tek tek tek bunyi suara ketukan kayu dari gerobak pedagang mie tek tek begitu aku menyebutnya.
jam 10 malam saat kulihat jam dilaptopku, perut ini terasa lapar, baru teringat belum makan malam.
tek tek tek bunyi suara ketukan kayu dari gerobak pedagang nasi goreng kelilling,, senang sekali rasanya seakan menemukan sang jodoh dalam penantian , segera ku beranjak diri untuk memesan mie goreng dari si abang, setelah matang si abang pun membungkusnya dalam kertas coklat dengan rapi dan tak lupa ditambahkan satu plastik kecil kerupuk pelangi, tak lupa mengucapkan terimakasih dan juga membayarnya.
aku pun segera menyantapnya dengan sigap… sambil makan mengingat aktifitas hari ini yang dari pagi sampai malam ini berada didepan layar laptop mengikuti kegiatan zoom , zoom yang baru saja berakhir webinar bersama Bunda Iriani membedah soal HOTS PPPK guru 2021, di pagi hari mengikuti kegiatan zoom parenting dari sekolah anak saya, siang bersama dengan kominfo dan literasi digital kabupaten gresik bersama dengan om Jay yang juga menjadi salah satu narasumber, sungguh luar biasa Om Jay yang beberapa hari lalu sempat demam tapi semangat terus berkobar, dan juga masih terus menulis setiap hari.
jatuh bangun diri ini dalam menulis, namun sangat senang bisa ada dikomunitas yang terus mendukung dan membimbing agar semangat menulis terus berkibar salah satunya program YPTD ini mengajak untuk 40 hari menulis tiap hari tanpa henti, semoga saya mampu tidak bolos dan hari ini memasuki hari kedua.
setiap kita pasti pernah jatuh baik dalam masalah keuangan, rumahtangga, percintaan ataupun jatuh dalam pekerjaan, dan banyak hal lainnya, mungkin ada yang sering terjatuh pada kesalahan yang sama seperti ingin lepas dari minuman keras atau narkoba , satu atau dua bulan sudah bisa terhindar namun saat melihat kawan dan menawarkan kembali tergoda dan akhirnya jatuh lagi, sama halnya dengan merokok saat sudah ingin bertekad berhenti namun tidak lama kemudian jatuh lagi.
sebagai manusia memang keinginan daging sangat sulit terelakan , tapi saat kejatuhan terjadi segera bangkit dan meminta pertolongan Tuhan agar memampukan agar menang atas godaan-godaan yang datang untuk menjatuhkan kita. ini yang dipesankan dan diingatkan Ps Gideon pada sesi renungan pagi tadi yang saya dengar dengan tema ” mengapa mudah kembali ?”
Suatu perubahan dibutuhkan sebuah proses, seperti seekor ulat yang berubah menjadi kupu-kupu, dibutuhkan proses dari ulat yang tidak menarik lalu menjadi kepompong dan kemudian berubah menjadi seekor kupu-kupu yang menarik dan bermanfaat membantu penyerbukan pada bunga, teringat dengan Om Jay yang juga berpesan bahwa guru-guru dalam masa pandemi ini layaknya seperti ulat yang akan bermetafosa menjadi kupu-kupu cantik , karena guru-guru hebat di Indonesia terus belajar dan belajar terutama dalam berliterasi sehingga saat pandemi usai setiap guru sudah memiliki kompetensi dengan nilai lebih dari sebelumnya, dan akan seirama meningkatkan profesionalitas seorang guru yang mampu memerdekakan muridnya sehingga tercapai siswa-siswa tangguh, berprestasi dan memiliki profil pancasila dalam kehidupannya.
inilah yang membuat kita harus terus berjuang dan bangkit saat kita dalam sebuah proses kehidupan, tidak menyerah dan sabar karena Tuhan akan membuat indah kehidupan kita pada waktuNya, andalkan Tuhan dan berserah kepada Tuhan.
sumber youtube : Gideon Simanjuntak dan Amanda Zefannya
salam Literasi
Leni Priska








