BERTEMPAT di meeting rom lantai 6 Hotel Golden Bay, Batam hari Jumat (20/01/2023) sore, itu dilaksanakan kegiatan TOT (Training of Trainer) Fasda (Fasilitator Daerah) Literasi Kepri. Kegiatan yang dilaksanakan oleh IPPL (Ikatan Pendidik, Penggiat Literasi) Daerah Provinsi Kepri di bawah naungan MGI (Media Guru Indonesia) berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatannya berlangsung selama tiga hari. Fasda diikuti oleh 30-an orang penulis Kepri yang tergabung dalam komunitas Media Guru Indonesia. Saya adalah salah satu diantara sekian puluh yang ikut. Terima kasih, MGI dan Ilahi karena saya dapat mengikuti.
Pasti tidak begitu saja ikut dalam helatan Fasda literasi yang ditujukan untuk mendapatkan orang-orang yang gigih dalam menggiatkan literasi. Ada puluhan bahka ratusan penulis dan penggemar literasi di Kepri. Tapi nyatanya tidak semua mau ikut kegiatan Fasda Literasi Kepri ini. Tentu ada beberapa hal yang menyebabkannya. Satu hal penting adalah perjuangan untuk mengokohkan kemauan agar kesempatan dapat termanfaatkan menjadi kunci keikutsertaan ini. Ini saja tidak mudah. Biarpun sedikit jumlhanya, namun kegiatan itu sudah berjalan dengan baik dan lancar.
Ketua IPPL Kepri, Erman Zarudin saat menyampaikan pidato pengantar saat pembukaan di hari pertama menjelaskan bahwa TOT Fasda ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para penulis MGI yang akan membantu para penulis lain di daerah ini. Sangat diharapkan nanti akan ada penggiat-penggiat literasi yang tidak hanya memajukan diri sendiri, tapi juga berkontribusi membantu orang lain untuk maju dalam bidang literasi. Kepri memerlukan itu.
Selain para penulis Kepri hadir juga pada Fasda III Kepri ini teman-teman penulis dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sekadar informasi, Fasda III Kepri ini merupakan kelanjutan Fasda I dan II yang sudah dilaksanakan di Yogyakarta dan di Bukittinggi. Artinya, MGI akan terus berusaha memajukan literasi di Negeri tercinta ini. Dan itu perlu sokongan dan kerjasama dari semua orang, khususnya yang saat ini sudah menajdi bagian dan atau anggota MGI.
Adapun narasumber pada kegiatan TOT Fasda III ini adalah Tim MGI yang datang dari Kota Pahlawan, Surabaya. Mereka antara Mohammad Ihsan (CEO MGI), Eko Prasetyo (Pemred MGI) didampingi Mas Yasin dan Mas Roi. Mereka semuanya adalah orang-orang hebat yang ikut membesarkan MGI Pusat. Dengan mengambil momen pelatihan menulis Buku Bermutu di Bintan beberapa hari sebelumnya, Tim MGI melanjutkan tugas pencerahan literasi di Kepri dalam Fasda di Bata mini.
Sementara para peserta Fasda Kepri ini berasal dari kabupaten/ kota se-Provinsi Kepri. Selain saya dan beberapa teman dari Karimun juga para penggiat literasi dari Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Lingga. Ada dua kabupaten yang belum dapat mengirimkan perwakilannya, Anambas dan Natuna. Pak Erman dalam laporannya menjelaskan kepada peserta bahwa peserta Fasda III Kepri ini berasal dari Lingga, Bintan, Karimun, Tanjungpinang dan Kota Batam sendiri. Peserta dari Batam tentu lebih ramai dari pada peserta dari luar Batam mengingat kegiatannya dilaksanakan di Hotel Golden Bay, Batam.
Kegiatan pertama sore Jumat itu adalah pengarahan awal oleh Mas Eko dan Pak Erman selaku penanggung jawab kegiatan. Kegiatan sore Jumat ini semacam acara pembukaan. Pembukaan non formal atau pembukaan tidak resmi. Pada kesempatan ini Mas Eko langsung memandu kegiatan awal dengan menyampaikan beberapa penjelasan. Salah satu penjelasannya adalah tentang pentingnya Fasda. “Kita berkesempatan membantu rekan-rekan lainnya dalam hal praktik literasi dan mengembangkannya di lingkungan kita. Inilah pentingnya Fasda ini kita bentuk. Ada banyak rekan-rekan kita yang memerlukan bantuan kita dalam berliterasi. Fasdalah jawabanya,” tegasnya.
Sementara Pak Erman pada kesempatan itu mengingatkan betapa kondisi wilayah Kepri yang terdiri dari banyak pulau, ini perlu diantisipasi dengan ketersediaan para penulis yang dapat menjadi fasilitator bagi teman-teman dalam menggiatkan literasi. Tidak mudah untuk selalu saling bertemu, katanya. Maka perlu Fasda ini kita wujudkan untuk tersedianya Fasda di setiap daerah yang berjauhan ini. Dengan begitu perkembangan literasi di satu daerah dapat saling membantu ke daerah lain melalui Fasda. Literasi di Kepri ini akan dapat terus berjalan jika ramai yang mau dan mampu menjadi Fasda bagi teman-teman lainnya.
Bagi saya secara pribadi, adalah satu keberuntungan dan penghargaan sekaligus. Dalam usia yang mulai senja, saya berusaha untuk terus bersemangat dalam praktik literasi dan menggerakkanya ke teman-teman lainnya. Tidak ada tujuan lain kecuali untuk memberikan semangat kepada rekan-rekan lain dalam hal menggerakkan literasi.***











Masya Allah penggiat literasi sejati