Teka foto : Ulfiah Nur Yusuf Chaidir (kiri) bersama pengurus lainnya saat dilantik Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si, Apt (kanan) – foto : H. Adnan Muthalib/teks Nur Terbit.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si, Apt mengatakan, gaji apoteker itu idealnya minimal sesuai dengan upah minimum regional (UMR) daerah setempat di mana apoteker tersebut bertugas.
“Jika gaji UMR di satu kabupaten atau kota sudah dua juta (rupiah), saya berharap tidak ada lagi apoteker yang gajinya di bawah angka tersebut,” ucap Prof Gemini Alam.
Menurut Guru Besar dan Dekan Fakultas Farmasi (2014-2019) pada Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, standard jasa apoteker itu ditetapkan berlaku untuk setiap wilayah provinsi, termasuk untuk di Sulawesi Selatan,” ucapnya.
Prof Gemini Alam menambahkan, misalnya UMR satu daerah Rp2 juta, itu bukan gaji utuh seorang apoteker. Tapi seharusnya jasa apoteker yang seringkali disebut sebagai gaji pokok minimal setara UMR, belum termasuk tunjangan profesi, transport, dan pembagian profit apotek.
Soal gaji apoteker tersebut, disampaikan Prof Gemini Alam selaku Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan, saat melantik dan mengukuhkan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Maros, Sulsel.
Pelantikan kepengurusan yang diketuai Ulfiah Nur Yusuf Chaidir untuk periode 2021-2024 ini, disaksikan dan dihadiri oleh Bupati Maros Chaidir Syam, Kepala Dinas Kesehatan dr. Muhammad Yunus. Acara digelar di ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (9/10).
Ketua PD IAI Sulsel, Prof. Gemini Alam pada pelantikan kali ini juga menekankan soal peningkatan kapasitas para apoteker.
“Kita berharap PC IAI Maros tak lelah meningkatkan kemampuan dan keahlian para anggotanya yang bergelut dalam ilmu obat-obatan kefarmasian,” jelasnya.
Alumnus SMP Batangase Maros ini juga mengingatkan kepada Ketua PC IAI Maros yang baru, bahwa organisasi ini mempunyai peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Jika gaji UMR di Maros sudah dua juta (rupiah), saya berharap tidak ada lagi apoteker yang gajinya di bawah angka tersebut,” ucapnya, sambil mengatakan bahwa itu bukan gaji utuh.
Tapi seharusnya jasa apoteker yang seringkali disebut sebagai gaji pokok minimal setara UMR, belum termasuk tunjangan profesi, transport, dan pembagian profit apotek.

Ia juga berjanji terus memantau kesejahteraan apoteker di Maros. “Semoga di akhir masa jabatan saya tahun depan sebagai Ketua PD IAI Sulsel, sudah ada peningkatan perbaikan kesejahteraan teman-teman apoteker, khususnya di Maros,” harap Prof Gemini.
Dia mengapresiasi para apoteker yang ada di Maros. karena Maros merupakan kabupaten tercepat dalam mencapai angka 100 persen aktivasi anggotanya pada program Siap, Sistem Informasi Apoteker.
“Teman-teman di Kabupaten Maros mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak mengabaikan waktu hanya untuk persoalan administrasi,” jelasnya.
Menyebutkan satu-satunya profesi kesehatan yang memiliki sistem informasi, menurut Prof Gemini, hanya apoteker. “Organisasi kesehatan yang lain belum mempunyai database sekuat kita,” terangnya.

SAMBUTAN BUPATI MAROS
Bupati Maros, Chaidir Syam juga mengapresiasi pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Maros. Dia berjanji akan memberi perhatian kepada apoteker di Kabupaten Maros.
Saat ini ada 13 organisasi profesi kesehatan di Maros. Salah satunya adalah apoteker.
“Bahkan saat ini kita sudah rencanakan membuat sekretariat untuk organisasi profesi apoteker di Maros,” ucapnya.
Nanti, katanya, akan dibuat satu kantor. Ruangannya ada 13. “Jadi tetap bisa merawat kebersamaan, dan tidak ada sekat-sekat,” tambah mantan ketua DPRD Maros itu.
Sementara Ketua PC IAI Maros periode 2021- 2024, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, mengajak seluruh apoteker yang ada di Maros bersinergi dengan pemerintah dan seluruh organisasi profesi yang ada.
“Untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat, agar dapat mewujudkan kesehatan masyarakat yang berkualitas,” kata Vivi, sapaan akrabnya.
Vivi yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros ini, berjanji akan segera mengevaluasi dan menyusun program-program kerja yang baru untuk periodenya. (Nur Terbit)













