Si cantik krisan, dirawat tapi tak untuk dimiliki

Terbaru594 Dilihat

Namanya krisan. Bunga cantik yang biasa dipakai untuk dekorasi pernikahan.

Jenis bunga ini adalah bunga potong. Ditanam di kebun bunga. Bukan bunga yang ditanam di pot.

Beragam warna dari bunga ini, dan amat sangat cantik sekali bila di padupadankan menjadi satu ikat atau buket bunga.

Depan rumahku, sehamparan kebun bunga. Di desa ku sebagian besar adalah petani bunga. Yang di sebar ke seluruh Indonesia.

Mereka akan panen saat musim pernikahan atau event – event tertentu tiba.

Hari ini, aku mendatangi salah seorang petani bunga di sebelah rumahku.

Aku banyak bertanya bagaimana mulai pembibitan, perawatan hingga masa panen pada mereka.

Karena selama ini aku hanya melihat saja dari jauh, saat mereka menanam bibit, lalu menyiram, dan memberikan pupuk hingga panen. Bagiku serasa begitu cepat sekali masa panen, mungkin tidak ikut merawat bunga krisan ini.

Adapun bibit yang di ambil adalah pucuk dari tanaman bunga krisan itu sendiri. Di petik dengan ukuran panjang pucuk sekitar 20 sampai 30 cm. Kemudian pada saat pembenihan bibit, dicelupkan pada perangsang akar, namanya “Rootone”, lalu dibiarkan semalam agar obat meresap pada benih bibit.

Besok paginya, bibit disemai di sekam bakar. Selama 1 minggu. Sambil menunggu akar tumbuh, petani menyiapkan lahan untuk penanaman benih.

Jika sudah 1 minggu, benih yang sudah berakar, siap di tanam di lahan yang sudah di siapkan, dengan jarak penanaman kurang lebih 20 cm.

Kondisi tanah khusus untuk bunga potong krisan, harus tetaplah lembab. Agar akar cepat merambat dan menyebar. Apabila tanah kering, akan menghambat pertumbuhan bunga. Maka penyiraman bunga harus sering. Jika kondisi panas, penyiraman bisa 3 kali sehari.

Selama 10 hari penyiraman tanpa jeda apabila kondisi panas dan tanah kering. Namun, jika masih lembab jangan. Nanti akan mengakibatkan busuk batang.

Setelah 10 hari, tanaman akan terlihat segar. Barulah petani mulai memberikan pupuk organik. Phonska atau ZA. Kedua pupuk ini bisa disatukan dengan perbandingan 1 : 2.

Setelah pemberian pupuk, tanaman harus segera disiram. Karena pupuk yang mengenai pucuk, bisa menyebabkan pucuk tanaman kering bahkan busuk.

Lalu, biarkan selama 1 hari. Kemudian, beri lagi obat untuk membunuh hama. Adapun hama yaitu ulat, lintah dan kupu kupu. Yang bisa memakan batang tanaman atau bahkan mematahkan batangnya.

Adapun obat tersebut bernama Krisan, Polaram dan Met. Untuk takaran pemakaian obat tersebut, cukup 1 tutup botol nya saja, kemudian dicampurkan jadi satu. Lalu tuangkan ke dalam tangki penyemprotan. Untuk penyemprotan obat hama ini dilakukan seminggu sekali selama 3 bulan.

Setelah 3 bulan, obat diganti lagi dengan Gandasil B (untuk pembuatan), Gibro (untuk mempercepat pemekaran).

Adapun pemberian obat ini dilakukan selama 1 minggu sekali sampai menunggu masa panen. Lama pengobatan sampai ke panen 2 sampai 3 minggu.

Setelah itu, si cantik Krisan siap di panen dan di sebar ke seluruh pelosok negeri ini.

 

Hmmmm…mendengar penuturan petani ini membuatku tertegun. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang para petani menjaga Krisan layaknya anak perempuan…

Di rawat, di jaga dan di besarkan..tapi tidak untuk dimiliki…

Subhanallah…

Salut dengan petani bunga di desa ku..

 

Kawan..

Jika butuh bunga.. Marilah singgah ke rumah ku yaa…

Di sini lah dunia nya bunga..

 

Cianjur,

22 Juli 2022

 

~ raaina darwis ~

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan