Pantun Pahlawan Revolusi untuk Membuat Saksi

BARU dua hari kita di bulan ini. Masih tema pahlawan revolusi bicara kita di halaman ini. Hari ini masih tanggal 2 Oktober. Kita ingat tanggal hari ini pada tahun 1965 itu masih kacau-balau dan simpang-siur berita kematian tujuh jenderal TNI itu. Belakangan diketahui dihabisi oleh orang-orang PKI. Ya, orang suruhan PKI jika dia bukan PKI.

Maka bicara hari ini kita tidak berlebihan jika masih bicara soal kekejam PKI di satu sisi, di sisi lain kita bicara tentang jasa pahlawan revolusi. Bagi kita, negara ini sudah selesai dan kita wajib mempertahankannya dengan mempertahankan Pancasila yang ada saat ini. Kita jaga agar kita tetap sedasar dalam bersatu di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tapi  kita tidak akan membaca artikel panjang dengan uraian panjang lebar perihal sejarah kekejaman PKI. Kita hanya bermain kata indah. Bermain dengan puisi lama yaitu pantun. Saya gubah beberapa bait pantun dengan tema Pahlawan Revolusi. Silakan kita baca.

Pantun Pahlawan Revolusi

 I

Ingin bersinar mata boneka

Lampu halaman tolong hidupkan

Kalau benar cinta Negara

Jasa pahlawan jangan lupakan

 II

Riak haruwan di Pantai Nongsa

Ikan tenggiri tiga sekawan

Banyak pahlawan pembela Bangsa

Pahlawan Revolusi lupakan jangan

 III

Daun bidara tidak berbau

Dipakai mantra hilangkan rasa

Cinta Negara raihlah ilmu

Itulah cara menanam jasa

 IV

Bacalah takbir sambil mengaji

Kalau mengaji dapat pahala

September Oktober bulannya sakti

Yang lebih sakti ya Pancasila

 V

Harum gaharu dekat cendana

Jangan dibuat pembakar api

Rakyat bersatu kuat Negara

Jauhkan sifat hasad dan dengki

Tbk, 02/10/2021

Demikianlah pantun kita di ujung pekan, awal Oktober ini. Sebagai warisan dunia yang berasal dari bangsa dan bahasa kita, sejatinya kita terus membaca atau menulis pantun. Dengan pantun kehalusan jiwa sekaligus akan terperlihara. Tidak ada dendam dan amarah jika kita membaca pantun. Jika pada puisi lainnya masih bisa menyalurkan amarah, pada pantun lebih kepada ketenangan dan kelembutan rasa kita. Dan yang juga penting adalah bahwa pantun ini ikut membuat saksi tentang kekejaman PKI. Terima kasih, teman-teman sudah membacanya. ***

Tinggalkan Balasan

2 komentar