
Persiapan Presentasi
Presentasi yang berhasil adalah presentasi yang benar-benar dipersiapkan.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum presentasi bagi presenter:
Memperjelas tujuan untuk presentasi. Presenter harus tahu siapakah audiensnya, apakah tema acaranya? Topik apakah yang akan dipaparkan? Apakah paparannya untuk memberikan informasi atau meyakinkan pendengar?
Jika presenter telah menentukan inti pesan yang akan disampaikan, maka dia seharusnya menggunakan sudut pandangnya dengan didukung bahan-bahan pendukung seperti cerita, contoh, statistik, gambar, kutipan, fakta, humor (jika perlu). Presenter juga dapat memasukkan riset bacaan, pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain yang dikenal.
Jika mengambil dari sumber lain, maka perlu mencantumkan sumber kutipan agar tidak dianggap plagiat. Pastikan bahan pendukung yang ditampilkan dapat menyentuh hati dan pikiran audiens. Buat catatan faktor-faktor “wow”, yang akan menarik perhatian audiens.
Presenter harus mengatur ide-idenya untuk menciptakan kejelasan. Presentasi selalu ada pendahuluan, isi dan kesimpulan. Pada saat berpresentasi dapat memulai dengan cerita, quotes atau kutipan yang memiliki faktor,”wow”.
Slide perlu dipersiapkan agar dapat terbaca oleh audiens. Gunakan huruf yang sederhana namun jelas. Gunakan gambar pendukung yang sesuai dengan tema presentasi. Jangan meletakkan seluruh informasi pada slide karena presenter akan tampak seperti membaca sehingga tidak ada eye contact dengan audiens. Jangan gunakan warna yang akan membingungkan audiense. Warna digunakan untuk memberikan penekanan bahwa kata atau kalimat yang terdapat dalam slide adalah penting. Jika pemberian warna lebih dari satu warna, audiense akan bingung apakah maksud dari warna-warna tersebut.
Penulisan huruf besar pada slide sebaiknya untuk topik dan sub topik. Jika kalimat yang ditampilkan gunakan huruf besar dan kecil sesuai standar penulisan.
Contoh kalimat yang susah dibaca:
BELAJAR BAHASA INGGRIS ITU SANGAT PENTING, TERUTAMA DALAM HAL PENDIDIKAN. SELAIN ITU, MELALUI BAHASA INGGRIS KITA BISA MEMPERKENALKAN KEANEKARAGAMAN BUDAYA DAN BAHASA BANGSA INI KEPADA MEREKA YANG TENTU INGIN MENGETAHUI TENTANG BANGSA INI. SANGAT DIBUTUHKANNYA BAHASA INGGRIS DALAM KANCAH NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL. (contoh kalimat dari internet)
Kalimat tersebut diatas jika dipahami akan memerlukan waktu lebih lama karena semua kata menggunakan huruf besar.
Contoh kalimat yang mudah dibaca:
Belajar bahasa Inggris itu sangat penting, terutama dalam hal pendidikan. Selain itu, melalui bahasa Inggris kita bisa memperkenalkan keanekaragaman budaya dan bahasa bangsa ini kepada mereka yang tentu ingin mengetahui tentang bangsa ini. Sangat dibutuhkannya bahasa Inggris dalam kancah nasional maupun internasional. (contoh kalimat dari internet)
Kalimat diatas lebih mudah dipahami karena tidak semuanya menggunakan huruf besar.
Presenter juga harus memperhatikan penulisan huruf miring. Huruf miring digunakan hanya untuk kata-kata asing. Jika seluruh kalimat pada slide ditulis dengan huruf miring, maka akan sulit dibaca dan dipahami.
Coba perhatikan kalimat-kalimat berikut.
Belajar bahasa Inggris itu sangat penting, terutama dalam hal pendidikan. Selain itu, melalui bahasa Inggris kita bisa memperkenalkan keanekaragaman budaya dan bahasa bangsa ini kepada mereka yang tentu ingin mengetahui tentang bangsa ini. Sangat dibutuhkannya bahasa Inggris dalam kancah nasional maupun internasional. (contoh kalimat dari internet)
Kalimat diatas akan mudah dibaca dan dipahami jika tidak semuanya menggunakan huruf miring.
Hindari skrip kata demi kata agar penyampaian presentasi lebih komunikatif dan dinamis.
Berlatihlah dengan suara layaknya presenter profesional. Berlatih tidak hanya satu hari, namun bisa tiga hari lebih, tergantung kesiapan yang diberikan. Namun faktanya dalam kehidupan sehari-hari kita sering didadak untuk mempresentasikan dengan sedikit persiapan.
Jika memiliki waktu banyak untuk berlatih maka akan memudahkan presenter menemukan kesalahan-kesalahan ketika rehearsal atau berlatih. Sehingga akan mudah untuk mencoret dan memperbaiki kembali slide atau note yang akan digunakan sebagai guidance.
Pada saat berlatih, perhatikan gesture dan body language. Jika tampaknya gesture dan body language tidak mendukung presentasi, maka jangan gunakan. Presenter harus nyaman dengan gesture dan body language. Perhatikan pelafalan kata jika ada bahasa asing pada draf atau slide presentasi. Jika perlu, tulislah cara membaca kata atau kalimat asing pada note yang sudah disiapkan.
Gunakan timer untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk presentasi. Apakah waktu tersebut cukup efektif atau terkesan terlalu lambat/ cepat?
Berlatihlah seolah-olah saat itu adalah gladi resik. Berlatihlah beberapa kali sehari sebelumnya. Dapat dilakukan sekali di pagi hari atau malam hari sebelum tidur. Yang terpenting luangkan waktu untuk berlatihlah. Berpura-pura seolah-olah berada di depan audiens. Berlatih dengan menggunkan alat bantu visual dan tahu cara mengubah slide dan menggunakan remote. Berdandanlah dengan pakaian presentasi. Jika perlu videokan pada saat rehearsal agar dapat mengetahui rehearsal tersebut sudah mendekati sempurna atau belum.
Setelah mengerti penjelasan diatas, silakan mencoba. Semoga berhasil
Nani Kusmiyati
Jakarta, 7 September 2021
Artikel ke-19 KMAA












Alhamdulilah Mbk.. ilmu yang sangat bermanfaat. Terimakasih..