Adanya kolaborasi antara Karang Taruna dengan Badan Usaha Milik Desa, BUMDes adalah sebuah kerja sama yang sangat ideal dalam memberdayakan peran Karang Taruna di desa tersebut.
Jika hal ini bisa dilakuka di setiap desa, maka peran Karang Taruna semakin berwujud nyata di tengah-tengah masyarakat desa.
Sebuah contoh kolaborasi Karang Taruna dengan BUMDes adalah di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.
Sinergi antara Karang Taruna di desa tersebut dengan Badan Usaha Milik Desa Gunung Kuning, telah membuahkan hasil yang nyata bagi kepentingan dan kemakmuran Desa.
Kolaborasi tersebut adalah pengelolaan yang profesional terhadap obyek wisata Situ Cipanten di Desa Gunung Kuning, yang mungkin bisa dijadikan percontohan bagi Karang Taruna di desa lain.
Bahkan keberhasilan kolaboratif Karang Taruna dan BUMDes tersebut telah berbuah juara kedua Nasional dalam kategori pengelolaan BUMDes terbaik versi Kementerian Desa.
Situ Cipanten adalah destinasi wisata yang sudah banyak menarik perhatian para wisatawan domestik karena destinasi wisata ini memiliki Danau Alami yang airnya jernih. Udaranya sejuk dengan suasananya yang nyaman karena di kelilingi rimbun pohon-pohon dari hutan hijau.
Situ Cipanten dengan view alaminya sangat Instagramable bagi mereka yang menyukai foto-foto untuk diposting di medsos.
Pemandangan di sekililingnya dengan air danau yang jernih benar-benar sangat memukau.
Dengan luas sekita 3,5 hektar, danau ini dulunya merupakan sumber air yang digunakan untuk kebutuhan lahan pertanian disekitarnya.
Begitu juga danau tersebut merupakan tempat untuk mengembangkan sektor perikanan sebagai sumber mata pencaharian penduduk setempat.
Sebagai danau yang airnya tidak pernah surut meskipun pada musim Kemarau, Situ Cipanten itu kerap kali disebut sebagai danau alami yang airnya selalu ada.
Menurut penduduk setempat air dalam danau itu berasal dari 7 sumber air di area hutan sekitarnya.
Setiap akhir pekan para wisatawan dari sekitarnya bahkan sudah banyak juga wisatawan dari Kota di luar Majalengka seperti dari Bandung, Jakarta, Cirebon sudah banyak yang berkunjung ke Situ Cipanten.
Karang Taruna Desa Gunung Kuning berhasil mengelola dengan baik pelayanan kepada para pengunjung yang datang ke Situ Cipanten dari mulai penataan parkir kendaraan, penjualan tiket masuk dan pengelolaan wahana yang ada dalam area Situ Cipanten.
Tiket masuk sangat terjangkau sebesar Rp 10.000 setiap orang. Jika ingin menggunakan wahana yang tersedia, maka para pengunjung bisa membayar lagi dengan tarif terjangkau.
Misalnya wahana Kapal dayung dengan tarif Rp 10.000 per orang Ayunan dengan tarif Rp 5.000 per orang. Wahana Bebek goes dengan tarif Rp 20.000 per orang.
Sepeda gantung dengan tarif Rp 25.000 per orang. Bagi yang ingin berenang free tapi bisa menyewa Pelampung dengan tarif Rp 10.000.
Dalam pengelolaan obyek wisata Situ Cipanten, Karang Taruna Desa Gunung Kuning berperan aktif dalam menyuplai tenaga kerja muda untuk mendukung pengelolaan kawasan wisata.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dalam pemberdayaan pemuda-pemuda di desa tersebut.
Selain itu, mereka turut berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial yang merupakan program desa seperti program rutin Jumat Bersih.
Maka jangan heran jika Situ Cipanten selalu terjamin kebersihannya serta keindahannya karena peran penuda Karang Taruda yang aktif mengelola dengan baik obyek wisata tersebut.
Dalam hal manajemen BUMDes, pengelolaan Situ Cipanten dilakukan secara profesional dari sisi manajemen dan administrasi, sesuai dengan aturan pelaporan keuangan kementerian terkait.
Semoga sebuah contoh kolaborasi Karang Taruna dengan BUMDes dalam ulasan di atas, bisa bermanfaat bagi Karang Taruna di Desa lain di Indonesia.
Salam @hensa17.







