Pembelajaran Jarak Jauh

Terbaru532 Dilihat

Nama : Muhamad AliF Tegar Widiyantoro

Kelas  : I B

Nim    : 21084

 

Pengalaman Pembelajaran Jarak Jauh

 

Dalam hal ini saya ingin membagikan tentang pengalaman pembelajaran jarak jauh dalam pandemi covid 19. Beberapa tahun kita didatangkan virus covid19, banyak peristiwa yang biasa kita lakukan tetapi sekarang dibataskan karena adanya virus tersebut. Semenjak virus covid datang merubah segala hal, termasuk pembelajaran disekolah/dikuliah.

Datang virus covid mengakibatkan semua melakukan kegiatan dari jarak jauh termasuk pembelajaran. Dalam hal ini pemerintah melakukan tindakan demi kelancaran pendidikan, dan memutuskan beberapa bulan untuk melakukan pembelajaran online. Pembelajaran online banyak dari pihak yang setuju dan tidak setuju adanya pembelajaran online

Pengalaman belajar online pada waktu SMA banyak yang saya lihat beberapa dari siswa yang banyak kendalanya. Kendala yang saya sering lihat pada masa SMA yaitu jaringan, laptop, waktu, kamera, mic dan pembelajaran yang kurang. Pada masa SMA saya juga merasa temen saya yang kurang begitu paham dengan pelajaran dan yang sering saya lihat pembelajaran online yang dianggap santai

Tetapi pada masa SMA yang paling sering terjadi adalah kendala pada jaringan, yaitu tidak beberapa siswa yang mempunyai wifi. Mentri Pendidikan melakukan kebijakan yaitu dengan memberikan kouta gratis pada siswa, tetapi beberapa siswa yang tidak kebagian kuota gratis tersebut. Pada pembelajaran online banyak sekolah yang mewajibkan oncam saaat pembelajaran berjalan.

Pada kewajiban on cam saat pembelajaran hal sangat bagus, tetapi banyak siswa yang tidak dan beralasan agar siswa tersebut bersantai di belakang kamera. Tetapi tidak semua siswa bersantai dibelakang kamera saat off cam, tapi beberapa siswa yang kamera rusak karena kendala laptop.

Pembelajaran online pada masa SMA tidak beda jauh dengan pembelajaran pada masa kuliah. Pada masa kuliah banyak juga kendala yang sama pada masa SMA, tetapi di kuliahan lebih sering off cam dengan beberapa kendala atau alasan aja. Pada sistem pembelajaran SMA lebih kearah kita memhami dan bekerja sendiri, sedangkan pada masa kuliahan sistem pembelajarn kearah kelompok untuk menemukan jawaban yang terbaik.

Beberapa bulan ini Mentri Pendidikan mengeluarkan kebijakan untuk diadakannya kembali pembelajaran tatap muka. Banyak pihak yang setuju dan tidak setuju adanya tatap muka kembali, karna takut masih adanya virus yang bisa tersebar saat pembelajaran. Tapi dari pihak yang setuju ingin ada persyaratan saat adanya tatap muka, yaitu semua harus sudah divaksin ke 2 mau murid dan guru-guru, dan melakukan kebersihan kelas agar terjaga dari virus.

Mentri Pendidikan mengharapkan sekolah yang mengikuti tatap muka juga harus yang bersyarat, seperti sekolah tersebut mengikuti protokol yang sudah ditetapkan dan memasukan murid dengan kapasitas dari satu kelas yaitu dengan 50% siswa. Sekolah atau kulihan yang sudah teruji dengan persayaratannya sudah mulai bertatap muka dengan melakukan kegiatan seminggu 2x pertemuan

Pembelajaran tatap muka banyak yang diingikan dari beberapa orang tua dan murid, orang tua mengharapakan tatap muka agar proses belajar dapat dicerna oleh anak tersebut. Sedangkan murid mengharapkan tatap muka karena bosen terus-terusan didiepan layar laptop dan ingin banyak mengenal teman lebih dekat. Pembelajaran tatap muka juga lebih efisien di banding oline, karna banyak murid yang kurang paham saat penjelasan pelajar dengan adanya gangguan jaringan

Pembelajaran online juga banyak disukai tetapi masih banyak kendala dan kurang paham murid terhadap matreri tersebut. Dalam pembelajaran online banyak guru/dosen yang kurang memahami cara yang terbaik untuk siswa nya, karna banyak siswa yang berbeda-beda dalam gampang memahami materi tersebut. Pembelajaran dikuliah sangat berbeda diSMA, yaitu dikuliah kebanyakan kerja kelompok yang sangat bagus untuk membangun kerja sama.

Dari beberapa mata kuliah banyak yang cara pembelajrannya menarik yang membuat mata kuliah tersebut gampang dipahami. Dari semester 1 kuliah saya merasakan adanya keseruan terhadap beberapa mata kuliah, dan mata kuliah dapat dipahami dengan mudah karena dosen tersebur memahami karakter setiap murid. Semester 1 tidak hanya terdapat teori saja tapi di adakannya juga praktek untuk lebih memahami dalam teori tersebut.

Dari pembelajaran online diharapakan pemerintah untuk melakukan evaluasi banyaknya siswa yang masih terkendala adanya jaringan. Selain itu banyak kendala yang kita jumpai yaitu banyak siswa yang kondisi ekonominya yang tidak terlalu bagus. Maka dari itu sebaiknya untuk pembelajaran online untuk di evaluasi kembali, dan memikirkan untuk kenyamanan para siswa

Tinggalkan Balasan

News Feed