Jika ditanya seletih apakah tubuh ini menjalankan aktifitas dari pagi hingga malam hari?. Seletih apakah perjuangan seorang ibu membantu ekonomi keluarga? Seletih apakah seorang pendidik yang melakukan banyak aktifitas dari pagi hingga sore menyapa? Jika ditanya pertanyaan seperti itu tidak ada yang sanggup menjawabnya, karena letihnya seseorang akan sangat berbeda dengan orang lain. Disaat mata memandang seseorang kelihatan letih ternyata bagi dirinya sendiri tidak merasakan letih itu. Ada juga yang kelihatan terlihat biasa saja namun ternyata dia sangat merasakan kelelahan yang teramat sangat.
Itulah pandangan mata yang tidak selalu benar dengan apa yang dilihatnya. Pandangan yang salah akan membawa dampak yang tidak baik kepada seseorang. Ketersinggungan hati yang hanya dari salah memberikan pandangan. Begitupun sebaliknya pandangan yang benar dan sesungguhnya akan membawa dampak positif bagi seseorang. Apapun pandangam yang diberikan akan ada dampak bagi orang yang menjadi objek pandangan oleh mata.
Letihnya seseorang tidak bisa digambarkan oleh apapun selain oleh orang itu sendiri. Ada letih yang membawa kenikmatan, ada juga letih yang membawa ketersia-siaan dalam menjalankan aktifitas. Keletihan yang bernilai akan selalu memberikan dampak yang teramat baik bagi seseorang. Jika letih dibalas dengan tidur yang teramat indah hingga menjelang subuh itu adalah nikmat yang teramat indah. Tiada yang bisa menjamin semua orang letih akan bisa menikmati tidur yang nyenyak.
Ada kalanya letih membawa bahagia ada kalanya juga letih membawa sengsara. Jika aktifitas dilakukan dengan ikhlas, semangat dan tujuannya adalah Allah maka letih akan bernilai ibadah. Tiada yang bisa merancang kegiatan bernilai ibadah selainNYA. Hanya Allah yang bisa memberikan rancangan terbaik untuk hambanya.
Letih yang tidak bertujuan kepadaNYA akan terus menyiksa orang yang melakukan aktifitas. Marah, kesal, sumpah serapah akan selalu menemani setiap langkahnya. Ada saja yang salah dan ada saja yang membuatnya marah. Itulah beda yang sangat jauh antara orang yang beraktifitas lillah dengan yang beraktifitas bukan karena lillah.
Jika di tanya lagi seletih apa tubuh ini? Jawabannya adalah tidak pernah letih yang menghampiri. Jikapun ada tetaplah itu semua bisa dilalui dengan hati yang lapang. Karena Allah telah beri kesempurnaan pada tubuh maka letih apa lagi yang dirasakan? Toh semua ada yang mengerjakan dan telah menjalankan kerja masing-masing. Insya Allah jika semua anggota tubuh telah menyerah dan ingin stop dalam menjalankan semua kerjanya masing-masing, maka saat itulah akhir dari sebuah letih.








Semoga lelah yg liLlah uni