Ketika membuka jendela online, tetiba mata ini terpaku dengan artikel yang bercerita tentang penyakit para lansia antara lain Osteoporosis, Hipertensi, Serangan Jantung, Diabetes, Prostatitis dan banyak lagi.
Semua penyakit itu kerap ditemukan dalam diri para lansia. Namun dalam artikel ini akan diulas penyakit osteoporosis yang sering tidak disadari oleh para lansia.
Bagi rekan-rekan lansia yang sudah sering membaca artikel tentang osteoporosis, anggap saja artikel ini sekedar untuk penyegaran agar kembali waspada.
Berikut adalah rangkuman hasil telaah dari beberapa media online yang menjadi bacaan bermanfaat, khsusunya bagi penulis yang sudah masuk kategori lansia.
Osteoporosis. Penyakit ini adalah penyakit tulang keropos. Kita sering mendengar di masyarakat dengan sebutan terkenal yaitu Osteoporosis.
Penyakit ini sering terjadi pada tulang bagi para lansia yang memang sudah rapuh, merupakan kondisi di mana kepadatan tulang mengalami penurunan. Akibatnya massa tulang kadarnya berkurang dan tulang menjadi rapuh.
Menurut dokter dr. Reyner Valiant Tumbelaka, Sp.OT, M.Ked.Klin Dokter Spesialis Orthopaedi di Mayapada Hospital Surabaya seperti dilansir Mayapadahospital.com (25/5/25), menyebutkan bahwa penurunan kepadatan tulang ini terjadi karena ketidakseimbangan antara deposisi mineral dan penyerapan pada jaringan tulang.
Hal ini menyebabkan ukuran rongga pada tulang semakin besar. Ukuran yang normal adalah berbentuk rongga-rongga kecil seperti sarang lebah. Karena ukuran rongga semakin besar, sehingga mengurangi kekuatan dan kepadatan tulang.
Pembesaran ukuran rongga tulang tersebut meyebabkan bagian luar tulang melemah dan menipis. Kondisi tersebut, tentu saja sangat membahayakan bagi kesehatan tulang yang mudah patah.
Waspadalah bagi para lansia. Banyak diantara mereka tidak menyadari bahwa ada keretakan terjadi pada tulang mereka. Apalagi penyakit ini bukanlah suatu keadaan yang dapat diatasi sepenuhnya dengan pengobatan jika sudah terjadi tulang patah.
Rekan-rekan lansia berikut ini adalah ciri-ciri yang harus diwaspadai bagaimana penyakit ini sedang mengintai. Beberapa gejala osteoporosis yang dapat ditemukan adalah, nyeri punggung, postur tubuh bungkuk, berkurangnya tinggi badan, patah tulang, biasanya mengenai tulang panggul, pergelangan tangan, atau tulang punggung.
Walaupun demikian, tidak perlu cemas karena ada cara pencegahan sedini mungkin bagaimana menghambat perkembangan gejala osteoporosis yaitu berolah raga dengan rutin.
Olahraga adalah aktivitas fisik yang teratur misalnya melakukan jalan sehat, bermain tenis ringan, senam ringan. Ini aktivitas yang sangat membantu bagi penderita osteoporosis untuk membangun massa dan kekuatan otot, meningkatkan kepadatan dan kualitas tulang, serta meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tulang.
Selain olahraga, upaya lain juga bisa dilakukan yaitu melakukan diet atau mengatur pola makan yaitu dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak kalsium dan vitamin D.
Nah makanan apa saja yang banyak mengandung vitamin D dan mineral kalsium. Yuk kita simak informasi beberapa jenis makanan yang mengandung banyak kalsium.
Susu murni yang telah diperkaya oleh kalsium (satu gelasnya mengandung sekitar 500-600 mg kalsium). Juga susu kacang yang telah diperkaya oleh kalsium (satu gelasnya mengandung sekitar 450 mg kalsium).
Keju (satu potong keju mengandung sekitar 150-200 mg kalsium). Sarden kalengan (setiap 100 gram sarden kalengan mengandung sekitar 300 mg kalsium).
Selain itu juga sayuran berdaun hijau seperti brokoli dan bayam. Satu porsi brokoli atau bayam mengandung sekitar 50-200 mg mineral kalsium.
Selain kalsium, beberapa mineral lainnya sangat penting seperti magnesium dapat ditemukan dalam alpukat, pisang, kacang-kacangan, tahu, gandum, kacang polong, dan kacang merah.
Zink yang dapat ditemukan dalam daging merah, kerang, biji-bijian, dan kacang-kacangan seperti pada kacang almond, biji bunga matahari dan biji labu.
Selain mineral, ada beberapa vitamin yang sangat berguna. Untuk mencukupi kebutuhan harian, vitamin D dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang.
Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak vitamin D adalah telur, jamur shitake kering, susu yang telah diperkaya dengan vitamin D, ikan seperti ikan tuna, mackerel, dan salmon.
Untuk meningkatkan jumlah vitamin D di dalam tubuh, bisa melakukan dengan mengonsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan suplemen kalsium untuk meningkatkan penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Selain itu dengan berjemur pagi di tengah sinar matahari selama 10-15 menit setiap harinya, dapat membantu tulang mendapatkan vitamin D yang cukup.
Selain vitamin D, juga Vitamin A adalah vitamin yang penting dikonsumsi yang bisa memperbaiki struktur tulang, dapat ditemukan dalam wortel, bayam dan ubi.
Begitu pula Vitamin B dapat ditemukan dalam gandum, daging merah, telur, kacang merah, tempe, kacang-kacangan, dan susu. Vitamin K dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, kembang kol, dan brokoli.
Yuk kita sehat rekan-rekan lansia. Semoga bermanfaat. Sehat penuh bahagia bagi kita semua.
@hensa17.








