Langit tanpa langit

Terbaru601 Dilihat

Aku bingung berdiri diatas trotoar jalan. Aku tidak kenal jalan ini, dan aku tidak tau tempat apa ini. Lalu lalang kendaraan, macet padat merayap ada di depan mataku.
Langit tak begitu cerah, matahari tertutup awan kelabu.

Di seberang jalan itu ada hamparan taman bunga yang indah. Beraneka ragam warna bunga di sana. Ingin aku ke sana, tapi jalan raya itu macet, aku takut menyebrang sendirian.

Tak lama ada lelaki memakai topi abu abu berkaos hitam menuntun sepeda motornya, berdiri di sampingku. Aku menunduk ketika dia menatapku. Ntah kenapa hatiku berdebar amat kencang menatap matanya. Aku seperti mengenalnya, tapi ntah dimana. Dia tersenyum, dia bertanya “mau menyebrang ?”, Aku hanya menangguk tanpa berucap apapun.

“Ayo bareng sama saya, saya juga mau ke sebrang. Motor saya mogok” ucap dia sambil tersenyum padaku. Aku berdiri disebelah kiri nya.

Kami melewati jalan raya yg macet itu tanpa hambatan apapun, sesekali aku melambaikan tangan agar kendaraan berhenti karena kami akan lewat. “udah tenang ajah, intan di sebelah saya saja” ujar lelaki itu sambil menuntun motornya.

Aku terkejut dan terdiam, bagaimana mungkin orang yang belum pernah aku temui, tau namaku.

Sesampai di sebrang, kami di tepat di taman bunga yang indah yang kulihat tadi. “Saya mau ke bengkel dulu ya, intan mau kemana ?” Ujar lelaki itu. Aku diam. Karena banyak pertanyaan dalam hatiku, siapa dia, bagaimana dia tau namaku.
Aku tak tau harus menjawab apa.

Dia masih menatapku, “intan mau lihat bunga di situ, bagus bagus yah” jawab ku kaku. “Oh ya sudah, intan tunggu di sini ya nanti saya antar pulang. Saya betulkan dulu motor saya. Ban nya kempes mogok juga”
Ucap lelaki itu sambil menunjukkan ban belakang nya yang sudah mulai kempes.

Aku mengangguk pelan. Lalu laki laki itu pergi meninggalkan aku sambil menuntun motornya.

Aku tertegun berdiri menatap dia yang menjauh..siapa kah dia, bagaimana dia bisa mengenalku. Aku belum pernah bertemu dengannya.
Apakah dia akan kembali seperti kata nya akan mengantarkan aku pulang,,ataukah aku tersesat di tempat ini.

Aku terkejut saat tetesan air hujan mulai membasahi kerudungku dan suara gemuruh petir di atas kepalaku..

Aku terbangun..huft..mimpi..
Kulihat jam di dinding..tepat 01.00 dini hari.

Masih kuingat wajah lelaki itu..semua di luar nalarku..dia yang tak pernah ku temui secara langsung..tapi aku bertemu dengan dia..dalam mimpiku..

 

Cianjur,

19 Juli 2022

 

~ raaina darwis ~

Tinggalkan Balasan

1 komentar