JUMAT BERKAH

Selesai sholat Subuh, aku segera merapikan ruangan tengah di lantai dua. Kemudian aku turun ke lantai satu untuk mengecek apakah tikar-tikar sudah disiapkan untuk pengajian (Khataman) di hari itu, hari Jumat, tanggal 12 Februari 2021. Sepertinya putraku sudah menyiapkan di malam hari. Aku lihat tikar sudah digelar rapi dengan minuman gelas di tengahnya juga tisu-tisu. Aku bangga dengannya. Dia selalu memenuhi apa yang menjadi request mamahnya.
Grup memasak ibu-ibu sudah aku hubungi sejak kemaren untuk menyiapkan sarapan dan makan siang bagi bapak-bapak yang khataman. Hari Jumat yang berkah berbagi rejeki dengan orang lain.
Mengaji atau Khataman ini merupakan rangkaian doa selain untuk diri sendiri dan keluarga juga ditujukan untuk almarhum suami dan putra pertamaku. Aku memang sudah merencanakan sebelum empat puluh hari meninggalnya suami. Walau aku tinggal berdua dengan putra keduaku aku masih memiliki sahabat dan tetangga yang baik yang siap membantuku.
Pukul 07.00, Ibu Luis datang membawa nasi kuning pesananku untuk sarapan pagi. Tidak banyak karena aku hanya memesan 15 kotak saja. Bapak ustad yang khataman sekitar 10 orang dan crew memasak dan tim penggembira ada 5 orang.
Lay out nasi kuning sangat cantik dan mengundang selera. Telor bumbu bali, kering tempe, ayam goreng, sambel, lalapan dan kerupuk menjadi pelengkap nasi kuning yang dibentuk bulat.
Orang kedua setelah ibu Luis adalah ibu Atik yang datang. Aku lihat bu Atik menaiki tangga dengan membawa plastik berwarna hitam.
“Assalamualaikum,” Salamnya sambil meletakkan plastik hitam diatas meja.
“Waalaikumsalam.” Jawabku.
“Mba ini ikan presto ya, nanti bisa di goreng untuk makan bersama-sama ibu-ibu yang membantu.” Jelas ibu Atik.
“Makasih ya bu Atik atas kiriman ikannya. Pasti lezat ini.” Kataku dengan gembira.
Tidak berapa lama mba Tari dan bu Yuli datang. Mba Tari membawa satu dus besar berisi kue putu ubi ungu dengan taburan kelapa diatasnya dan ibu Yuli membawa satu dus risoles berisi telor dan daging. Benar-benar Jumat berkah bagi kami semua terutama untuk diriku dan keluarga.
“Terima kasih ibu-ibu sudah datang, juga kiriman makanannya.” Kataku kepada ibu-ibu yang sudah mulai dengan aktivitas menyiapkan nasi kuning dan satu teko teh manis untuk ditata dibawah. Putraku menyiapkan beberapa bungkus rokok bagi yang nanti akan merokok setelah khataman. Semua sudah siap tinggal menunggu kedatangan bapak ustad dan team khataman.
Pukul 07.30, bapak ustad dan teamnya datang dan aku persilakan duduk dan sarapan terlebih dahulu. Mereka datang tepat waktu sesuai undangan karena khataman akan dimulai pukul 08.00. Ada waktu 30 menit untuk sarapan dan minum sebelum acara dimulai.
Ibu-ibu team masak juga aku persilakan sarapan. Menikmati makanan dan minuman di hari Jumat berkah. Sesekali kami masih mengingat kepergian suami namun mereka berusaha menenangkanku. Setiap kali makan pasti aku teringat almarhum suami walau dia bukan penggemar nasi kuning dan almarhum putra pertamaku yang doyan makan ayam goreng.
Pukul 08.00 Bapak ustad Alimudin memimpin doa untuk almarhum suami dan putra pertamaku kemudian dilanjutkan khataman. Satu ustad membaca 3 juz. Gema suara mereka meramaikan ruangan terbuka di lantai satu. Hati saya serasa sejuk dan tenang mendengar suara mereka melantunkan kalam Ilahi.
Ibu-ibu tidak ikut mengaji namun mendengarkan sambil membantu ibu Luis menyiapkan makanan dan kue-kue untuk dibawa pulang bapak-bapak Ustad. Ibu Luis juga memasak sayur sop kacang merah kesukaanku juga goreng tempe dan sambal.
Aku menikmati momen kebersamaan dengan ibu-ibu dan putraku. Aku tidak merasa sepi lagi.
Pukul 11.15 bapak ustad dan teamnya selesai Khataman dan ditutup dengan doa. Aku mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendoakan almarhum suami dan putra pertamaku juga keluargaku. Mereka juga senang dapat undangan untuk khataman bersama.
Ibu-ibu membatu aku membagi-bagikan satu kotak berisi makanan dan kue-kue lengkap dengan pernak-perniknya kemudian mempersilakan mereka untuk minum teh sambil beristirahat sejenak.
Setelah beberapa saat beristirahat mereka pamit pulang karena akan segera sholat Jumat di masjid di dekat rumah mereka masing-masing. Aku menghantar mereka di pintu gerbang dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Sementara ibu-ibu team memasak menikmati makan siang sebelum kembali ke rumah mereka masing-masing. Tidak lupa mereka juga membawa kotak berisi makanan dan kue serta pernak perniknya juga. Aku bahagia melihat mereka senang.
Setelah semua beres satu persatu pamit dan mereka siap membantu jika diundang kembali. Sungguh hari Jumat yang spesial dan penuh keberkahan.
Nani Kusmiyati, SPd., M.M., CTMP.
Jakarta, 12 Februari 2021
LOMBA MENULIS PGRI
Day 12













Teriam kasih