Menyelisik Cinta di Ujung Napasku

 

Sumber gambar

https://pin.it/CvP5Og5

Menyelisik Cinta di Ujung Napasku

 

Setelah sekian tahun aku mengenalmu bahkan seranjang berdua
Tatapan mata elang itu memang hanya tertuju padaku
Bibir manis itu hanya tercipta untuk mengecup bibirku
Tangan kokoh itu hangat bila angin malam menerpa tubuhku sehingga aku kedinginan. Tangan kekar itu mampu mengusir rasa dingin.
Setiap nadi napasku sepertinya tidak luput dari perhatiannya

Tapi aku membutuhkan lambang cintanya berwujud seikat kembang merah
Aku menginginkan bibirnya berucap

“Aku mencintaimu, seluruh hidupku hanya tercipta untuk dirimu seorang”

Aku menunggu itu terucap dari bibirnya yang manis
Hingga akhir napasku
Aku masih menyelisik kata cinta terucap indah serta seikat kembang merah diberikan padaku di lampu remang-remang di taman tempat favorit kami memadu cinta.

Di penghujung napasku, aku mendengarnya
Aku bahagia
Pergi dengan damai

Erina Purba

Bekasi, 26092020

Sudah ditulis di blog Secangkir Kopi Bersama

Menulis ke-31

Tinggalkan Balasan