TAK PERLU DIBERI NAMA

Terbaru717 Dilihat

Cerita lalu

Aktivitas Tambahan

Sesuatu yang menarik selaras dengan kiprah kita di bidang pekerjaan atau hobi, biasanya menjadi aktivitas tambahan yang menyenangkan. Seiring dengan struktur utama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), siapapun biasanya ada kegiatan ekstra. Bisa berupa penambahan peran menjadi Guru di rumah, perawat tanaman, bahkan biro konsultan untuk rekan sejawat. Apakah tidak sekaligus menambah julukan sikepo ? Hmm…ya, bisa juga demikian karena saya juga merasa di masa pandemi lebih sering menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang apapun. Bahkan hal-hal yang di luar pekerjaan. Hingga terciptalah sepenggal keluh kesah di dalam sebuah puisi

Kesedihan, seperti juga rasa lain.

Tak perlu diberi nama.

Binarnya pekat membentuk awan      kelabu.

Dan hujan pun turun.

Jika sebuah kesabaran adalah cerita     sejarah,

Kita harus kenyang menuliskannya.

Di buku yang berpunggung,

Di tempat-tempat yang bernama “belajar”

Sebab kesabaran memang harus dilatihkan

Hingga kesunyian menjadi bermakna

Jadi biarlah kesedihan tak perlu diberi nama

Jalanan putus kurus, hamparan bumi basah, bentangan langit tinggi

Tuhan….aku tidak suka siang, tidak juga malam

Tapi ..aku memuji ciptaan-MU.

Sahabat yang budiman, dari sanalah aktivitas tambahan menjadi makna. Ketika saya suka menyanyi, kemudian bergabung dalam sebuah komunitas Persatuan Guru Madrasah (PGM) akhirnya saya berada di sebuah tempat. Menyanyikan lagu-lagu religi. Berfoto bersama Bapak Bupati.

Ketika aktivitas tambahan menjadi prestasi hingga Juara 1 tingkat provinsi, kemudian menjadi Juara 3 di tingkat Nasional, saya yakin berliterasi malah bisa membawa kita berfoto dengan Gubernur bahkan mungkin bersama Bapak Presiden. Aamiin.

Tak perlu diberi nama. Kesedihan itu pun akan berganti. Sebab saya yakin menulis itu membawa nama kita pada kata bahagia. Seperti judul buku saya yang ketiga “Menulis Itu Rekreasi.”

Jika ada perantara pada setiap aktivitas tambahan kita, tentu seseorang akan menjadi bernama saat disandingkan bersama orang yang tepat. Setidaknya berkomunitas akan membantu mengatasi beberapa kesulitan dan hal-hal yang tidak kita mengerti.

Saat ini, menjadwalkan untuk menjadi guru kunjung (jarungjung) juga menjadi aktivitas menyenangkan. Hingga membawa saya berkunjung ke pendopo. Tempat kediaman Bapak Bupati. Semoga bulan depan saya bisa berkunjung ke Gedung sate, atau ke rumah Bapak wakil Gubernur, atau ke kediaman pimpinan produksi sebuah projek, agar bisa mengenalkan nama saya di buku ke 7.

Untuk para senior, terimakasih. Maaf saya masih senang mengekor.

Cianjur, 22 Agustus 2021

1 bulan lagi menuju setahun berliterasi saya bersama YPTD.

Tinggalkan Balasan

1 komentar