YPTD,Kini Saatnya Aku Menjadi Bagian Darimu
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Kulonuwun..
Sampurasun..
Apakabar YPTD Maniac..?
Semoga semua sehat dan bahagia selalu.
Wabil khusus kepada Ayahanda Thamrin Dahlan selalu Pemegang Komando sekaligus Pemegang Kunci pintu literasi YPTD. Semoga Ayahanda selalu mendapat anugerah berkah umur panjang dan rezeki yang halalan thoyiban. Aamiin.
Demikian juga buat para pembaca yang budiman, dimanapun tulisan ini sampai jangkauan, semoga semua diberi kekuatan, keimanan dan ketaqwaan serta selalu diberikan jalan kebajikan. Aamiin.
Membaca dan mendengar nama YPTD, sebenarnya sudah sejak dulu. Banyak pihak yang membagikan karya nan ranum menggugah selera. DI sana tertera maskot YPTD yang mulai banyak dilirik karena menebar pesona keindahan yang membuat jantung ingin segera merengkuhnya. Kian hari kian banyak talenta yang bertebaran memenuhi belantara YPTD yang kian menghijau dan mengabarkan semilir angin yang kian nyaman dalam pelukannya.
Orang yang pertama kali mengenalkan YPTD kepada saya, siapa lagi kalau bukan Sang Guru Blogger kenamaan Indonesia. OM Jay, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Eh, dulu belum menyandang Doktor, masih Magister. Pada waktu itu beliau membagikan tulisan yang memuat nama saya yang indah. Hehe, kenapa saya mengatakan nama yang indah? Ya, karena begitu saya ketik Lely Suryani pada mesin pencarian Google, ternyata nama yang indah itu ada yang muncul dari rumah YPTD yang megah.
Teringat betul dikala itu, saya baru beberapa hari masuk Tim Solid OmJay ( TSO ) dan mulai mendapat tugas kepercayaan yang gurih. Membersamai bunda Musiin yang membawakan materi Anatomi Buku Non fiksi. Oleh beliau Om Jay, disadap full detailnya dari grup WA Belajar Menulis PGR. Selengkapnya hasil sadapan Om Jay, karena sesuai aslinya, maka dingin – dingin empuk rasanya. Yuk kita baca selengkapnya, klik :
Dentingan waktu yang menggelayut merdu merayu, kepakan sayap YPTD semakin membuatku berpegangan teguh mengikuti alunan iramanya. Perputaran karya dari para vokalis YPTD kian membuat jari jemariku ingin turut menari disana dengan lembutnya.Namun dikala Sang Pemilik Sukma belum mengantarkan raga yang lemah ini ke altar YPTD, maka buaian merdu dari para pujangga masih terasa hambar di dada. Ibarat untuk untuk melumat habis hidangan yang tersaji, masih terseok untuk mencapainya. Maka hanya untaian maaf yang bisa terungkap kepada para blitzer YPTD, karena belum bisa memberi komentar yang pedas menggeliatkan budaya.
Gelonbang semangat terus menyambar dengan keras tak pernah putus asa, bak liukan lautan mengajak bercengkrama. Pada suatu hari tatkala aku membelalakkan mata pada tulisan Bu There yang bertengger gagah pada menara YPTD, aku berbisik mesra kepadanya. Mungkin beliau merasa terusik dengan engahan nada bisikanku, sehingga langsung bergerak cepat bagai sembrani.
Masa- masa penantian sebagai wahana untuk membeningkan hati. Auman sendu dari para Singa Pujangga YPTD, masih terasa menakutkan, sehingga aku belum berani mendekat apalagi menempel. Baru kemudian disaat pagi menjelang, aku diam – diam membuka link YPTD. Hah..apakah benar yang kupandang ini? Apakah benar aku sudah bisa bermanja ria dengan YPTD?
Luar Biasa, uluran tangan keikhlasan bu There, membuatku bisa membatik kata demi kata. Diksi yang akan aku persembahkan bersama nafas yang masih setia kuajak berkelana. Kali ini akan kuarungi Samudra YPTD, yang menghampar biru, akan ku tanami dengan perca – perca kata penuh kasih dan bahagia, lagi ceria.
Pada hari ini, bersamaan dengan Peringatan Hari Perjalanan Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, hingga sampai ke Sidratul Muntaha, aku berniat dengan kesucian hati, ingin berjalan menyusuri ruang – ruang YPTD yang indah.Aku ingin berkontribusi mengikuti jejak – jejak penabur aksara yang sudah mengangkasa. Semoga aku bisa memberi setitik, sederet, sebaris, bahkan beribu atau berjuta makna dari goresan jariku yang lembut. Selembut alunan nada dan irama YPTD yang semakin memanjakan pembaca.
Pada kesempatan perdana ini, sudilah kiranya para patih, punggawa dan prajurit literasi YPTD berkenan hadir dengan segenap jiwa dan raga,mengulurkan kasih lentera,sehingga akan berkobar terus asa bahagia, bisa menorehkan serat yang membanggakan atma.
Masih tetap sama dengan kisah – kisah sebelumnya, selama menyelami dunia blog, tak terlepas dari seorang motivator hebat dan ternama. Dari awal mula mengenal blog pribadi, mulai mencicipi blog keroyokan Kompasiana, hingga saat ini turut menyemarakkan arena YPTD, nama besar beliaulah yang memberikan aroma ketagihan. Sebab apa? Sebab begitu kuatnya beliau dalam menyebarkan virus – virus cinta. Eits, jangan berprasangka dulu, virus – virus cinta literasi maksudnya. Oke, kita selalu bersinergi dalam kekuatan menulis, membaca dan menyimak, sehingga saling menguatkan dalam penyebaran virus cinta literasi.Kebaikan akan berbalik dengan kebaikan. Menulislah dengan hati, agar hasilnya berarti.
Terimakasih dan tetap semangat.














Selamat datang Bu Lely, menarilah dg indah di panggung YPTD …