Litam jadilah saksi bagiku kelak di Akherat..

Terbaru841 Dilihat

Sudah beberapa hari ini litam tampak murung. Dia adalah salah satu kucing kesayanganku.

Warna bulu nya hitam dan putih. Ke empat kakinya berbulu putih, jika di perhatikan seperti pakai kaos kaki.

Aku menemani induknya saat akan melahirkan dia bersama beberapa saudaranya.

Gelu, nama sang induk, tidak bisa diam saat akan melahirkan anak nya sejak pagi kala itu. Berputar putar dalam rumah, dan keluar masuk kamar ku dari pagi hingga siang. Aku tau, memang sudah waktu nya dia melahirkan. Tepat adzan ashar, 4 anaknya, lahir..

2 ekor berbulu 3 warna, coraknya hitam, jingga dan putih. 1 ekor berwarna random. Dan 1 ekor hitam putih..

2 ekor yang kembar, ku beri nama Lala dan Lulu. 1 ekor berwarna random, namanya kenil dan si hitam putih namanya Litam.

Beberapa bulan lalu, Lala dan Lulu sudah berpulang lebih dahulu. Awalnya sakit pilek biasa, ternyata mereka tak bisa bertahan.

Sama seperti Litam hari ini.

Dia selalu tau jika Adzan sudah bergema. Aku pasti beranjak segera berwudhu. Dia sudah menunggu ditempat aku hendak sholat.

Jika aku sudah pakai mukenah, dia akan segera manja di kaki ku.

Ketika aku takbiratul ihram, dia akan segera menyingkir dan rebahan di sisi sajadahku sebelah kiri.

Saat aku selesai sholat, berdzikir, berdoa dan mengaji.. Dia akan duduk dalam pangkuan ku.

Dia yang selalu tenang saat mendengar lantunan dzikir dan doaku. Dia yang selalu menikmati indahnya ayat Al-Quran yang aku baca setelah selesai sholat.

Bahkan terkadang, hingga tertidur Litam saat menikmati hangatnya doa dan ayat Al-Quran yang aku lantunkan.. Juga nyaman nya pangkuan ku.

Itulah kebiasaan Litam sejak mulai berjalan hingga dewasa.. Dan terakhir beberapa hari lalu sebelum dia meninggal.

Kemarin sore, dia makin murung. Dia tak mau makan. Dia hanya diam saja, sambil mengeluh pelan.

Tadi pagi, saat aku membuka pintu belakang. Dia sudah terbaring di balik baju Sakti. Dia sudah tak bernafas.

Aku sedih melihatnya,

Litam

Kucing hitam putih yang mungil, manja dan menggemaskan.

Selamat jalan sayang..

Ingat bunda ya..

jika suatu saat nanti di akherat, jadilah saksi pada Rabb.. Betapa bunda mencintai Ayat – Allah, yang selalu kau dengar hingga akhir hayatmu..

Jadilah saksi, betapa bunda menyayangi mu Litam..

 

Cianjur,

15 Agustus 2022,

 

~ raaina darwis ~

 

 

Tinggalkan Balasan