Tentangku

Terbaru233 Dilihat

Tentangku

Sahabat literasi pada kesempatan ini marilah kita berkenalan walau hanya melalui media sosial karena jika kita bertemu langsung tentunya akan sulit karena jarak dan waktu yang tidak memungkinkan. Terlebih dimasa pandemi Covid, dengan kegiatan kita yang cukup sibuk. Sahabat juga sedang berpuasa dan bersiap-siap menyambut datangnya Hari Raya Idhul Fitri.

Kata pepatah, “Tak Kenal Maka Tak Sayang.” Jadi aku akan memperkenalkan diriku agar sahabat literasi semakin dekat denganku. Aku lahir dan besar di Kediri, kota Kecil di Jawa Timur. Ayahku seorang TNI AD dari Kota Blitar dan ibu seorang ibu rumah tangga berasal dari desa Cimahi Hilir, Cimahi, Bandung. Karena aku besar di Kediri, bahasa daerah yang aku kuasai hanya bahasa Jawa. Bahasa Sunda bisa tapi hanya sedikit.

Aku belajar bahasa Jawa dari teman-temanku, bukan dari ibuku, karena ibuku lebih sering berbahasa Indonesia dan ayah sering bertugas di luar Jawa. Walau aku bisa berbahasa Jawa, namun untuk bahasa Kromo Inggil (Bahasa Jawa yang halus) sekarang sudah lupa-lupa ingat, karena sudah 34 tahun tinggal di Jakarta dan pinggiran Jakarta.

Profesiku sekarang sebagai guru di TNI AL, cukup lama, 20 tahun aku menjadi guru. Namun sebentar lagi profesiku akan berganti. Aku tidak akan mengajar lagi namun duduk di belakang laptop atau bertemu orang-orang penting dari berbagai negara.

Hobiku travelling dan sekolah. Saat ini susah untuk travelling karena banyak larangan untuk bepergian karena pandemi juga karena tuntutan pekerjaan. Sedangkan sekolah adalah bagian dari pengembangan diri. Setiap tahun harus ada perubahan meningkat di dalam hidupku walau harus penuh perjuangan. Dengan sekolah serasa hidupku lebih lama. Aku juga bisa melupakan kesedihanku, karena waktuku tidak lagi hanya untuk merenung dan meratap.

Aku juga menyukai musik dan nonton film drama. Untuk musik aku menyukai berbagai genre namun bukan Jazz, karena aku tidak dapat menikmatinya. Sedangkan film drama seperti kebanyakan para wanita lain yang menyukai drakor (drama Korea) dan film kolosal China. Beberapa waktu lalu aku menonton “The Wolf”, saat ini saya sedang menonton, “the Legend of Fei.” Selalu bercerita tentang kisah cinta dengan sad ending, yang membuat hati menjadi ikut sedih. Pasangan yang saling mencintai namun harus mengorbankan dirinya demi kelangsungan hidup orang yang dicintai. Aku sangat menyukai kehebatan para wanitanya dalam menggunakan pedang, walau aku tahu itu hanya sebuah film yang tentunya sudah di setting sutradaranya. Wah ternyata aku juga hobi bercerita ya.

Nah sekarang tentang cita-citaku, yang mungkin sama dengan sahabat-sahabat literasi yaitu menjadi penulis buku. Rasanya lega jika dapat menulis walau hanya satu artikel setiap hari. Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit dan terciptalah sebuah buku. Untuk mengembangkan cita-citaku, aku mengikuti group literasi seperti Jejak Warna yang sedang berlangsung. Penyelenggaranya wanita muda yang berbakat di dalam menulis.

Wanita muda hebat dengan berbagai prestasi membuatku kagum. Aku tidak malu belajar dengan mereka walau usiaku sudah tidak muda lagi. Yang terpenting terus belajar dan mencoba untuk berkarya seperti mereka.

The last but not the least, inilah quotes yang aku suka tentang menulis, “Orang boleh pandai setinggi langit , tapi selama ia tidak menulis , ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. – Pramoedya Ananta Toer.

Sahabat inilah tentangku, semoga sahabat lebih mengenalku.

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP.

Jonggol, 30 April 2021

Tinggalkan Balasan

1 komentar