Lidah adalah organ tubuh penting yang sangat berperan dalam kehidupan ini. Dengan lidah kita bisa berkata-kata sehingga mampu berkomunikasi dengan sesama dalam pergaulan.
Ada pepatah yang sangat terkenal yang menyebutkan memang lidah tidak bertulang yang memiliki makna bahwa mudah sekali berkata kadang kala tidak terbatas tanpa memperhatikan perasaan orang lain.
Lidah yang tidak bertulang ini juga membuat orang sering berbuat janji tetapi dengan mudah melupakannya sehingga tidak menepati janji tersebut alias ingkar janji.
Juga sering kali orang mengatakan bahwa lidah lebih tajam daripada pedang. Menggambarkan betapa berbahayanya sebuah perkataan yang mungkin bisa melukai perasaan seseorang.
Lidah sering pula diperibahasakan sebagai gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga. Hal tersebut mengungkapkan sering terjadi kesalah pahaman dalam keluarga akibat pertengkaran diantara sanak saudara. Semuanya akibat lidah yang tidak bertulang itu.
Sosok bijak Imam Ghazali selalu memberikan nasihat tentang kewaspadaan kita akan bahaya lidah. Menurut beliau lidah walaupun ukurannya kecil tetapi dampak kekuatannya sangat besar tidak terbatas.
Keimanan dan kekufuran tidak akan terungkap kecuali dengan lidah. Dengan lidah kita bisa menjelaskan apa-apa yang ada dalam pikiran kita dan segala hal yang dirasakan oleh hati.
Karena kekuatan lidah sangat besar dan tidak terbatas, maka pandai-pandailah kita menggunakannya. Perbanyaklah mengguakan lidah hanya untuk perkataan yang baik mengandung manfaat bagi sesama.
Demikian juga kita harus tetap selalu waspada dari bahaya-bahaya lidah yang mengintai dalam keseharian kita. Lidah sangat berbahaya pada saat digunakan untuk bicara yang sia-sia.
Bahaya lainnya dari lidah seperti mencaci-maki, menghina, mencela, memfitnah, mengumpat, mengutuk, berselisih, bertengkar, berdusta, membual. Semuanya adalah perbuatan yang tidak terpuji.
Pembicaraan yang tidak perlu merupakan bahaya dari lidah. Harus menghindari dari pembicaraan yang tidak ada gunanya yang hanya membuang-buang waktu dengan percuma.
Jangan sampai terjebak dalam suatu momen dimana terjadi diskusi yang tanpa manfaat karena saling berbantah argumen yang kosong. Begitu pula jangan sampai terjebak pada saat kita malah sangat berlebihan dalam berbicara sampai berbusa padahal isinya ksong.
Bahaya lidah yang berikutnya adalah kerap kali kita membicarakan hal-hal yang berbau maksiat, tidak membawa kepada Ridho Allah. Misalnya membicarakan tentang kemolekan wanita, membicarakan tentang perjudian, minuman keras.
Menggunakan lidah untuk membicarakan hal-hal yang berbau dosa sungguh sangat merugikan kita karena sudah membuang waktu tapa ada pahala.
Dalam hal ini kita harus selalu ingat dengan pesan penting dalam Al Quran yang menyebutkan bahwa Allah berfirman, tiada satu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir (QS Qaf ayat 18).
Sangat jelas pesan dari Al Quran tersebut, bagaimana kita selalu mendapatkan pengawasan dari Allah melalui MalaikatNya. Pengawasan tersebut harus diartikan sebagai bentuk Kasih SayangNya agar kita tidak tersesat.
Cara terbaik untuk bisa menghindari dari bahaya lidah adalah dengan diam. Benar diam adalah upaya paling baik untuk terbebas dari bahaya lidah yang mengancam.
Bahaya dan ancaman lidah bagi kehidupan manusia sangat serius. Tidak ada upaya apapun yang mampu terhindar dari ancaman serius tersebut kecuali dengan diam.
Mari kita simak sebuah riwayat hadis ketika Umar bin Khatab melihat Abu Kakar menarik-narik lidah dengan tangannya. Umar pun bertanya kepada Abu Bakar : “Wahai Khalifah, apa yang kau lakukan?”
Abu Bakar menjawab : “Ia menyeretku ke jalan kebinasaan.” Jawaban Abu Bakar yang dimaksud adalah lidah yang bisa membawa ke jalan kebinasaan.
Kita pasti ingat pesan Rasulullah dalam sabdanya bahwa tidak satupun anggota tubuh manusia yang tidak mengadu kepada Allah tentang ketajaman lidah. Sebagian besar dosa seseorang itu diakibatkan oleh lidahnya.
Rasulullah juga berpesan dalam sabdanya, barang siapa yang mampu mengendalikan lidahnya sehingga menjaga kehormatan seseorang, maka Allah akan menjaga kehormatannya di Hari Kiamat. Dan barangsiapa mengendalikan lidahnya pada saat marah, maka Allah akan menahan AzabNya.
Semoga kita termasuk ke dalam hamba-hambaNya yang mampu mengendalikan lidah dengan baik agar selalu terhindar dari perkataan yang tercela dan selalu berkata kepada kebaikan. Aamiin.
Salam bahagia @hensa17.







