Menulis Profil Pak TD, 20 Tahun Mengajar Mata Kuliah Pancasila (Bagian Kedua) – Oleh Nur Terbit
Untuk menyalurkan kegemarannya menulis dan membantu sesame penulis, maka sejak tahun 2020 Pak TD (Thamrin Dahlan) mulai mengelola Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Yayasan ini diakuinya fokus menerbitkan Buku ber-ISBN (International Standard Book Number) tanpa bayar alias gratis.
Ya ISBN ini adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. Jika di Indonesia, ISBN dikeluarkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional yang kantornya berada di Jakarta.
Kalau semula penerbitan buku ber-ISBN ini masih gratis, selanjutnya atas kesadaran anggota dan penulis buku, diputuskan untuk menerapkan “bayar seikhlasnya”.
Diakui sendiri dalam wawancara di saat peluncuran buku penulis YPTD, produktivitas menulis Pak TD semakin tinggi dengan berdirinya Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).

Ketergantungan kepada penerbit luar telah hilang bersebab YPTD kini memiliki kewenangan mengusulkan ISBN dari Perpustakaan Nasional.
“Dengan demikian YPTD juga bisa membantu teman-teman menerbitkan buku ber-ISBN bayar seikhlasnya,” kata Pak TD, seolah tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Kegiatan operasional YPTD ini sendiri, bisa dipantau melalui website https://terbitin.id .
Guna menambah semangat para penulis sebagi anggotanya, maka dibentuk Whats App (WAG) “Terbitkan Buku Gratis” (kini Seikhlasnya) sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Literasi antara penulis yang tergabung dengan YPTD.
Penulis, pengunjung dan pembaca website YPTD terbitin.id semakin ramai. Salah satu “gebrakan” Pak TD yang patut diacungi jempol dalam mengelola yayasan penerbitan bukunya ini, misalnya ketika Selasa (22/06/21) silam, YPTD mengajukan usulan ISBN 2 Judul Buku.
Buku “Catatan Literasi Thamrin Dahlan” ini sebenarnya sedang uji coba diterbitkan dalam format pdf (e-book).
“Ke depannya dengan perkembangan pesat IT, diperkirakan format e-book akan menjadi pilihan utama dalam penerbitan buku. Jadi ini peluang baru lagi bagi penulis. Ditunggu naskah buku teman-teman, terutama sobat dan sahabat guru. Sesungguhnya buku adalah mahkota penulis,” kata Pak TD, terus memberi semangat.
MENGAJAR PANCASILA
Alhamdulillah, kata Pak TD, ISBN yang telah diperoleh YPTD berjumlah 225 judul buku. Dia pun berterima kasih atas bantuan teman-temannya yang penulis sebagai upaya bersama memberikan kontribusi meningkatkan kualitas dan kuantitas literasi Indonesia semakin dirasakan.
“Point besarnya, melalui membaca dan menulis kemudian menerbitkan buku ini, kita telah mengambil bagian bermakna dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah Pembukaan UUD 45,” kata Pak TD, dosen yang memberikan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan hampir 20 tahun.
Antara lain di Universitas Guna Darma, UPN, Perbanas dan Akademi Perawat Polri. “Alhamdulillah, saya juga sudah menerbitkan buku ajar Pancasila”.
Ada yang unik yang dilakukan Pak TD dalam berselancar di internet. Misalnya pengalamannya dalam memanfaatkan perangkat Google atau Yahoo dalam mencari literatur atau sekedar mendapatkan informasi. Caranya seperti ini :
“Nama wajib ditulis lengkap. Cantumkan pangkat, gelar serta bin. Tujuannya tidak lain agar berbeda dengan nama yang sama untuk Thamrin Dahlan,” kata Pak TD memulai membuka kunci rahasainya.
Ketika Anda mencari nama sendiri atau nama seseorang di mesin pencari Google.com atau Yahoo.com, kata Pak TD, maka seketika keluar ratusan bahkan ribuan nama yang sama. Mbah Google dan Tante Yahoo tidak salah. Malah mereka sangat berbaik hati memberi informasi tentang nama : Joko Widodo misalnya. Mesin pencari tak memiliki ruh, mereka sejenis robot melakukan pekerjaan sesuai perintah.
“Contoh gampangnya begini deh. Ketika awak mengetik nama Thamrin Dahlan, maka seketika muncul dilayar computer atau HP ratusan nama. Bukan nama Thamrin Dahlan yang polisi, anak dusun Tempino Jambi yang lahir di bulan Juli (saja). Namun nama Thamrin Dahlan Bapak pembuat pantun, Thamrin Dahlan Ustazd. dan nama Thamrin Dahlan beragam profesi,” katanya, sambal tertawa.
Paling seru di mesin pencaian itu muncul pula nama Dahlan Iskan. Yes, sobat, Bapak Dahlan Iskan siapa yang tidak kenal. Beliau bukan saja mantan Menteri BUMN pada masanya tetapi sampai sekarang tetap aktif menulis dalam kapasitas sebagai seorang Jurnalis senior. Disway.id adalah bacaan sarapan pagi bagi kami para penulis pemula.
Dengan demikian ketika kembali ke pembicaraan kita tentang “Jejak Digital Pancasila Kombes Pol (Purn) H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si”, maka terjawablah kenapa Pak TD melakukan cara unik dalam menulis namanya sendiri saat di mesin pencarian.
“Jadi kini jelas kenapa awak menulis nama dengan begitu lengkap pakai pangkat segala. Tujuannya adalah agar di mesin digital Insha Allah terseleksi. Khusus tampil Thamrin Dahlan Penulis yang telah menerbitkan 38 Judul buku sampai Mei 2021,” katanya.
Apalagi ditambahkan kata “Pancasila” di depan nama Thamrin Dahlan, maka jejak diigital akan lebih tegas dan jelas. Artinya bagaimana kiprah Pak TD sebagai dosen mata kuliah “Pancasila” dan seorang penulis yang telah menerbitkan buku bertajuk “Saya Indonesia Saya Pancasila” ini.
Rekam jejak Pak TD tak terbantahkan ketika ada bukti berupa kitab tersimpan di Perpustakaan Nasional. Setidaknya ada 2 buku tentang Pancasila tertera di cover depan nama Thamrin Dahlan. Pertama buku bertajuk “Saya Pancasila Saya Indonesia” (2018) dan buku kroyokan “Pancasila Rumah Kita Bersama” (2014).
Inilah bukti nyata sebagai dosen mata Kuliah Pancasila menerbitkan buku ajar. Hampir 20 tahun memberikan kuliah di Akademi Perawat Polri Kramatjati Jakarta. Juga beberapa tahun di Universitas Gunadarma, Universitas Veteran Nasional dan di Perbanas. (Bersambung ke bagian kedua)
#NurTerbit #KMAA16 #MenulisProfil








