Strategi Membangun Budaya Literasi di SMPN 2 Banjit

Pendidikan670 Dilihat

Strategi Membangun Budaya Literasi

di SMPN 2 Banjit

 

Oleh Mujiatun, S.Pd.

(SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung, NPA 0810100104)

(Tantangan Menulis Hari Ke-10: Rabu, 10 Februari 2021) 

SMP Negeri 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tercantum dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015. Dalam Permendikbud tersebut  dijelaskan tentang kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum belajar dimulai. Gerakan tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan guru sebagai pelaku pendidikan.

Kepedulian dan keterlibatan guru secara langsung menumbuhkembangkan budaya literasi sekolah. Hal itu pun menjadi penentu keberhasilan program tersebut. Tentu harus ada langkah konkrit yang diupayakan oleh sekolah dan guru dalam menggalakkan literasi di sekolahnya.

Kebiasaan membaca dan menulis harus terus ditumbuhkembangkan. Mengingat bahwa melalui kegiatan membaca, maka kemajuan pendidikan akan lebih pesat. Kemudian melalui kegiatan menulis, ide, gagasan, serta ilmu pengetahuan akan terus berkembang.

Sehubungan dengan hal itu, SMPN 2 Banjit sejak tahun 2016 telah menggalakkan program literasi sekolah. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bapak Wartoyo, M.Pd., kepala sekolah saat itu.

Sekolah ini pun sangat bersemangat membangun dan membumikan gerakan literasi. Beragam upaya atau program kegiatan dilakukan oleh kepala sekolah dan dewan guru untuk mewujudkannya. Sampai saat ini, kegiatan literasi di SMPN 2 Banjit masih berjalan dengan baik dan lancar.

Berikut beberapa upaya atau program kegiatan yang dilakukan oleh SMPN 2 Banjit dalam membangun budaya literasi.

 

1. Aku Gemar Membaca

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di dalam kelas setiap hari Selasa sd Kamis.  Peserta didik dibimbing langsung oleh guru yang mengajar pada jam pertama selama 15 menit. Kegiatan “Aku Gemar Membaca” dimulai pukul 07.15 sampai dengan 07.30 WIB.

Khusus hari Jumat diisi dengan kegiatan membaca kitab. Bagi dewan guru dan peserta didik yang beragama Islam membaca Alquran musholah. Sedangkan yang beragama Hindu membaca Sloka di pura. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu jam pelajaran, mulai pukul 07.15 sampai dengan 08.10 WIB.

Kegiatan Membaca di Kelas, 15 Menit Sebelum Pembelajaran Dimulai

 

2. Membuat Kontrak Baca

Kegiatan ini untuk mengontrol dan memotivasi peserta didik dalam kegiatan literasi. Kontrak baca dibuat setiap awal bulan untuk satu judul buku. Peserta didik diberi waktu untuk membacanya selama satu bulan. Di akhir bulan, peserta didik harus melaporkan kontrak baca tersebut kepada tim penilai kegiatan literasi.

 

3. Membuat Rangkuman Buku 

Peserta didik harus membuat rangkuman buku yang telah dibacanya selama satu bulan. Rangkuman ditulis di buku khusus literasi yang telah disiapkan. Rangkuman tersebut dikumpul setiap akhir bulan kepada tim penilai literasi. Tim penilai akan membaca rangkuman tersebut dan memberikan penilaian. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan menulis peserta didik khususnya dalam menulis rangkuman.

 

4. Membentuk Tim Penilai Literasi

SMPN 2 Banjit membentuk sebuah tim yang bertugas menilai hasil rangkuman peserta didik. Dengan tujuan untuk mengontrol kegiatan litersi sekolah dan memotivasi peserta didik. Tim ini terdiri dari guru-guru Bahasa Indonesia kelas 7, 8, dan 9. Dengan adanya tim ini, kegiatan litersi dapat berjalan dengan lancar.

 

5. Membuat Pondok Baca

Untuk meningkatkan minat baca peserta didik, SMP Negeri 2 Banjit membangun pondok baca khusus di depan perpustakaan dan di depan kantor. Pondok ini didesain khusus agar peserta didik merasa nyaman selama melaksanakan kegiatan membeca ketika istirahat.

Peserta Didik Membaca di Pondok Baca Saat Istirahat

 

6. Menata Perpustakaan

Penataan perpustakaan merupakan hal yang sangat penting bagi SMP Negeri 2 Banjit. Dengan perpustakaan yang tertata rapi, maka peserta didik akan merasa senang dan nyaman ketika berada di dalamnya.

 

7. Menata Lingkungan Sekolah dan Kelas

Ruang kosong di kelas dimanfaatkan untuk sudut baca. Dinding didesain khusus sehingga dapat dimanfaatkan untuk memajang buku literasi. Halaman sekolah pun, di bawah pohon yang rindang dibuatkan bangku-bangku untuk bersantai sambil membaca buku.

 

8. Menyediakan Bahan Bacaan Bervariasi 

Agar tidak membosankan, buku-buku bacaan di perpustakaan SMPN 2 Banjit diupayakan selalu  update. Salah satunya, dengan cara membeli buku bacaan baru dengan menggunakan dana BOS ataupun sumbangan dari peserta didik dan komite sekolah.

 

9. Membuat Mading Sekolah dan Mading Kelas

Untuk mengapresiasi karya tulis peserta didik, SMPN 2 Banjit membuat mading sekolah maupun mading kelas. Mading tersebut dimanfaatkan sebagai wadah bagi peserta didik untuk memajang hasil karya tulisnya.

 

10. Memilih Duta Baca

Pemilihan Duta Baca dilaksanakan untuk memotivasi peserta didik SMP N 2 Banjit agar semakin giat membaca. Peserta didik yang paling banyak membaca buku di perpustakaan dalam satu semester akan menyandang predikat “Duta Baca”. Duta Baca tersebut mendapatkan penghargaan dari sekolah berupa piagam dan beberapa buku sebagai hadiah.

 

11. Memilih Penulis Terbaik

Penilaian dan pemilihan sebagai penulis terbaik ditetapkan berdasarkan hasil penilaian rangkuman peserta didik yang dikumpul setiap bulan kepada tim penilai literasi. Nilai-nilai tersebut akan direkap selama satu semester. Peserta didik yang memperoleh nilai rata-rata tertinggi akan ditetapkan sebagai penulis terbaik SMPN 2 Banjit.

 

12. Mengadakan Berbagai Lomba

Untuk memotivasi peserta didik agar semakin giat membaca dan menulis, SMPN 2 Banjit selalu mengadakan berbagai lomba. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan peserta didik di bidang literasi. Cabang lomba meliputi lomba menulis dan membaca: puisi, cerpen, pantun, naskah pidato, dll.  Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan bersamaan dengan memperingati hari-hari besar nasional. Sehingga  dapat meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik.

 

13. Pembelajaran Berbasis Literasi

Dewan guru SMPN 2 Banjit  menerapkan pembelajaran berbasis literasi, yaitu dengan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Selain itu, peserta didik dibimbing untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa tulisan dan atau laporan hasil dari pembelajaran yang dapat dijadikan bahan pajangan/ bacaan di mading kelas atau mading sekolah.

Pembelajaran Berbasis Literasi, Peserta Didik Dibimbing Untuk Membaca dan Menulis

 

Itulah berbagai program/ kegiatan yang dilaksanakan oleh SMPN 2 Banjit sebagai upaya untuk membangun dan membudayakan Gerakan Literasi Sekolah. Semoga upaya-upaya tersebut dapat menumbuhkembangkan  kegiatan literasi di SMPN 2 Banjit. Serta dapat memotivasi dan menginspirasi sekolah-sekolah lain dalam berliterasi.

Sehingga gerakan literasi di Kabupaten Way Kanan benar-benar dapat membudaya, baik di tingkat TK, SD/ MI, SMP/ MTs., maupun di tingkat SMA/ SMK. Pada akhirnya, harapan kita untuk menjadikan Way Kanan sebagai “Kabupaten Literat” akan terwujud. Mari kita budayakan literasi sejak dini dan kita mulai dari diri kita sendiri. Karena sesungguhnya gerakan literasi adalah kita.

 

Salam Literasi,

Way Kanan, Lampung, 10 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

2 komentar