
SUBUH PENUH BERKAH
Masjid As Sa’adah W. Sardjono
Talang Betutu — Palembang
Senin, 14 April 2026

Dalam hening Subuh, langkah kaki menuju rumah Allah menjadi saksi keikhlasan…
Dalam sujud, hati menemukan ketenangan…
Dalam silaturahim, persaudaraan kembali dikuatkan…

Bada Shalat Subuh, terjalin kehangatan bersama jamaah
di masjid yang merupakan wakaf mulia
Keluarga Besar Bapak H. Eko Indra Heri

Bukan sekadar ibadah,
tetapi perjalanan jiwa menuju cahaya-Nya
Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. At-Taubah: 18):
- Beriman kepada Allah dan Hari Kemudian: Landasan keimanan yang lurus.
- Mendirikan Shalat: Istiqomah menjaga shalat, terutama berjamaah.
- Menunaikan Zakat: Wujud kepedulian sosial dan ketaatan harta.
- Hanya Takut kepada Allah:
Tidak takut kepada manusia dalam menegakkan kebenaran
- Secara Fisik: Membangun, membersihkan, merawat, dan memperindah masjid.
- Secara Maknawi: Mengisi masjid dengan shalat berjamaah, majelis ilmu/dzikir, pendidikan Al-Qur’an, dan kajian keislaman.
- Pergi ke masjid di waktu dini,
Langkah ringan penuh harapan.
Subuh berjamaah berkah diberi,
Silaturahim eratkan persaudaraan.
Hadis tentang membangun masjid menekankan keutamaan besar, di mana siapa saja yang membangun masjid karena Allah, sekecil apa pun itu, akan dibangunkan rumah atau istana di surga. Niat ikhlas karena Allah adalah syarat utama, bukan untuk riya’ atau pujian manusia.
- HR. Bukhari dan Muslim:
“Barangsiapa membangun masjid (karena Allah) maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
- Salam Takziem
- BHP 28 Syawal 1447 H
- Thamrin Dahlan








