Bila Rasa Itu Hadir

Terbaru664 Dilihat

Sesedih apakah hatimu sehingga tersenyum saja tidak sanggup. Sesedih apakah dirimu sehingga bangkit saja tidak sanggup. Akankah lama semua itu terjadi? Apakah pembiaran yang membuat dalam rasa sedih akan bisa berbalik menjadi obat akan sebuah kesedihan?. Selarut itukah hatimu menerima kesedihan itu. Sehingga banyak hal yang tertunda, kebahagiaanpun dikorbankan hanya untuk mengizinkan dirimu larut akan sebuah kesedihan.

Kadang disaat berada di level terendah dalam hidup, ada saja yang merayu untuk terus berada di titik itu. Inginnya rayuan itu menjadikan diri semakin terpuruk akan sebuah kesedihan. Alangkah malangnya diri mau saja menerima kesedihan sampai-sampai larut terlalu lama.

Ayolah… move on now!

Cobalah mundur selangkah saja untuk melihat kebahagiaan yang pernah hadir dalam hidup. Sebelum kebahagiaan-kebahagiaan itu hadir bukanlah kadang kesedihan ikut membalut hadirnya kebahagiaan itu. Apa lagi yang membuat dirimu tidak sanggup senyum apalagi tidak sanggup bangkit? Selemah itukah dirimu?

Hati yang selama ini menemani perjalanan mengarungi kehidupan, akankah dibiarkan terlena dengan rasa sedih yang hadir. Saatnya mulai hadirkan senyum terindah yang pernah ada. Jangan kekang bibirmu hanya dikarenakan hatimu sedih. Jangan diamkan mulutmu hanya dikarenakan sebuah kesedihan.

Biarkan senyum hadir kembali, biarkan mulut berkata lagi. Yakinlah rasa sedih akan hilang dengan sendirinya jika dirimu izinkan bibir untuk tersenyum dan izinkan mulut berbicara walau hanya ingin mengucapkan ” duhai diriku, maafkan aku akan sebuah keterlenaan yang membuat hilangnya sebuah arti dalam kegembiraan yang terjadi”. Terus lanjutkan mulut berbicara “duhai diri mulai saat ini aku tersadar bahwa tidak ada yang busa membuatku sedih jika aku tidak mengizinkan, mulai saat ini rasa sedih akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi karena aku tidak akan izinkan lagi ia hadir dalam menodai kebahagiaan-kebahagiaanku”.

Jika rasa sedih telah pergi jangan pernah mau menerima jika ia hadir kembali. Rasa sedih akan membuat diri larut dan akan membuat diri susah untuk bangkit.

Jika Allah saja bilang karena kamu mampu makanya dikasih rasa sedih. Allah telah beri keyakinan karena hanya dirimu yang mampu yang lain tidak.

Apa yang mesti dipikirkan? Serahkan semua kepadaNya dan tanamkan keyakinan yang paripurna dalam hati bahwa ada Allah yang lebih besar dari rasa sedih yang singgah hanya sebentar. Disaat rasa sedih hadir yakinlah ada hal besar yang akan didapatkan yaitu berupa rasa rinduNya dan dirindumu yang akan terpadu menjadi sebuah keterikatan yang istimewa hingga nanti bila tiba waktunya.

 

Tinggalkan Balasan