CATATAN ini bersumber dari sebuah baner yang dishare di WAG (WhatsApp Grup). Seseorang menulis, dilengkapi dengan foto seorang Ibu. Dishare di medsos. Berisi penjelasan dan pengingat pikiran tentang Ibu yang begitu agung, mulia dan begitu luas jasanya, khususnya di mata anaknya. Baner, itu dishare dalam rangka memperingati Hari Ibu pada 22 Desember kemarin itu. Saya terkesan dengan pesan di baner bergambar seorang ibu itu.
Meskipun semua kita sudah tahu, dan mungkin membaca dan mengingatnya selalu, izinkan saya menyiarkannya kembali. Di halaman ini. Sampai kapan pun kita memang tidak akan pernah jauh, apalagi melupakan Ibu. Ibu kita, ibu teman kita dan Ibu siapa saja yang kita yakin betul betapa luas jasanya kepada kita. Betapa tak tepermanai jasanya kepada kita. Kita tidak akan mau jauh dari Ibu, meskipun mungkin ibu kita sudah tiada bersama kita saat ini.
Di gambar itu, ada lima jenis air dari Ibu kita yang tidak akan pernah mampu kita balas dan tidak akan pernah tergantikan oleh kita sampai kapanpun. Sampai kapan pun. Inilah yang menurut saya, sejatinya selalu dan harus selalu kita kenang. Dunia boleh modern dan maju. Kita boleh berpendidikan tinggi dan kaya harta. Tapi lima jenis air yang sudah diberikan Ibu kepada kita, itu memang air yang begitu penting bagi kita dan tidak akan bisa ganti dengan cara apapun.
Walaupun mungkin tidak semua air itu kita dapatkan tersebab takdir dan hal-hal tertentu yang Ibu kita tidak bisa ‘melawannya, tapi sudah pasti lima jenis air ini secara umum adalah air yang oleh Ibu ada untuk kita dan kita pasti tidak akan bisa menggantinya sampai kapan saja. Seperti apapun ikhtiar kita, air ini memang tidak mungkin kita ganti lagi.
Apa saja air itu?
Pertama; air susu ibu atau sering disngkat ASI oleh kita. ASI hanya ada saat Ibu melahirkan kita. Setelah ditakdirkan kita lahir, Allah melengkapi Ibu kita dengan air minum sekaligus sebagai makanan kita. Itulah ASI yang bahkan tidak bisa digantikan oleh susu lainnya.
Kedua; air ketuban saat ibu mengandung kita di perutnya. Air ini menjadi bagian kehidupan kita di saat kita masih dalam kandungan bunda kita. Hingga kita akan dilahirkan pun air ini menjadi penentu kelancaran lahirnya kita.
Ketiga; air darah saat Ibu melahirkan kita. Kita bayangkan seorang Ibu saat melahirkan, betapa banyaknya air berccampur darah. Itu semua adalah bagian dari prosesi kelahiran kita. Proses perpindahan kita dari kehdiupan dalam kandungan Ibu ke kehidupan di dunia ini.
Keempat; air keringat saat Ibu memelihara dan merawat kita. Bagaimana Ibu kita menjaga, melakukan apa saja dalam usaha menjaga dan merawat kita. Keringat itu tidak akan pernah kita temukan lagi karena sudah kering bersama suka-duka bunda kita menjaga dan merawat kita.
Kelima; air mata saat Ibu berdoa dan mendoakan anaknya. Air mata Ibu saat berdoa, meminta dengan penuh harap kepada Tuhan adalah air mata yang keluar atas harapan yang besar demi anaknya.
Sungguh mulia Ibu kita. Tidak akan pernah tergantikan jasa-jasanya olehn kita. Selain lima jenis air yang sering disebut-sebut kepada kita, sesungguhnya ada beratus bahkan beribu jasa Ibu kepada kita. Bagaimana Ibu menyimpan sedihnya yang mungkin tanpa air mata demi anaknya. Bagaimana Ibu menyisihkan rasa laparnya yang mungkin tanpa keringat demi kita. Dan banyak lagi.
Hanya doa dan doalah yang kini ada pada kita untuk membalas budi-jasa Ibu.. ‘Ya Allah berikanlah untuknya syurga tanpa dihisab-Mu.’ Itulah salah satu doa yang paling tepat dan kita pintakan Kepada Allah untuknya. Jika saat ini Ibu kita masih bersama kita, atau masih hidup dan mungkin tidak bersama kita, kita doakan dia semoga senantiasa dalam keadaan sehat walafiyat.
Jika Ibu kita saat ini sedang sakit, mari kita berdaoa, Ya Allah sembuhkanlah penyakit Ibu saya. Sehatkanlah dia kembali seperti sedia kala. Dan andaikan saat ini Ibu kita sudah tiada, semoga Allah ampuni dosanya; dimasukkan ke dalam syurga-Nya, amin.***
Inti tulisan ini juga saya posting di www.mrasyidnur.gurusiana.id













