Alhamdulillah, setelah sekian lama saya memupuk kembali motivasi menulis akhirnya saya dapatkan sahabat dan guru yang selalu ada untuk mendukung saya. Dia adalah seorang guru yang saya kenal melalui dunia maya, ibu guru Sri Sugiastuti, yang dikenal dengan Bu Kanjeng. Sosok yang selalu memotivasikan saya denga karya-karyanya. Kadang saya berpikir, kenapa ibu guru selalu memberikan tulisannya untuk saya? saya tidak pernah berbikir bahwa dengan membagikan tulisan ke saya artinya dia peduli, bahwa untuk meningkatkan motivasi menulis adalah dengan berbagi karya kesesama penulis.
Baik malam ini adalah malam kedua saya mengikuti materi kelas belajar menulis. Kelas yang saya ikuti ini pun di undang oleh Bu Kanjeng sendiri. Sebenarnya ini harus resume yang ke dua, namun pada saat masuk kelas pertama saya masih bingung harus berbuat apa. Maka, belum ada hasil tulisan pada kelas pertama, dan hari ini kelas yang dibuka oleh OmJay dan dimoderatori oleh Bu Kanjeng sendiri, ini merupakan kelas yang luar biasa. Bagaimana tidak materi malam ini sangat mempuat saya pribadi tertampar dengan tema yang di bawakan. Pemateri malam ini adalah Bapak Doktor Naim, beliau adalah seorang dosen UIN IAIN Tulungagung, beliau telah menulis beberapa buku dan puluhan artikel. Di antara karya tulis yang pernah beliau tulis adalah
Buku: Islam Radikal Dan Deradikalisasi (2020), Aktualisasi Pemikiran Islam (2020), Literasi Dari Brunai Darussalam (2020), Spirit Literasi (2019), Teraju (2017), Proses Keratif Penulisan Akademik (2017), Menipu Setan Kita Waras Di Zaman Edan (2015), The Power Of Reading (2013), Character Building (2012), dan masih banyak buku solo dan jurnal artikel yang telah beliau tulis.
Dari banyaknya karya yang telah dihasilkan tentunya tidak didapatkan dengan duduk diam saja. Namun, ada motivasi terbesar dalam jiwa beliau dalam berkarya. Nah, sesuai dengan judul materi yang disampaikan malam ini adalah kunci-kunci penting dalam menulis. Dengan membuka kelas dengan memberikan motivasi tentang pentingnya menulis dalam dunia pendidikan. Beliau mengatakan bahwa,
“Guru merupakan kunci terpenting dalam dunia pendidikan. jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang diajarkan juga berkualitas. Namun, jika gurunya kurang berkualitas tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan. Dan salah satu kunci untuk meingkatkan kualitas seorng guru adalah dengan membangun budaya literasi, yakni budaya baca dan menulis.”
Pesan singkat di atas sempat membuat saya pribadi menjadi tersindir. Bahwa kita orang-orang yang berpendidikan di sekolahkan dan mengajarkan anak -anak saja kurang dekat dengan dua hak tersebut, bagaimana kita mau memberikan motivasi dan membangun dunia literasi dalam lingkungan sekolah? Padahal secara pribadi belum menguasi dunia literasi itu sendiri.
Materi malam ini pun dimulai. Kunci-kunci penting dalam menulis. Kunci pertama adalah kunci motivasi, ada pun bagian-bain dari kunci motivasi ini adalah motivasi karir, di mana menurut beliau jika keterampilan menulis kita semakin baik, maka kariri yang kita miliki pun juga akan terus meningkat. Menulis memang salah satu cara untuk meningkatkan karir seorang guru. Seperti yang telah beliau katakana bahwa dengan meningkatkan keterampilan menulis maka kariri yang kita miliki pun akan teruas berkembang, kemudian motivasi materi. Sudah banyak yang membuktikan bahwa dengan menulis dapat menghasilkan uang. Nah, sekarang apa yang kita inginkan dari kegiata menulis kita? kita bisa jadikan menulis sebagai salah sau motivasi untuk mengubah finansial kita. karena banyak dari penulis yang telah mebuktikan bahwa, menulis memang dapat menghasilkan uang dan dapat merubah perekonomian kita. namun, tentu dengan usaha dan kerja keraas. Ketiga motivasi politik. Ada pula orang hanya memiliki motivasi dengan tujuan politik tertentu, dan terakhir ada motivasi cinta. Nah, yang sat ini merupakan karena kecintaan akan dunia kepenulisan. Bagi mereka yang menulis dengan motivasi ini akan mendapatkan sesuatu yang special dalam diri mereka, kecintaan dengan dunia kepenulisan pun bisa membuat seseorang melupakan hal-hal yang tidak bermanfat. Nah, dari kempat motivasi tersebut. Di manakah tempat kita? apakah telah kita tanamkan motivasi untuk menulis? Atau selama ini hanya ikut-ikutan saja agar terkenal keren. Mulai sekrang tanamkan motivasi untuk menulis, karena dengan adany motivasi dapat meingkatkan semangat dalam setiap pekerjaan kita.
Kunci kedua adalah menulis itu anugrah. Memang benar adanya, menulis merupakan anugrah dari tuhan untuk setiap hambaNya. Karena setiap diri manusia dikarunikan untuk bisa menulis. Namun, banyak di antara kita yang tidak menyadari dengan apa yang ada dalam diri kita. saya pun terkadang membiarkan anugrah ini bersemayam dalam diri saya, padahal jika terus ditingkatkan dengan terus berkarya maka akan menjadi sesuat yang berharga dalam diri saya.
Jika, diingat lagi bahwa kemampuan menulis sudah ada dalam diri kita. tak ingatkah kita di zaman sekolah kita? atau ambil saja pada saat duduk dibangku kuliah. Sudah banyak tulisan yang kita tulis. Dari penugasan secara individu dan juga kelompok. Tentu kita ingat ketika seorang dosen meberikan tugas kita pun hars mampu menulis tugas yang diberikan. Bisa dihitung dari penugasan pembuatan makalah, artikel, bahkan samapai pembuatan skripsi, tesis atau disertasi. Dari situ saja sdah ada beratus-ratus halaman yang telah kita tulis, belum lagi tambaha dari penulisan laporan seperti KKN,Magang, dan juga PPL. Namun, semua itu ternyata tidak mebuat kita bisa meningkatkan kemampuan menulis kita, dalam hal ini ada beberapa factor yang menjaadi penghambat yatu : pertama, selama kuliah kita hanyalah seorang yang mampu menghasilkan makalah hasil fotokopi teman, kedua karena tugas makalah dibuat oleh orang lain, ketiga melakukan “kanibal” tulisan orang lain, yang keempat, langsung berburu referensi saat diberikan tugas.
Kunci yang tetiga adalah memberikan keajabiban dalam kehidupan. Menulis memang sesuatu yang menjanjikan salah satunya adalah meberikan kejaiban. Mari kita lihat saja keajaiban yang didapatkan oleh pemateri mala mini. Dengan menulis beliau mendapatkan banyak materi, materi di isini merpakan sebah pendapatan, dengan penulis akan dibayar sesuai dengan kesepakatan dari penulis dan penerbit, sering diundang sebagai pembicara dari berbagai forum, memiliki banyak teman, bisa membeli peralatan yang dibutuhkan, tulisan adalah perekam kehidupan yang ajaib.
Kunci keempat adalah tidak mudah menyerah. Untuk menjadi penulis harus mmiliki semangat yang terus menyala. Seperti kata beliau “saat mengikuti kegiatan menulis semanganya menggebu-gebu, namun jika kembali pada kesehariannya semangat itu perlahan-lahan memudar dan menghilang.” Jadi, kita pun harus mengatur jadwal untuk tetap semnagt dalam menulis. Misalnya sisakan 5 menit dalam satu hari untuk menghasilkan 1 lembar tulisan, dari pada dapat menulis 10 lembar sehari tapi tidak menulis setiap hai.
Kunci kelima berjejaring. Bangun jejaring kepenulisan salah satunya mengikuti kelas on line seperti bergabung dengan teman-teman yang mengikuti kelas lewat WAG, atau komunitas menulis yang dibentuk di FB, telegram, dan dimedia sosial lainnya. Karena, jika kita terus berada bersama orang-orang yang suka dengan hobi kita akan ada semangat yang kita dapatkan.
Kunci keenam adalah menulis sebanyak-banyaknya. Lakukanlah kegiatan menulis sebanyak yang kau mampu. Ini akan melatih untuk menghasilkan karya luar biasa.
Nah, itulah enam kunci yang harus diketahui oleh penulis. Kunci-kunci itu adalah alat untuk tetap produktif dalam menulis, selanjutnya kembali pada diri kita yang mana yang akan kita gunakan untuk terus produktif dalam menulis.










