KELAS TOEFL

Terbaru287 Dilihat

KELAS TOEFL

Kelas TOEFL yang telah diadakan setiap tahun memiliki cerita dan nuansa tersendiri. Bukunya masih sama demikian juga dengan guru-gurunya. Perbedaannya, lama kursus yang semula satu bulan menjadi dua bulan. Suasana masih pandemi Covid. Banyak keterbatasan untuk bergerak lebih leluasa. Belajar harus menggunakan masker dan duduk berjarak. Jika hendak merecord suara terpaksa masker dibuka karena pengucapan agar terdengar jelas.

Siswa berasal dari berbagai satuan kerja (Satker) di Seluruh Indonesia juga dari pangkat yang berbeda walau masih sama stratanya, strata perwira. Mereka belajar dengan berbagai ekspektasi. Beberapa siswa akan melaksanakan SESKO di luar negeri dan pendidikan S2 di berbagai negara yang diminati. NPS (Naval Postdgraduate School) di Monterey California yang menjadi primadona karena sangat diminati. Biaya bisa didapatkan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Mereka juga dari background pendidikan yang berbeda, namun mereka memiliki goal yang sama, ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar dapat lulus tes TOEFL. Tentu saja mereka harus bekerja keras untuk memotivasi diri sendiri agar tetap belajar di kelas dan dimana saja.

Persyaratan nilai TOEFL IBT (Internet Based Test) lumayan tinggi, untuk S2 minimal harus mendapatkan 85 untuk TOEFL IBT atau setara dengan 564 untuk TOEFL PBT (Paper Based Test) dan IELTS 6,5.

Keunikan dari kelas ini, mereka mulai menulis tiap hari resume pelajaran yang mereka dapatkan dari para pengajar yang berasal dari Pusdiklat Bahasa, Disjarahal dan Dinas Pendidikan Angkatan Laut (DISDIKAL). Resume itu ditulis di blog mereka kemudian di share ke group WA.

Saya sengaja mewajibkan mereka untuk menuliskannya ke dalam blog kemudian mereka mengirimkan linknya ke saya dan ke wa group. Barulah saya mengoreksi dan memberikan komentar disana. Saya banyak belajar dari ide-ide mereka ketika mereka menuliskan transcript listening atau speaking dari youtube. Pengetahuan mereka juga luas yang membuat saya mendapatkan ilmu lebih.

Hari demi hari saya dapati writing dalam bahasa Inggris mereka meningkat. Banyak kosa kata yang jarang di gunakan muncul di writing mereka. Saya bangga dengan mereka karena mereka mampu membuktikan keseriusannya. Saya tahu kadang mereka tampak kelelahan ketika mereka mendiskusikan writing dengan teacher handal dari Pusdiklat Bahasa. Mereka bilang kepalanya serasa keluar asapnya karena teachernya sangat detail dalam menganalisa kalimat.

Senang dapat berada ditengah-tengah mereka. Saling berbagi ilmu dan menikmati hari-hari yang bermanfaat untuk mencerdaskan generasi muda.

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M.

Jakarta, 25 Februari 2021

Tinggalkan Balasan