Menjelang Subuh

Puisi232 Dilihat

Terlelap dalam tidur
Nikmat serasa tidur sekejap
Bagian mana dari nikmat-Nya yang bisa kamu ingkari
Mataku mengerjap memandang jarum jam
Tak tik tak tik terus saja detik berjalan

Masih saja bergelut malas
Rasa malas perlahan menelan masa
Yang ada hanya meninggalkan sesal
Tak bisa kau putar waktu yang telah berputar
Dia akan meninggalkanmu lalu tertawa
Tertawa dengan kemenangan

Lalu kau pun tertunduk lemas
Namun begitu tetap saja besok atau lusa kau ulang kembali
Memang malas bisa menjadi musuh terbesarmu
Musuh yang siap menghancurkan
Membunuhmu perlahan menggiringmu menuju jurang

Menjelang subuh
Penuhilah panggilan Nya
Sepertinya dirimu perlu kau cambuk agar menurut
Tundukkan nafsumu dengan pedang para malaikat
Tidak ada yang lebih utama

Memburu
Lalu menghempaskan malas
Mencari butiran butiran rahmat
Terselip diantara gugusan bintang
yang jatuh dari tempat Sang pemilik semesta
Membasuh pohon imanmu agar tak lagi dahaga

 

Jember, 11 Juli 2022

Tinggalkan Balasan