
Aku tak pernah berharap tinggi tentang dunia..
karena ku tahu..
dunia ini fana..
dunia ini tak selamanya..
Ku jalani, apa yang Allah beri.
Ku tapaki, meski terjal penuh duri.
Ku lalui, meski sering duka ku hadapi.
Ku lewati, meski tangis menghampiri.
Aku tak pernah berharap penuh dengan dunia, Karena aku tau..
dunia ini hanya sementara..
Kadang bahagia, tak jarang menderita..
hanya sebatas itu saja..
Hari demi hari, ku isi dengan segudang doa..
Sungguh, sebenarnya aku sangat malu..
saat meminta pada Nya..
Apa yang Dia beri, melebihi keinginan ku.
Sungguh sebenarnya aku teramat malu..harapan ku, kemauanku lebih besar daripada rasa syukurku..
Sungguh sebenarnya aku amat malu..
Lebih banyak ku ingat dunia daripada mengingat Nya..
Sungguh sebenarnya aku sangat malu..
Ketika Dia melihat dosaku, tapi Dia terus mengampuni ku..
Aku..
tak lagi ingin mengharap dunia..
Ketika ku berharap..tak kan mungkin ku bawa..
Ketika ku berharap..tak kan mungkin selalu ada..
Aku..
hanya manusia hina yang terus berharap..
Ketika Dia menjemputku..ada setitik senyum untuk ku..
Iya..untukku..sang pendosa senja..
Cianjur,
18 Juli 2022
~ raaina darwis ~






Dunia sementara akhirat selamanya
Bagus dan menginspirasi Ustadzah Intah.
aku bangga membaca puisinya, hehehe