Rumbai merah putih pos gardu 4.4

Terbaru1337 Dilihat

Baru tahun ini aku melihat pos gardu di kampung ku se cantik ini.

Pos gardu ini sebagai tempat berkumpul nya bapak – bapak di malam hari sambil nge ronda malam. Di kampungku ada jadwal ronda malam bagi bapak – bapak dan anak muda. Yang terus berganti jadwal dan petugas ronda nya.

Mulai dari senin hingga minggu, semua bapak – bapak dan anak muda di kampungku dapat giliran jaga. Tentunya kegiatan ini demi menjaga keamanan di kampung kami.

Mereka mulai berdatangan setelah sholat isya. Biasa nya setiap malam, ada sekitar 7 sampai 8 orang. Bapak – bapak 4 orang, dan anak-anak muda 4 orang. Untuk kopi dan rokok sudah di siapkan oleh RT setiap malam, iuran nya dari sumbangan warga.

Karena bertugas berjaga di malam hari itu bukan lah tugas yang ringan. Mereka harus awas dan tidak mengantuk. Ketika jam 12 tengah malam, tim di bagi 2. 2 orang bapak – bapak dan 2 orang anak muda, akan beranjak keliling kampung. Sementara yang lain nya berjaga di pos.

Untuk 4 orang yang bertugas keliling kampung, mereka sudah membekali diri dengan kentongan, senter dan alat membela diri seadanya, di pergunakan tentunya jika keadaan mendesak.

Petugas yang menjaga di pos gardu pun mereka harus siaga apabila ada kode kentongan dari petugas yang berkeliling.

Sambil mengisi kekosongan, petugas yang menunggu di pos, biasanya mereka minum kopi dan bermain kartu remi dan domino.

Tentunya permainan ini dilakukan hanya saat sedang senggang saja. Karena mereka pun harus tetap awas dan siaga.

Berjaga malam hari itu tidak lah mudah. Orang yang biasanya berniat jahat, beraksi di malam hari. Dan biasanya mereka lebih cekatan dan lihai tentunya saat beraksi.

Setau ku, jika menonton berita di televisi. Para penjahat yang suka melakukan aksi kejahatan mereka, selalu memperhitungkan segala sesuatunya. Pada siang hari, mereka akan mengawasi area target. Itupun dilakukan biasa nya dalam beberapa kali, sambil mengawasi kapan lengah nya korban. Ketika dirasa waktu yang tepat, barulah mereka beraksi. Tapi, selihai apapun penjahat, pasti ketahuan juga.

Ibarat pepatah sepandai pandai tupai meloncat, akhirnya jatuh jua

Kembali ke pos gardu di dekat rumah ku. Rumah ku kebetulan RT 04 dan RW 04. RT kami kebetulan perempuan, jadi biasalah ala emak – emak, selalu aktif dan ingin keindahan.

Pos gardu yang mungil, disulap penuh hiasan bendera merah putih. Di sisi atap sebelah kiri dan kanan, dihiasi bendera merah putih dari kain, dan rumbai – rumbai bendera kertas merah putih menghiasi atap bagian depan. Dinding pos yang terbuat dari triplek, di cat dan di warnai serba merah putih. Mungkin karena memang kebetulan nuansa bulan Agustus, memperingati hari Kemerdekaan Indonesia.

Semoga, bukan hanya bulan ini saja pos gardu di tempatku se indah dan se rapih ini. Bukan hanya karena menyambut hari spesial di bulan Agustus, maka semua harus di hias se spesial mungkin.

Pastinya, bukan chassing pos ronda nya yang di bagusin, tapi makna hari kemerdekaan Indonesia itulah yang utama.

Sesekali aku melirik ke pos ronda yang berjarak tak lebih dari 100 meter dari rumahku.

Cantik dan terasa lebih hidup karena nuansa merah putih yang menghiasi nya.

 

Hmmm…

Semoga, makna perjuangan pahlawan kita demi kemerdekaan negeri ini tak terlupakan bagi generasi kita saat ini.

Aminn..

 

MERDEKA!!!! 

 

 

Cianjur,

2 Agustus 2022

 

~ raaina darwis ~

 

 

 

Tinggalkan Balasan