlah rasa optimis dan semangat akan membawa masa depan yang cerah berupa kesuksesan yang nyata adanya.

Perjuangan akan berbuah manis jika ada kerjasama yang tak biasa. Seriuslah dan yakinlah semua akan manis bisa waktunya telah tiba.

Tinggalkan Balasan