Tanpa terasa satu bulan telah berlalu. Rasanya baru kemaren sahur bareng keluarga. Ternyata hari ini Ramadhan telah berakhir.
Malam takbiran yang bergema tanpa henti-hentinya membuat suasana bahagia tampak begitu nyata. Sautan suara takbir yang membuat hati bahagia bercampur sedih telah menjadikan bukti bahwa Ramadhan benar-benar telah pergi.
Sedih rasanya disaat melepas kepergian Ramadhan. Begitu banyak kita diantara kita. Pejuangan yang tak bertepi, sehingga menjadikan diri semakin rindu untuk bertemu lagi. Akan kah itu akan terjadi? Entahlah… apakah tahun besok kita akan bersua lagi? Keyakinan akan kehadiranmu itu adalah sebuah kepastian, tapi bagaimana dengan diriku yang rasanya juga ingin mengikat janji denganmu. Namun janjiku tidak pasti, karena aku tidak tahu kapan waktu pulang menemuiNua, sehingga disaat kepulangan itu tiba dipastikan kita tidak akan pernah bertemu lagi.
Masih banyak kekurangan dalam menjalani hari-hari bersamamu. Target-target yang telah dibuat, ternyata tidak mudah menaklukkannya. Butuh perjuangan lebih menuntaskan semuanya.
Harapan terbesar semoga tahun besok kita bertemu lagi. Mulai hari ini kan ku ukir rasa rinduku dengan tetap menjalankan rutinitas positif selama bersamamu. Nanti bila tiba waktunya, rindu kita akan sama-sama membara. Tiada yang lebih indah dalam menjalani sisa-sisa umur ini, selain bertemunya dua kekasih yang sangat lama tidak bersua. Sudah terbayang dipelupuk mataku akan keindahan itu.
Harus ada yang akan aku persiapkan untukmu sebagai tanda dan oleh-oleh untukmu nanti. Semoga Allah ridho dan izinkan kita bersua lagi tanpa batas. Aamiin ya rabbal’alamiin
Dimana ada pertemuan disitu akan ada juga perpisahan.
Kebagiaan yang membara bertemu dengan hari yang ditunggu-tunggu yaitu Idul Fitri. Semua kembali fitrah sehingga kehadiran Idul Fitri bukan hanya sekedar hadir, namun kebahagiaan dan kebahagiaan yang dihadirkan membuat diri sumringah menemuinya. Alunan takbir yang tak henti-hentinya terus bergema. Membuat rasa bahagia dan haru bercampur tanpa ada batas lagi.
Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar.. laillahaillahuwallahuakbar…Allahu Akbar..Allahu Akbar …Allahu Akbar walillahilham…
Tanpa terasa air mata ikut mengalir membasahi pipi, dan ini adalah pertanda bahwa Ramadhan benar-benar telah pergi.
Harus disyukuri dan dinikmati apapun yang hadir dalan kehidupan. Jika pertemuan sesaat membuatmu bahagia kenapa perpisahan yang juga sesaat tidak membuat bahagia.
Teruslah berjuang mempertahankan hal-hal positif yang telah dilakukan sebulan penuh. Jadilah pribadi yang jauh lebih baik. Belajar untuk banyak diam dan bicaralah jika dibutuhkan. Karena dalam diam nikmatnya dzikir dan do’a akan membawa kedamaian dalam hidupmu.
Jangan pernah membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena pertanggungjawaban apa yang dilakukan oleh dirimu hanyalah oleh dirimu sendiri.
Semangat… sambutlah idul fitri dengan penuh bahagia. Lepaslah Ramdhan dengan janji akan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Insya Allah akan bersua lagi tahun depan. Jika tahun depan Allahpun tidak izinkan kita bersua duhai Ramadhanku, maka ku titip rasa rindu dan sayangku padaNya.










