Suka dan Duka Pembelajaran Jarak Jauh.

Terbaru416545 Dilihat

Suka Dan Duka Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Hai, nama saya Herliza dengan NIM 21020 dari tingkat 1A, Akper Polri. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan suka duka saya selama mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh dimulai sejak covid-19 melanda dunia. Awal pembelajar jarak jauh di mulai adalah ketika saya kelas 11 tak terasa kegiatan ini masih berlangsung hingga sekarang saya sudah kuliah.

Sudah hampir 2 tahun saya mengikuti pembelajaran jarak jauh. Terdapat banyak pembelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan, dan tentunya terdapat juga suka dan duka selama pembelajaran jarak jauh ini berlangsung.

Saya mendapat banyak pembelajaran mengenai teknologi, dan juga dengan adanya pembelajaran jarak jauh ini kita sebagai siswa/pelajar/mahasiswa dituntut untuk mampu menguasai teknologi jadi akan ada banyak pengetahuan yang kita dapat. Mulai dari pengetahuan menggunakan suatu aplikasi yang belum pernah kita coba sebelumnya.

Lalu kita juga harus mampu belajar beradaptasi dengan keadaan, suka selanjutnya adalah kita dapat bersiap siap sebelum mulai pembelajaran dengan rentan waktu yang lama karena kita tidak perlu datang langsung ke sekolah/kampus tetapi hanya dengan membuka layar hp/labtop saja.

Lalu kita juga dapat menghemat pengeluaran karena ketika belajar dari rumah kita tidak memerlukan uang jajan dan uang transport menuju sekolah/kampus, jadi uang tersebut dapat kita tabung. Dan yang tidak kalah menyenangkannya adalah adanya kuota gratis yang di sediakan pemerintah, tentunya hal ini sangat membantu kita jadi tidak perlu takut dengan kehabisan kuota atau kekurangan uang karena harus membeli kuota.

Tidak hanya suka saja yang kita dapat tetapi duka pun turut kita rasakan. Ketika jaringan tidak stabil atau terkadang media yang kita gunakan seperti laptop/hp yang terkendala masalah atau error. Selain duka karena media dan jaringan, duka lainnya pun saya alami karena tidak jarang juga rasa bosan dan kantuk datang menghampiri.

Terkadang bisingnya suara tetangga pun turut membuat semangat belajar menurun karena dapat membuat konsentrasi kita hilang. Belum lagi ketika hujan datang selain sinyal yang hilang suara hujan pun turut mengganggu dan rasa kantuk pun datang.

Juga dalam kondisi yang seperti ini pun terasa sulit bagi saya dalam hal mengenali teman-teman dan para dosen. Karena ketika bertatap muka saja saya terkadang masih sering lupa terhadap nama teman dan dosen saya, terlebih dengan situasi seperti ini akan lebih menyulitkan lagi bagi saya untuk mengenalinya satu persatu.

Sebenarnya dengan adanya covid-19 bukan hanya sisi negatif saja yang kita rasakan tetapi terdapat juga sisi positif. Karena dengan adanya covid-19 ini kita lebih di ingatkan lagi untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga kita yang tadinya tidak begitu paham dengan teknologi dapat menjadi paham karena adanya tuntutan dari keadaan atau situasi. Jadi Kita dapat mengambil pembelajaran dalam berbagai keadaan.

Tetapi saya berharap agar covid-19 ini segera berlalu agar kita dapat kembali seperti dahulu. Dimana kita bisa saling bertatap muka, saling bercanda bersama, mengerjakan tugas bersama dan masih banyak lagi.

Sekian cerita suka dan duka saya selama pembelajaran jarak jauh, terimakasih semuanya.

Tinggalkan Balasan