HOBI MEMBAWA HOKI

Pendidikan458 Dilihat

HOBI MEMBAWA HOKI

Oleh Mujiatun, S.Pd.

(SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung, NPA 0810100104)

(Tantangan Menulis Hari Ketujuh: Minggu, 7 Februari 2021) 

 

Foto Bersama Bupati Way Kanan, Kadis Pendidikan, Beserta Jajaran

 

Berawal dari hobi edit-edit video bersama putra sulung yang seorang guru juga, saya mendaftar mengikuti Lomba Membuat Video Pembelajaran. Lomba tersebut diselengarakan oleh PGRI Kabupaten Way Kanan dalam rangka Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018.

Semula kami ragu kerena tidak memiliki basic atau pun ilmu sama sekali tentang editing video. Saya bisa lantaran belajar secara otodidak kepada putra sulung. Dan dia pun mampu mengedit video secara otodidak melalui tutorial yang ditontonnya di youtube. Putra saya hobi mengedit video cover lagu untuk konten di channel youtubenya.

Waktu yang diberikan oleh panitia lomba hanya 5 hari. Dengan sigap kami langsung melakukan syuting di sekolah. Saya sebagai guru pengajar dan penulis naskah di video tersebut. Sementara  putra saya sebagai kameraman merangkap sutradara, dan editor.

Foto Bersama Guru-Guru Juara Kabupaten Way Kanan

Video pembelajaran yang kami garap tersebut berjudul “Pembelajaran Bahasa Indonesia K13 Berbasis Saintifik Terintegrasi dengan PPK, HOTS, dan Adiwiyata”. Pembahasan khusus pada materi Menyimpulkan Struktur Teks Laporan Percobaan. Tujuan pembelajaran dalam video tersebut adalah peserta didik dapat menyimpulkan struktur teks laporan percobaan dengan cermat, jujur, bertanggung jawab, percaya diri,  secara berkelompok. Sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, kreatif, terampil berkomunikasi, dan peduli terhadap lingkungan sebagai wujud Adiwiyata.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan Model Saintifik sebagai berikut.

  1. Mengondisikan peserta didik pada masalah yang akan dibahas.
  2. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran.
  3. Membimbing peserta didik melakukan kerja kelompok.
  4. Menyajikan hasil diskusi dalam kerja kelompok.
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses kegiatan pembelajaran.

Kegiatan syuting melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan peserta didik kelas 9E SMPN 2 Banjit Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kegiatan tersebut memakan waktu hingga 3 hari.

Ternyata, mengajar di depan kamera itu tak semudah yang saya bayangkan selama ini. Demikian halnya dengan peserta didik, mereka tampak kaku dan canggung di hadapan kamera. Padahal biasanya tidak seperti itu di dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga proses syuting harus diulang hingga beberapa kali.

Foto Bersama Panitia Lomba

 

Berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak yang mendukung, syuting video pun selesai dalam waktu 3 hari. Selanjutnya adalah proses editing video. Ternyata, proses mengedit video pembelajaran itu lebih sulit dan lebih rumit dibanding mengedit video cover lagu. Perlu ketelitian, kecermatan, dan kreatifitas yang tinggi. Selama 2 hari putra saya mengedit video tersebut, akhirnya siap untuk dikirim ke panitia. Harap-harap cemas menantikan pengumuman lomba tersebut.

Hingga saat yang dinantikan itu tiba. Hari itu, tanggal 25 November 2018 pukul 08.00 WIB di Gedung Serba Guna, Kabupaten Way Kanan dalam acara puncak peringatan HGN. Acara dihadiri oleh Bupati Way Kanan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuyaan, beserta jajarannya. Serta dihadiri oleh seluruh guru se-Kabupaten Way Kanan dari tingkat TK sd SLTA.

Gedung ramai dan penuh dengan guru-guru yang berseragam PGRI. Tak disangka, ternyata nama kami berdua disebutkan oleh panitia sebagai pemenang lomba Juara Dua. Bahagia tak terkira rasanya, hingga reflek kami pun berpelukan mengungkapkan rasa suka cita. Dengan rasa syukur dan bangga kami pun naik ke atas panggung bersama guru-guru hebat “Sang Juara” lainnya.

Foto Bersama Bupati Way Kanan Beserta Jajaran dan Para Guru Juara

 

Piala dan piagam pengehargaan diserahkan langsung oleh Bapak Raden Adipati Surya, Bupati Way Kanan. Bahagia bercampur haru menjadi satu. Beliau mengucapkan selamat, memberi salam dengan bangga dan mengajak kami untuk berfoto bersama. Hal itu benar-benar menyulut semangat kami untuk terus berkarya. Selain piala dan piagam penghargaan, kami pun memperoleh uang pembinaan yang cukup jumlahnya.

Sungguh suatu anugerah luar biasa dari Allah SWT buat kami berdua. Sesuatu yang hanya hobi akhirnya membawa hoki. Sejak saat itu, kami pun selalu terpacu untuk mengikuti event-even lomba. Baik yang diselenggarakan oleh pemerintah di tingkat kabupeten, provinsi, maupun nasional.

Foto Bersama Ketua Panitia dan Para Guru Juara

Ada kebahagiaan tersendiri di hati kami ketika meraih juara. Bukan karena memperoleh piala ataupun hadiah. Akan tetapi karena kami mampu membawa nama sekolah dan daerah di tingkat provinsi atau nasional. Dan rasa bangga itu tak ternilai harganya oleh apa pun jua.

Bara semangat itu selalu saya kobarkan kepada putra sulung saya. Meskipun ia baru di dunia pendidikan tetapi saya pacu selalu untuk berkarya. Sebab seorang guru itu mulia karena karya. Berkarya tak perlu menunggu tua atau menanti selembar SK. Berkarya lebih baik kapan saja selagi kita bisa. Jika gajah dikenal gadingnya, maka  seorang guru  akan dikenang karyanya.

 

Salam Literasi,

Way kanan, Lampung, 7 Februari 2021.

 

 

Tinggalkan Balasan

4 komentar