Kebersihan di Sekolah yang Tak Berpenghuni*
Oleh Nuraini Ahwan

*Kebersihan sebagian dari iman* kalimat indah ini sering dibuat atau ditulis di dinding kelas, tembok sekolah dan tempat lainnya. Kita jumpai juga di tempat-tempat wisata. Semua bertujuan untuk mengingatkan semua orang untuk mencintai kebersihan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Kalimat ini tak bosan-bosan diperdengarkan kepada siswa di samping tulisan besar yang terpampang di dalam kelas. Dibuat besar menyerupai spanduk dan ada yang ditulis permanen di tembok sekolah. Tulisan ini bagian dari upaya penanaman karakter pada siswa. Salah satu wujudnya adalah membiasakan siswa menyapu halaman, menyapu dalam kelas atau membersihkan peralatan lainnya di sekolah. Bahkan ada guru yang masuk kelas mengucapkan salam dilanjutkan dengan memuji siswa.
Pujiannya itu dilayangkan ketika guru melihat kelas siswanya bersih.
Kalimat pujian guru sebagai berikut,”Terima kasih, Ibu masuk ke dalam kelas orang-orang beriman.”
Lalu guru menjelaskan , mengapa guru melayangkan pujian tersebut terkait dengan kalimat kebersihan sebagian dari iman.
Lain halnya dengan saat ini. Masa pandemi membuat semuanya berubah. Halaman sekolah yang dulu bersih tak satupun tumbuhan liar yang bisa hidup di halaman sekolah kecuali di taman yang mamang ditumbuhi tanaman yang indah.. Jadi, ingatan saya ke satu tahun yang lalu tentang senua yang berbeda dengan sekarang ini.
Sekarang, sekolah seperti tak berpenghuni. Halaman yang bervaving blok tampak ditutupi oleh tanah berlapis-lapis. Hujan yang terjadi belakangan ini membuat halaman menjadi licin. Ketika panas menyambut, tanah yang menutupi paving blok sepeeti deretan roti kukus yang mekar. Pecah-pecah luptut dari perhatian guru piket.
Sistem kerja ASN di masa pandemi ini kembali dengan sistem WFH. Lembaga mengatur sistem masuk sekolah dengan sistem piket. Setiap hari kepala satuan pendidikan mengatur setiap hari 3 orang guru dan kepala sekolah yang hadir menjadi guru piket. Junlah yang sedikit ini untuk ukuran satu lembaga yang besar menjadi sepi. Sekolah tampak seperti rumah tua atau rumah yang ditinggal lama oleh penghuninya. Seperti tidak ada napas kehidupan karema sangat jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya.
Kapankah geliat kehidupan akan nampak kembali di sekolah. Lama dalam diam tak mengerti harus berbuat apa yang paling tepat saat ini selain PJJ yang tak jarang mendatangkan rasa jenuh. Menghadirkan siswa salah, keliling kampung memerankan diri sebagai guru kunjung juga kurang tepat.__
Keselamatan pendidik dan peserta didik yang utama* __itu kata peraturan di masa pandemi ini.
Lomba blog hari ke-16.










