9. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

KMAB, Literasi, Pantun1301 Dilihat

Ketupat palas hidangan raya,

Tiada tetamu bimbang panalti,

Ramah berbalas pantun di maya,

Tertatap namamu gembiranya hati.

 

Pergi Ke johor beli baju sarawa,

Sarawa dibeli yang sudah jadi,

Tak usah ragu di dalam jiwa,

Karena prasangka pasti terjadi.

 

Pahlawan Linggi gagah setia,

Nama bergema selatan utara,

Santapan pagi telah tersedia,

Dijemput semua menjamu selera.

 

Rimbun bidara tepian hutan,

Dipetik sahaya berteman dara,

Bintang utara bertemu selatan,

Di alam maya bercanda mesra.

 

Pantai Irama banyak semalu,

Amat terkemuka pelancong beribu;

Tertatap nama amatlah malu,

Lagikan bersemuka bergetarlah kalbu.

 

Ukiran celapa di atas dahan,

Indah coraknya tampak berseni,

Juadah apa menjadi pilihan,

Sudi kiranya kongsi di sini.

 

Air papan dekat Inderagiri,

Tumbuh selasih di luar pekan,

Sedap sarapan buatan sendiri,

Bercampur kasih ramuan masakan.

 

Indah pepara berisi ketuka,

Disedia janda dibuai anganan,

Bercanda mesra menghilang duka,

Menghias minda menggamit kenangan.

 

Mari mnjamah pisang sira,

Bersama pengat manis menyatu,

Penuh hikmah mengatur bicara,

Nasihat kuingat kala begitu.

 

Manisnya semangka dari Jawa,

Dimakan itik berbusa-busa,

Bukan prasangka menguasai jiwa,

Hati berdetik kagum terasa.

 

Pagi sabtu pergi ke pekan,

Membeli lada dan selasih,

Kalau itu rahsia masakan,

Ke dapur hamba meramu kasih.

 

Tikar purun dari seberang,

Corak berbelah bunga pelaga,

Janganlah gerun bakatnya orang,

Rezeki Allah siapa menduga.

 

Manis semangka kalaulah makan,

Semangka dimakan anak juana,

Kalau begitu yang di katakan,

Itu pertanda puan bijaksana.

 

Layang-layang lepas angkasa,

Jatuh ke bumi di tanah landai,

Semangkuk sayang pemekat rasa,

Pasti suami tak makan di kedai.

 

Tumbuh pegaga sejajar melati,

Sebelah perigi penuh jerami,

Petua kakanda dinda amati,

Meskipun diri belum bersuami.

Tinggalkan Balasan