Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

KMAB, Terbaru909 Dilihat

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini selalu menjadi perhatian berbagai kalangan, tidak hanya kalangan pendidikan, tetapi juga masyarakat. Mereka menginginkan munculnya perubahan dalam hal upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul sebagai kritik terhadap pendekatan konvensional atau tradisional yang menekankan pada masalah, kebutuhan, dan kekurangan yang ada pada suatu komunitas. Pendekatan tradisional tersebut menempatkan komunitas sebagai penerima bantuan, dengan demikian dapat menyebabkan anggota komunitas menjadi tidak berdaya, pasif, dan selalu merasa bergantung dengan pihak lain. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.

SMP Negeri 2 Kramatwatu adalah sekolah yang terletak di kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Sekolah ini terletak di Jl Tonjong Kecamatan Kramatwatu dan dikelilingi oleh persawahan. Sekolah kami dikelilingi potensi-potensi sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Sebagai seorang pemimpin kita harus mampu memetakan segala aset yang dimiliki oleh sekolah. Pemetaan aset ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh sekolah yang nantinya akan dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan juga melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Berikut pemetaan aset-aset atau sumber daya yang dimiliki SMPN 2 Kramatwatu.

1. Modal manusia
a. Pendidik
• Guru sebagai Calon Guru Penggerak
• Guru kreatif dan inovatif
b. Tenaga Kependidikan
• Personalia TU
• Operator Sekolah
• Petugas perpustakaan
• Pembina Ekskul
• Penjaga Sekolah
• OB
c. Murid
Heterogen dengan berbagai potensi baik akademik maupun non akademik
d. Orang tua dan Komite
Mendukung kebijakan sekolah dan PBM yang berpihak pada murid

 

Peran : Sebagai narasumber atau instruktur dalam kegiatan pelatihan pengembangan Profesi Guru, Sebagai pemimpin pembelajaran di kelas, Murid sebagai output dan tongkat estafet budaya, Orangtua siswa membantu proses belajar murid di rumah. Tenaga Kependidikan berperan dalam memfasilitasi semua keperluan murid dan guru di sekolah, menjaga keamanan dan kebersihan sekolah

2. Modal Sosial
a. PGRI dan MGMP
b. Komunitas keagamaan
c. Organisasi Kepramukaan, PMR
d. Pondok pesantren, majlis ta’lim, Puskesmas, dan mini market
e. Masyarakat sekitar lingkungan
f. Adat istiadat, sopan santun yang masih dijunjung tinggi
g. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
h. Visi dan misi sejalan dengan semua pihak terkait

Peran: Sebagai wadah pengembangan karakter, minat, bakat, profesi, prestasi serta budaya

3. Modal Fisik
a. Ruang Kepala Sekolah
b. Ruang Guru
c. Ruang TU
d. Perpustakaan
e. Laboratorium IPA
f. Laboratorium Komputer
g. Ruang Keorganisasian (OSIS, PMR, Pramuka, dan Paskibra)
h. Ruang kelas yang menampung semua anak didik
i. Lapangan Upacara dan Olah Raga
j. Toilet murid, guru
k. Sumber air
l. Jaringan internet yang memadai
m. Alun-alun kramatwatu
n. Situs Banten Lama
o. Stadion Baynona
p. Bangunan gedung PGRI

Peran: Gedung sekolah, alun-alun kramatwatu, stadion, gedung PGRI sebagai tempat pembelajaran/pelatihan baik bagi guru maupun murid, Situs Banten Lama sebagai tempat belajar tentang sejarah Banten
sportasi

4. Modal Lingkungan/Alam
a. Empang
b. Danau Tasikardi, Danau Wulandira
c. Pertanian
d. Adanya pelabuhan Karangantu sebagai pusat perdagangan/pelelangan perikanan bisa dilihat videonya disini https://youtu.be/h3iV3HNNsT0

Peran: Sebagai tempat untuk kegiatan perkemahan, tempat ajang berbagai lomba, tempat untuk menggali pengetahuan budaya, tempat untuk karyawisata, pembelajaran mengenal lingkungan alam, sebagai tempat untuk mengenal kegiatan ekonomi

5. Modal Finansial
a. Dana Bos
b. Koperasi sekolah, Guru dan siswa
c. Tabungan
d. Swadaya komite dan orangtua

Peran: Dana BOS untuk operasional sekolah, dana alokasi khusus untuk sarana pendidikan, dana lainnya membantu menambah subsidi/ melengkapi kekurangan dana

6. Modal Politik
a. Pemerintahan daerah yang proaktif dan responsive kepada sekolah
b. Keamanan (Polisi/TNI)
c. Perangkat Kecamatan/Desa
d. Tokoh politik

Peran: Komite penyambung lidah antar sekolah dan orang tua siswa, Kepolisian dan Kejaksaan memberi penyuluhan tentang hukum dan kewarganegaraan, dan dan memperbolehkam murid yang belum memiliki SIM untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah karena tidak adanya sarana transportasi umum menuju sekolah. Tokoh politik berperan dalam pengambilan keputusan terkait pendidikan.

7. Modal Agama dan Budaya
a. Adanya situs Banten Lama yang mencakup pengetahuan agama, budaya dan sejarah Banten
Situs Banten Lama biisa dilihat pada video berikut ini https://youtu.be/5MMxiQGtauQ
b. Masjid Agung Banten
c. Banyak terdapat pesantren sebagai sumber pendidikan agama dan budaya
d. Klenteng

Peran: Situs Banten Lama, Masjid Agung Banten, Klenteng berperan sebagai tempat pembelajaran siswa dalam bidang agama baik agama sendiri maupun agama lain. Pesantren berperan dalam kerjasama untuk mendatangkan narasumber dalam kegiatan keagamaan

Jika proses identifikasi telah dilakukan, selanjutnya membuat strategi pengoptimalisasian kekuatan-kekuatan tersebut untuk merumuskan program yang memberikan dampak dan memunculkan keberpihakan pada murid dengan menerapkan tahapan BAGJA.

Tinggalkan Balasan

News Feed