
Dokpri
Ramadhan: Hari-Hari yang Menenangkan Hati
Day 22 Berpartisipasi dengan Cara yang Mampu Kita Lakukan
Hari ini saya masih melanjutkan kegiatan membersihkan beranda di lantai dua, pekerjaan yang belum selesai dari hari sebelumnya. Ada beberapa pakaian yang sudah tidak muat lagi saya pisahkan dan masukkan ke dalam sebuah tas khusus.
Rencananya tas itu akan saya bawa saat pulang kampung nanti. Siapa tahu pakaian-pakaian tersebut masih dapat bermanfaat bagi saudara jauh, atau bisa juga disumbangkan melalui masjid. Biasanya masjid akan menyalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Saya percaya bahwa barang yang masih layak pakai akan lebih baik jika dapat memberi manfaat bagi orang lain.
Setelah cukup lama merapikan, saya beristirahat sejenak sambil membuka laptop. Saya mulai mengetik script MC untuk acara buka puasa bersama secara online.
Sebenarnya ada keinginan untuk hadir secara langsung. Rasanya menyenangkan jika bisa bertemu teman-teman yang sudah cukup lama tidak bersua. Namun membayangkan perjalanan yang cukup jauh dari rumah dan harus menggunakan kendaraan umum terasa sedikit melelahkan.
Terlebih di bulan puasa, rasanya lebih nyaman jika dapat berbuka di rumah bersama putra saya.
Akhirnya saya memutuskan tetap berpartisipasi melalui Zoom. Yang penting tetap bisa ikut serta dan memberi kontribusi.
Dalam acara buka bersama tersebut akan ada topik yang dibahas, yaitu tentang pentingnya peningkatan mental dan spiritual bagi setiap individu. Bagi bangsa Indonesia, kekuatan mental dan spiritual sangat penting karena dari sanalah karakter bangsa yang kuat dan tangguh dapat terbentuk.
Rencana kegiatan buka bersama ini masih dalam tahap persiapan dan koordinasi. Dengan segala kesibukan dan keterbatasan tim, akhirnya susunan acara dapat ditentukan.
Selain webinar Ramadhan, acara juga akan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan ditutup dengan doa bersama.
Script MC dan teks doa sudah saya siapkan dan saya bagikan kepada tim.
Saya juga selalu berjaga-jaga jika terjadi kendala sinyal saat acara berlangsung. Jika itu terjadi, maka rekan yang hadir langsung di lokasi acara dapat segera mengambil alih sebagai pembawa acara.
Ternyata kegiatan perencanaan sebuah acara, meskipun dilakukan secara online, tetap membutuhkan perhatian, pikiran, dan waktu yang tidak sedikit.
Siang hari saya sempat beristirahat sejenak sambil melakukan kegiatan kecil yang saya sukai.
Menjelang sore, saya mulai bersiap untuk berbuka puasa seperti biasa.
Hari ini terasa sederhana, namun saya bersyukur masih dapat berkontribusi dengan cara yang mampu saya lakukan.
Kadang kehadiran kita tidak selalu harus secara fisik. Niat baik dan usaha untuk tetap berpartisipasi juga memiliki nilai tersendiri.
Self Reminder Day 22
Melakukan yang terbaik sesuai kemampuan,
berpartisipasi dengan hati yang tulus,
dan tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas dan keluarga.
“Tidak semua kontribusi harus terlihat besar.
Kadang yang paling berarti adalah kesediaan untuk tetap hadir dan membantu.”
Jonggol, Kamis, 12 Maret 2026
Nani Kusmiyati
Pecinta Literasi







