Berusaha terus untuk hadir di kelas adalah sebuah perjuangan seorang guru. Disaat sakit melanda seorang guru akan terus berusaha hadir, dikarenakan di dalam pikirannya terbayang akan wajah anak-anak murid yang telah menunggu di depan kelas. Sapaan pagi yang biasa dilakukan pasti akan selalu dirindu oleh anak-anak murid. Candaan dan tawa pagi yang biasa dilakukan di kelas adalah kebiasaan sehari-hari seorang guru bersama para murid.
Entah kenapa disaat berusaha hadir ke sekolah, rasa sakit yang awalnya menggerogoti tubuh tiba-tiba hilang dengan sendirinya. Apakah ini yang dinamakan dengan keajaiban. Atau apakah anak-anak murid ini adalah “obat” penyembuh sakit sang guru.
Itulah perjuangan seorang guru. Rasa sakit tidak diacuhkannya dikarenakan besarnya rasa cibta dalam hati sehingga tetap hadir.
Betapa jasa guru tidak bisa dibayar oleh apapun. Harapan yang besar terpatri dalam hatinya ingin mengantarkan anak-anak didiknya mejadi sosok yang beradab dan berilmu, sukses dunia akhirat. Keihklasan dan ketulusan tidak bisa dibayar oleh apapun. Itulah hebatnya seorang guru.
Duhai para guru hebat, teruslah berjuang apapun kondisinya. Disetiap pengorbanan yang diberikan akan Allah bayar dengan surgaNya. Tiada yang lebih indah selain dapat hadiah surga. Disaat ada suka dan duka menemani perjuanganmu yakinlah malaikat telah catat dengan teliti. Teruslah belajar, teruslah menagajar. Jika lelah menghampiri teruslah semangat. Jangan acuhkan lelah itu sampai lelah itu lupa kalau ia sedang mengikutimu.
Insya Allah kita istirahatnya nanti di surga, ya para guru.










