27. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

KMAB, Literasi, Pantun1202 Dilihat

Ucapkan salam tangan dijabat,

Senyum berkembang duduk bersanding,

Emak emak di sini semua hebat,

Tiada lawan tiada tanding.

 

Pergi melukah janganlah leka,

Bersama Amirul tempat bertanya,

Betulkah tingkah hamba menerka,

Cikgu Asrul ungu bajunya?

 

Memacu kuda ke Batu Hampar,

Laju melantun mengejar kapal,

Arwah nenda berasal Kampar,

Beratus pantun banyak dihafal.

 

Tak ada pula buah kuini,

Pepaya saja bawa berjaja,

Tak ada pula saya di sini,

Saya hanya penonton saja.

 

Pohon kurma berbuah lebat,

Jadi hiasan berpasir putih,

Cikgu Asma lebihlah hebat,

Hamba bagaikan baru bertatih.

 

Kayu gaharu akar seruntun,

Ramuan tradisi diamal dara,

Asrul menyeru nama pemantun,

Tampillah diri bersua mesra.

 

Serang Siam sampai Sulawesi,

Tangkas putera bertempur laga,

Ini diam ubi berisi,

Entah sang juara siap siaga.

 

Duduk memahat di dalam bangsal,

Butir permata banyak dihimpun,

Batu Pahat hamba berasal,

Pastinya kita sama serumpun.

 

Ikan tepuyu dari duara,

Pancing gelama sampai ke sebung,

Pemantun diseru memang sang juara,

Tapi mengapa tak mau bergabung.

 

Cahaya bersinar di hujung beranda,

Sedari pagi menganyam atap,

Memang benar katamu dinda,

Pasang strategi aturlah mantap.

 

Dari Palembang membawa sarung,

Hari redup di Singapura,

Di dalam gelanggang kita bertarung,

Di dalam grub berpantun mesra.

 

Buah limau manis terasa,

Buah pepaya dari lah hulu,

Tuah harimau pada belangnya,

Tuah manusia siapa yang tahu.

 

Dari Bemgkalis ke Sedeli,

Tempat berkelah negara Asia,

Sudah tertulis dari azali,

Menang kalah ujian dunia.

 

Batang bidara mari diraut,

Teliti perkasa mengukir ulu,

Berpantun mesra hati berpaut,

Bingkisan rasa di angin lalu.

 

Tatkala kelam jalan bertuntun,

Suasa desa tampak sepi,

Di seri malam berbalas pantun,

Moga lena berukir mimpi.

Tinggalkan Balasan