“Enjoy” Ala Thomas Edison

Filosofi, Gaya Hidup337 Dilihat

Thomas Edison pernah diuji mentalnya ketika pabrik yang ia dirikan terbakar pada 1914. Kejadian itu sekaligus menghancurkan prototype buatannya, dan mengalami kerugian hingga US$23 juta. Respons Edison atas kejadian tersebut sangat sederhana. “Semua kesalahan kita habis sudah terbakar. sekarang kita bisa memulai lagi dari awal.” Seperti dilansir CNNIndonesia.com (18/4/17).

Tidak mudah menghadapi musibah seperti yang dialami Edison. Namun bagi Edison musibah kebakaran itu dijadikannya sebagai peristiwa terbakarnya kesalahan-kesalahannya di masa lalu dan memulainya lagi dari awal untuk mencari kebenaran.

Menyikapi kejadian buruk yang menimpa kita dibutuhkan kerja keras dan pola berfikir cerdas. Kejadian musibah yang menimpa kita bisa disikapi dari sisi yang lain. Reaksi Edison di atas adalah salah satu contoh bagaimana dirinya melihat peluang lain dari peristiwa pabriknya yang terbakar. Hal ini memang tidak mudah karena seseorang yang bisa berbuat seperti Edison hanya bisa dilakukan dengan kemampuan mengendalikan emosi negatif yang ada dalam dirinya.

Tanpa disadari ternyata hambatan dalam kehidupan ini justru dibuat oleh kita sendiri. Membiarkan jiwa kita terperangkap dengan pola berfikir negatif dan tidak pernah melihat titik terang dalam ruang segelap apapun. Kita bisa melihat seorang Edison masih mampu tersenyum dengan hati lapang walaupun pabriknya terbakar. Karena Edison mampu menggerakkan mata batinnya melihat jelas arah jalan menuju cerahnya masa depan.

Sosok seperti Edison adalah orang yang berjiwa besar. Sangat tepat dijadikan panutan seperti sikapnya menghadapi ujian seperti dituturkan di atas. Namun butuh perjuangan yang tidak mudah menerapkan pola berfikir positif seperti itu. Paling tidak kita mulai mampu menghilangkan segala jenis pikiran negatif dari dalam jiwa kita.

Manusia yang sukses dalam hidup adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir batin. Rahasia untuk mecapai tujuan kedua hal tersebut bisa ditempuh melalui jalan yang sering dilalui oleh orang-orang yang arif. Siapakah orang-orang yang arif tersebut?

Orang yang arif adalah mereka yang berjiwa besar, yang mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mengubah lawan menjadi kawan, mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Bagi orang arif bukan hal sulit memungut kebaikan dari hal terburuk.

Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi terutama keyakinannya terhadap pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu orang-orang arif selalu berani menghadapi kenyataan sepahit apapun. Orang arif seperti Thomas Edison selalu belajar dari kesalahan, berfikir positif, berani dan percaya diri serta yakin dengan pertolonganNya. Enjoy saja ala Thomas Edison.

Begitulah lima hal penting yang bisa dijadikan kunci untuk menghadapi dan menjalani kehidupan tanpa beban, tanpa hambatan. Bahagia itu tidak perlu dicari terlalu jauh, jangan-jangan ada di dalam hati kita sendiri. Coba rasakan hidup tanpa hambatan, hidup hanya menuju kepadaNya.

@hensa

Tinggalkan Balasan