POLWAN CITA – CITAKU

Terbaru968 Dilihat

Polwan

Hari ini, aku akan menceritakan tentang Cita – Cita yang sangat aku impikan sejak aku kecil. Sebelum aku mulai menceritakan Cita – Citaku, aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Lily Damayanti, umurku 20 Tahun dan aku anak ke-3 atau kalian biasa bilang anak bontot (Anak Terakhir). Ayahku bekerja sebagai Satpam di TMII dan Ibuku hanya ibu rumah tangga. Tetapi sekarang ayahku sudah Pensiun dan sekarang dirumah, kami membuat usaha Kelapa Parut.

Ketika aku SMP ada yang bertanya apa Cita – Citaku, aku selalu menjawap Cita – Citaku Cuma satu yaitu Polwan. Tetapi Orang Tuaku tidak mengetahui kalau aku bercita – cita menjadi Polwan, aku selalu diam ketika kedua Orang Tuaku bertanya apa Cita – Citaku. Sekarang baru aku menyesal kenapa dulu aku tidak meberitahu apa Cita – Citaku yang sebenarnya.

Hari – hari aku jalanin tanpa aku latihan fisik seperti lari, berenang, push up, dan yang lainnya. Yang aku tahu tinggiku sudah cukup untuk mendaftar Polwan. Saat menjelang kenaikan kelas 2 SMA, disitulah aku baru berani berbicara kepada kedua Orang Tuaku bahwa aku ingin menjadi Polwan. Kaget, itulah yang aku lihat dari raut wajah kedua Orang Tuaku.

Setelah semua tahu kalau aku mau mendaftar Polwan, disaat itulah aku baru memulai latihan lari, berenang, dan yang lainnya. Dulu setiap aku mau memulai latihan aku sangat bingung harus dengan siapa aku latihan? Akhirnya ayahku yang menemaniku untuk latihan yang pertama kali nya. Hari pertama aku lahitan di TMII sungguh melelahkan sekali. Karenan aku belum bisa menyesuaikannya, tetapi aku tidak menyerah, karna aku tahu bahwa itu baru awal saja.

Hari kedua aku mencoba untuk mulai latihan sendiri, saat itulah aku bertemu teman SMPku yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Disitu kita berbincang – bincang tentang cara mendaftar.

Keesokan harinya, mulailah aku latihan fisik bersama teman SMPku. Tetapi karena aku tidak tahu dimana aku harus latihan lagi, akhirnya temanku mengajakku mencoba untuk latihan di lapangan Halim. Aku pun mengikutinya, karena aku memang tidak tahu harus latihan dimana lagi selain di TMII. Disaat itulah aku mulai rajin latihan, karena menurutku itu tempat yang pas untuk aku latihan.

Entah sudah berjalan berapa bulan, akhirnya Orang Tuaku mengajakku untuk MCU. Disitulah aku kaget cukupkah tinggiku 160 pas untuk mendaftar? Karena yang aku tahu tinggi disana dikurangi cm nya. Disaat itulah aku lebih memilih untuk berenang, 1 minggu aku berenang hampir  3-4 kali.  Aku lakukan itu berulang – ulang kali agar tinggiku bertambah. Karena waktunya yang mepet, akhirnya aku mulai mencoba terapi badan yang ditarik. Aku lakukan terapi selama 4 bulan. Selama aku mengikuti terapi, banyak pantangan yang tidak boleh aku lakukan, seperti lari, makan harus sayur – sayuran, banyak minum air putih dan yang lainnya. Aku ikuti semuanya selama 4 bulan.

Ketika aku mau mengikuti ujian sekolah pembukaan Polwan dibuka. Aku sangat bingung, karena SKCKku belum jadi. Akhirnya kakak pertamaku yang membantuku untuk mengurusnya.

Sampai pada titik dimana aku harus validasi, aku mengikuti semua peraturan yang harus dilakukan pada saat validasi. Tahap pertama namaku dipanggil, aku maju untuk di cek pemberkasannya. Aman, disitulah aku mulai tenang karena tidak ada yang kurang sedikit pun dari berkas – berkas yang aku bawa. Tahap kedua pengukuran tinggi, disitulah aku mulai takut. Akhirnya pas pengecekan tinggi badan, tinggiku kurang. Akhirnya aku disuruh pulang, karena aku gagal ditahap kedua.

Beberapa hari kemudian, aku disarankan oleh ibuku untuk mendaftar TNI AU. Akhirnya aku mengikuti saran dari ibuku, saat itu juga aku langsung daftar online. Dikarenakan dijakarta tidak ada, akhirnya aku mendaftar di Bandung Lanud Husein Sastranegara. Bulan puasa akhir aku dan ibuku pergi ke Bandung dengan menggunakan Travel. Aku mulai validasi, dan akhirnya aku dapat nomor. Setelah selesai validasi, aku dan ibuku mencari tempat inap ( Kost ) untuk nanti saat aku sudah mulai melaksanakan test. Setelah dapat, aku pulang kejakarta menggunakan Bis.

Latihanku terus berjalan walaupun bulan puasa, karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk kedua Orang Tuaku. Sampai pada waktu dimana aku harus berangkat kebandung untuk melakukan test TNI AU. Selama test semua berjalan dengan lancar, akupun mendapat banyak teman baru. Beberapa bulan aku tinggal diBandung, mengikuti semua test yang ada.

Tetapi sayang sekali sampai di tahap Pantukhir aku gagal, dan harus pulang kejakarta. Aku sangat sedih, stress, perasaanku semuanya campur jadi satu. Saat itulah aku mulai menyerah untuk daftar. Akhirnya aku mencoba bekerja di Coffe Shop selama beberapa bulan, setelah itu aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Aku coba lagi untuk daftar Polwan, hasilnya pun sama aku masih kurang ditinggi badan.

Tidak lama dari aku mendaftar Polwan, ada pembukaan TNI AL aku coba untuk daftar. Aku mengikuti semua testnya, dan aku gagal. Dulu aku sudah terpikir kalau misalnya  gagal menjadi Aparat Negara aku akan kuliah, seperti sekarang ini kuliah Keperawatan seperti kakak keduaku. Aku sangat senang sekarang menjalankan kuliahku. Ibuku selalu bilang “tidak apa mau dimanapun nantinya kamu kerja yang penting halal. Jalani aja pelan pelan ibu selalu dukung kamu.” Kata kata itu yang selalu aku ingat.

 

Nama : Lily Damayanti

Tingkat : 1A

NIM : 21027

Mata Kuliah : Kewarganegaraan

Tinggalkan Balasan