Sarapan Ilmu bersama mentari

Terbaru457 Dilihat

 

Hari ini anak – anak les ku bersemangat sekali. Belum selesai aku sholat dhuha, jam 06.30 wib mereka sudah berdatangan. Padahal belajar di mulai tepat pukul 07.00 wib.

Pagi ini udara terasa amat dingin, tampak sesekali matahari mengintip di balik segumpal awan kelabu yang bergerak beriringan dengan lambat.

“Sebentar ya, bunda sholat dhuha dulu. Kalian duduk dulu, siapkan buku nya. Pensil dan penghapus di atas meja. Susun meja nya yang rapi” Ujarku pada mereka, sambil mengangkat mukenah ku yg menyapu lantai.

“Siaappp bundaaaa” Jawab mereka serempak. “Wuihh.. Semangat banget” Lanjut ku.. Mereka senyum – senyum. “Kan sekarang hari Jum’at.. Pasti bunda punya cerita seru buat kami” Jawab novan. Murid ku yang masih duduk di bangku SD.

Iya..kebiasaan ku jika tiap hari Jum’at selalu bercerita tentang keteladanan Rasulullah dan para sahabat beliau..

Jika bukan aku.. Siapa lagi yang mengenalkan rasul pada generasi ku sekarang?☺

Bergegas aku masuk dan sholat dhuha. Anak anak pun tanpa intruksi segera menyiapkan buku les pensil pengahpus..tak lupa meja belajar.

15 menit kemudian, aku sudah siap mengajar.

Seperti biasa, sebelum belajar, aku membiasakan anak anak membaca doa. Kemudian periksa PR mereka, dan dilanjutkan dengan memberi soal soal.

Tak terasa, 1 jam setengah telah terlewati oleh ku dan anak anak dalam belajar. Saat memberikan PR, di saat itulah anak anak mulai menagih ku.

“Bund, hari ini mau cerita apa? ” Tanya khanza, teman sekelas novan. “Ohh iya ya, hari ini kita belajar tentang rukun iman.. Hayoo siapa yang tau urutan rukun iman?” Tanya ku.. Mereka berebutan menjawab..

“Aku dulu, aku dulu” Ucap mereka saling berebut.. Hehehe.. Lucu dan semangat sekali mereka.

“Sudah sudah, ayoo kita jawab bareng bareng” Ujarku menengahi karena mereka makin berebut dan tak mau mengalah.

Setelah itu kami menyebutkan nya satu persatu,, dan sambil ku jelaskan makna nya dari tiap buliran rukun iman.

Mereka semangat mendengarkan dan bertanya padaku.

Iyya.. Jika bukan aku, siapa lagi…

Karena saat ini, dunia pendidikan sekolah sudah serba dibatasi oleh keadaan politik negeri.

 

Sudahlah.. Aku tak peduli itu. Yang penting tiap hari aku tetap istiqomah menyiarkan ilmu ilmu Allah pada generasi muslim cilik di sekelilingku..

 

Sampai kapan..??

Sampai Allah menjemputku.. ☺

Tinggalkan Balasan